Rabu, 20 Feb 2019
baliexpress
icon featured
Enjoy Bali
Tempat Wisata Selfie Baru

Green Cliff; Tempat Selfie Berbalut Panorama Bukit di Jembrana

11 Juli 2017, 12: 06: 59 WIB | editor : I Putu Suyatra

SPOT SELFIE: Wabup Kembang Hartawan melayani ajakan seorang bocah berfoto selfie di area objek wisata Green Cliff.

SPOT SELFIE: Wabup Kembang Hartawan melayani ajakan seorang bocah berfoto selfie di area objek wisata Green Cliff. (I GEDE RIANTORY/BALI EXPRESS)

 

 

BALI EXPRESS - Ingar - bingar pariwisata di Kabupaten Jembrana memang tidak sesemarak di Denpasar, Badung, maupun Gianyar. Namun, sejatinya potensi wisata di kabupaten paling barat Pulau Bali ini tidak kalah dengan daerah lainnya. Ada sederet objek wisata yang bisa dijadikan alternatif para wisatawan yang berkunjung ke Bali. 

Kali ini, ada satu objek wisata yang tengah hot. Cocok bagi mereka penyuka selfie. Objek wisata yang baru dibuka sekitar dua minggu lalu menarik minat banyak orang untuk datang. Bagi Anda yang doyan selfie sudah selayaknya untuk datang ke sini.

Kita bisa merasakan sensasi berfoto dengan latar belakang hamparan bukit dan aliran sungai dari ketinggian tebing. Sesuai dengan karakteristiknya objek wisata baru ini diberi nama Green Cliff. Lokasinya ada di Desa Yeh Embang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana.

Ada dua akses jalan masuk untuk mencapai lokasi Green Cliff. Bagi pengunjung yang datang dari arah barat (Kota Negara) bisa belok kiri (ke arah utara) di pertigaan jalan utama yang ada pohon beringin besar di kiri jalan. Letaknya kurang lebih dua km ke timur setelah Pura Rambut Siwi.

Sedangkan bagi pengunjung yang datang dari arah timur (Pekutatan) bisa belok kanan di pertigaan dekat Masjid Jami’ Nurut Taqwa, Yeh Sumbul. Jarak objek wisata Green Cliff dari jalan utama Denpasar-Gilimanuk kurang lebih 10 menit.

Bagi pengunjung yang akan ke Green Cliff wajib ekstra fokus dan berkonsentrasi begitu memasuki jalan pedesaan yang tidak terlalu lebar tetapi berliku ditambah beberapa tikungan tajam dengan kombinasi jalan menanjak dan jalan menurun yang curam. Total waktu yang diperlukan kurang lebih 30 menit dari pusat Kota Negara dan 15 menit dari pasar Pekutatan untuk sampai di lokasi Green Cliff. Meskipun letaknya dekat dengan perbukitan, kita tidak perlu khawatir akan tersesat untuk ke lokasi karena pihak pengelola yakni Pokdarwis Banu Sejahtera, Banjar Bangli, Desa Yeh Embang Kangin ini sudah memasang petunjuk arah mulai dari masing-masing pertigaan pintu masuk  sampai dengan di lokasi objek wisata.

Begitu sampai di lokasi, pengunjung disambut dengan suasana pegunungan dengan udara yang sejuk serta panorama hamparan bukit hijau yang luas dan indah. Rasa penasaran pun semakin besar, ketika dari kejauhan terihat bangunan yang terbuat dari bambu dengan panjang 60 meter dan tinggi 10 meter yang berdiri persis di areal pinggir tebing yang merupakan lahan milik Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Setelah memarkir kendaraan, pengunjung yang ingin menikmati pemandangan dan spot foto di areal Green Cliff ini dikenai sumbangan parkir serta iuran sukarela.

“Nantinya dana yang terkumpul tersebut akan dikelola banjar setempat guna menambah fasilitas pendukung yang belum ada maupun biaya perawatan objek wisata ini,” ujar Kelian Adat Banjar Bangli, I Komang Sudana, saat menemani koran ini berkeliling di lintasan Green Cliff. “Untuk tiket masuk areal Green Cliff masih bersifat sukarela, karena baru dibuka dua minggu lalu jadi masih tahap perkenalan dan masih banyak yg perlu dilengkapi untuk menambah kenyamana pengunjung,” sambungnya.

Saat ini pihak pengelola sudah menambahkan fasilitas gazebo serta tiga buah kursi panjang di atas lintasan Green Cliff yang bisa dipakai pengunjung untuk duduk bersantai menikmati pemandangan hamparan bukit Yeh Embang dan berfoto-foto. Tidak itu saja, bagi pengunjung yang lapar maupun haus juga tidak perlu khawatir. Mereka bisa membeli makanan maupun minuman ringan yang telah disediakan warga sekitar di sepanjang areal Green Cliff ini dan menikmatinya di atas gazebo sambil menikmati pemandangan. Tentunya dengan tetap menjaga kebersihan areal Green Cliff dengan membuang sampah pada tempat yang sudah disiapkan.

Meskipun baru dibuka, objek wisata Green Cliff sudah menjadi viral di media sosial. Alhasil, pengunjungnya tidak cuma wisatawan lokal sekitar Jembrana, tapi juga dari luar Jembrana. Ini terlihat dari animo pengunjung yang datang menikmati keindahan dan ber selfie ria disini. Rata-rata kunjungan per hari sampai 500 orang. Bahkan, pada Minggu pekan lalu (2/7), lonjakan pengunjung sampai 1000 orang lebih.

Demi keamanan dan kenyamanan pengunjung menikamti panorama alam maupun berfoto, pihak pengelola membatasi maksimal 300 orang pengunjung yang boleh berada di atas Green Cliff. “Kami selaku pengelola tetap mengutamakan keamanan dan kenyamanan pengunjung, untuk itu dipintu masuk sudah kami siagakan petugas yg mengontrol jumlah pengunjung yang boleh naik ke atas. Tidak boleh lebih dari 300 orang,” ujar Sudana. (i gde riantory/aim)

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia