Senin, 19 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Features

Sidak, Pastika Cek Ambulance Canggih, Toilet, hingga Kursi USG Mata

Kamis, 03 Aug 2017 09:24 | editor : I Putu Suyatra

COBA KURSI USG MATA: Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat mencoba kursi USG mata di RS Mata Bali Mandara, Rabu (2/8).

COBA KURSI USG MATA: Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat mencoba kursi USG mata di RS Mata Bali Mandara, Rabu (2/8). (I KETUT ARI TEJA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Rabu pagi (2/8) kemarin Gubernur Bali melantik lima pejabat eselon II di gedung Wiswa Sabha. Sekitar pukul 10.00 sudah selesai, setelah itu Gubernur lansung memutuskan sidak ke Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM) di Sanur.

“Dari pada bengong, ayoo ngecek rumah sakit,” cetus Mangku Pastika. Kemudian beberapa pejabat masuk ke mobil Mangku Pastika. Seperti Kepala BKD Pemprov Bali Ketut Rochineng dan Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Bali Dewa Mahendra Putra. Tak perlu waktu lama, sampai di Sanur tanpa motor dan mobil polisi bersirine.

Turun di RSBM langsung disambut oleh Kadiskes Bali dr Suarjaya dan jajarannya. Mangku Pastika melakukan pengecekan - pengecekan dan lainnya. Termasuk mengecek salah satu ruang operasi. “Ruang operasi ini sudah lengkap. Sudah bisa digunakan Pak,” kata dr Suarjaya.

“Artinya paling tidak, satu kamar operasi ini sudah siap,” kata Mangku Pastika.

Kemudian Pastika melakukan pengecekan tempat lainnya, IGD dan lainnya. Ketika akan meninggalkan RSBM, datang Plt Dirut RSBM dr Bagus Darmayasa. Sempat diajak bicara dengan Mangku Pastika, terkait pengadaan furniture, dr Bagus mengatakan sudah ada yang menang tender. Termasuk juga sudah ada yang siap membuatnya. “Saya tahu lho terkait furniture, tolong itu dipantau benar. Karena kita tidak melihat dalamnya, harus dicek betul. Tampilan bagus, namun dalamnya rusak. Baru diduduki beberapa saat sudah jebol,” kata Mangku Pastika mengingatkan.

“Malu kita, nama rumah sakit ini besar, dibangun dengan rencana besar, hasil besar dan memang dibuat fasilitas bagus. Untuk masyarakat Bali, khususnya masyarakat miskin. Jadi jangan sampai, jelek gara - gara sofa jebol,” harap Mangku Pastika. Dr Bagus terus menjawab dengan kata, “siap, siap.”

Mangku Pastika sempat memberikan penjelasan kepada  Bali Express (Jawa Pos Group) bahwa launching yang rencananya dilakukan pada 14 Agustus. Atau bertepatan dengan hari jadi Provinsi Bali, diundur. Itu karena masih ada persiapan - persiapan lebih serius. “Kemungkinan November. Intinya ini Rumah Sakit, menyangkut nyawa manusia. Tidak boleh asal cepat, tidak apa lambat sedikit namun benar - benar sudah prima persiapannya,” tandas Mantan Kalakhar BNN dan Kapolda Bali ini.

Setelah di RSBM, Mangku Pastika langsung ada ide ke RS Indera saat ini bernama RS Mata Bali Mandara. Namun sebelum itu, sempat singgah dulu makan di salah satu warung lawar babi kesukaanya. Sekitar pukul 12.15, Mangku Pastika sudah di RS Mata Bali Mandara. Disambut oleh Dirut RS Mata Bali Mandara dr Yuniti. Mangku Pastika melihat Ambulance baru, yang disebut fasilitasnya lengkap. “Coba saya lihat,” kata Mangku Pastika.

Kemudian dr  Ni MadeYuniti meminta anak buahnya mengambilkan kunci. Setelah dibuka, Mangku Pastika langsung naik ke ambulance itu. Akhirnya salah satu dokter ikut naik memberikan penjelasan, dan langsung menanyakan secara detail fungsi beragam peralatan yang ada di Ambulance itu. “Ini bagus, karena tidak ada tutup antara sopir depan dan posisi pasein. Saya dulu pengalaman, mengantar ibu sakit. Saya tidak bisa nyuruh sopirnya berhenti, karena tidak didengar,” kata Mangku Pastika.

Keluar dari Mangku Pastika manggut - manggut. Dia mengatakan tidak pernah terpikirkan bisa terbangun Rumah Sakit mata sebesar ini. “Saya tak pernah terpikirkan akan bisa punya Rumah Sakit sebesar ini, canggih seperti ini. Bisa membantu orang miskin agar bisa melihat lagi,” kata mangku Pastika.

Made Mangku Pastika optimistis, Rumah Sakit Mata Bali Mandara mampu dijadikan sebagai rumah sakit rujukan regional Indonesia wialayah timur. Demikian disampaikan seusai melakukan peninjauan ke Rumah Sakit Mata Bali Mandara dan Rumah Sakit Bali Mandara.

“Saya kira rumah sakit ini sangat representatif untuk dijadikan sebagai rumah sakit rujukan regional khusunya untuk mata di wilayah Indonesia timur mengingat rumah sakit ini sangat lengkap dan terbaik di wilayah kita. Kayaknya jika dilihat di seluruh Indonesia, mungkin ada seperti kita, tapi tidak lebih baguslah dari kita,” ungkap Pastika.

Selain itu, ia sangat mengharapkan agar Rumah Sakit Mata Bali Mandara tersebut bisa memenuhi pelayanan kesehatan mata bagi masyarakat Bali secara optimal sehingga dapat lebih cepat lagi dalam membantu masyarakat yang sebelumnya sering terjadi antrian panjang untuk memperoleh layanan pemeriksaan dan operasi mata. “Jangan hanya bisa menjadi RS regional melainkan juga harus mampu memberikan pelayanan pemeriksaan mata kepada masyarat Bali dengan baik, itu yang utama, dengan adanya pelayanan yang lebih banyak dan lebih komplit seperti ini, saya harapkan mereka bisa tertolong dengan baik,”imbuhnya.

Selanjutnya Mangku Pastika melakukan pengecekan satu persatu. Hingga pada jumlah pasien yang berobat. Kemarin ada 10 orang yang sudah menjalani operasi, kemudian ada 99 pasien yang rawat jalan. “Bayangkan ya, ini 10 orang sudah operasi, bisa lebih cepat. Tidak harus menunggu lama, sebelum buta permanen. 10 orang hari ini saja, rata - rata 15 orang operasi setiap hari,” sambungnya.

Pastika sempat mengecek langsung toilet. Sempat beberapa ragu membuntuti, dikira akan kencing. “Ndak saya mau cek, apa sudah bagus. Saya ingin pelayanan prima diberikan ke masyarakat,” ujar Pastika sambil mencoba flash dari kloset dan lainnya.

Sampai pada pengecekaan alat USG mata, Mangku Pastika sempat bertanya, ternyarta ada USG mata. “Saya kira USG itu untuk orang hamil,” celetuknya. Melihat kursi empuk, Karo Humas Dewa Mahendra duduk di kursi untuk USG mata. “Bagus kursinya, nyaman. Bikin ngantuk,” celetuk Dewa Mahendra.

Gubernur Bali sambil tersenyum giliran duduk. “Pak Dewa tidak tahu, kursi ini bisa dipakai untuk selonjoran,” cetus Gubernur, sambil membuka gagang dan keluar penyangga kaki. Saat itu tawa pecah di ruang USG Mata. Setelah itu Mangku sempat menyapa I Wayan Grodog asal Penatih yang menjalani pengobatan pasca operasi retina.

“Sampun becik? (sudah bagus),” sapa Gubernur. “Sampun Pak, Suksema Pak Gubernur (Sudah Pak, terima kasih Pak Gubernur),” sautnya dalam posisi tangan amustikarana. 

(bx/art/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia