Senin, 19 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Politik

DPP Golkar Restui Cok Ibah Maju Pilbup, Puri Ubud “Main Dua Kaki”

Senin, 07 Aug 2017 09:14 | editor : I Putu Suyatra

Tjokorda Raka Kertyasa

Tjokorda Raka Kertyasa (DOK. BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Tjokorda Raka Kertyasa alias Cok Ibah akhirnya mendapat restu dari Partai Golkar untuk maju sebagai calon Bupati Gianyar. Hal itu diputuskan dalam rapat pleno DPP Partai Golkar yang dipimpin oleh Nurdin Halid, Sabtu lalu (5/8).

Kondisi ini jelas menjadi pembicaraan di masyarakat terkait sikap keluarga besar Puri Ubud terbelah. Lantaran di satu sisi Tjokord Raka Ardhana Sukawati alias Cok Ace melamar di PDIP sebagai Cawagub. Dan Cok Ibah secara otomatis melawan PDIP di Pilkada Gianyar. Namun, dari rembug beberapa anggota keluarga Puri Ubud, sepertinya akan “main di dua kaki.” Satu di PDIP (Pilgub), satu lagi di Golkar (Pilbup Gianyar).

Menurut Sekretaris DPD Golkar Bali Nyoman Sugawa Korry, hasil rapat pleno Tim Pilkada DPP Golkar, untuk di Gianyar dipastikan nama Cok Ibah. “Sudah dipastikan hasil rapat pleno menunjuk Cok Ibah untuk maju di Pilkada Gianyar,” jelas politisi gaek asal Banyuatis, Singaraja ini. “Pleno dilakukan pada Sabtu (5/8) di DPP (Jakarta),”sambungnya.

Mantan Ketua DPD II Golkar Buleleng, ini mengatakan, nama Cok Ibah sudah resmi ditunjuk oleh DPP Golkar untuk maju di Pilkada Gianyar sebagai calon Bupati. Sedangkan untuk wakil diserahkan ke Koalisi Gianyar Bangkit (KGB), untuk merumuskan nama calon wakil.

“Silakan nantinya untuk wakilnya, koalisi yang ikut menentukan bersama Cok Ibah. Yang nantinya menyetorkan tiga nama sebagai kandidat wakil,”sambung politisi yang adalah Wakil Ketua DPRD Bali ini kemarin.

Jika nanti sudah ada tiga kandidat wakil, Sugawa Korry menyatakan segera akan turun rekomendasi pasangan calon. Jadi setelah menjadi pasangan calon baru akan diturunkan rekomendasi. “Saat ini cukup hasil rapat pleno menyatakan Cok Ibah. Nanti jika sudah pasangan calon baru diturunkan rekomendasi pasangan calon,” kata Sugawa Korry.

Ada kabar yang menyatakan bahwa, jika Nyoman Parta tidak mendapatkan rekomendasi di PDIP, bisa saja akan “dibajak”oleh KGB untuk dipasangkan dengan Cok Ibah. Kondisi ini belum bisa dijawab gamblang oleh Sugawa Korry. Dia menyatakan bahwa jika nanti Parta masuk di tiga nama yang akan disetor ke DPP sebagai wakil dari Cok Ibah, bisa saja nanti Parta berpasangan dengan Cok Ibah. “Kalau Parta masuk posisi tiga nama yang disetor sebagai bakal calon wakil Bupati, bisa saja Parta jadi calon wakilnya Cok Ibah,” jawab Sugawa.

Sedangkan untuk Pilkada Klungkung masih menunggu hasil survei.  Sedangkan untuk wakil Gubernur juga belum diputuskan. Dengan kondisi ini, jelas Cok Ibah akan berhadap - hadapan dengan calon PDIP, yang sementara santer adalah Agus Mahayastra - Agung Mayun (Aman). Di lain sisi, nama Cok Ace santer disebut – sebut akan mendampingi KBS (Koster Bali Satu). Jadinya Puri Ubud terbelah, padahal ada kabar skenario awalnya Cok Ace diambil PDIP untuk Pilgub, tujuannya di Pilkada Gianyar, Ubud tidak mengeluarkan calon. Tapi nyatanya malah keluarga Puri Ubud atau Keturunan Dalem Sukawati (KDS) malah main dua kaki.

Cok Ace ketika dikonfirmasi mengatakan mamang baru selsai fit and proper test di DPP PDIP. Mantan Bupati Gianyar, ini mengatakan bahwa dirinya sudah menjalani, namun terkait hasil penilaian memang belum keluar.

“Sudah - sudah selesai, saya sudah di Ubud sekarang (kemarin). Fit and proper test sudah selesai namun hasilnya memang belum,” jelasnya.

Terkait dengan turunnya hasil pleno di DPP Golkar yang menyatakan Cok Ibah, dirinya mengaku sudah mendengar. Bahkan kebetulan ada persiapan plebon di Ubud, sempat rembug menyangkut malasah ini. Yaitu masalah Cok Ace “melamar” sebagai calon di PDIP sebagai Cawagub di Pilgub Bali, sedangkan Cok Ibah dapat perintah induk partainya; Golkar dalam Pilkada Gianyar.

“Kebetulan ada persiapan plebon, kami sudah sempat rembugkan terkait kondisi ini. Yaitu Cok Ibah dapat perintah partai maju di Gianyar, saya sedang menjalani proses di PDIP,” jelas ketua BTB ini.

Intinya dalam pertemuan itu, hanya memberikan garis bawah dari keluarga agar tetap menjaga hubungan kekeluargaan. Dan tetap berjalan sesuai arah perjuangan. “Terkait dengan situasi ini, intinya nanti tinggal membahas secara teknis. Yang pasti kami tetap dalam posisi harmonis di keluarga, tidak ada masalah apa - apa,” kata Cok Ace.

Apakah ada kemungkinan ngalah salah satu? Cok Ace mengatakan tidak ada kesepakatan seperti itu. Malah tetap didukung untuk tetap berjalan, berjuang bersama - sama. Termasuk juga Cok Ace membantah bahwa ada kesepakatan, jika dirinya maju di PDIP, dari Puri Ubud tidak akan ada yang maju di Pilkada Gianyar.

“Tidak ada (kesepakatan, Red) seperti itu. Saya mendapatkan simpati di PDIP, memang karena kapabelitas diri, ada keinginan memadukan antara politisi dengan unsur pariwisata dan budaya,” ungkapnya.

Ditanyakan terkait dengan Paruman KDS, Cok Ace meneyebutkan, jika nanti sudah ada keputusan dari PDIP dan ada kejelasan, baru akan dilaksanakan paruman. Karena saat ini bukan hanya menyangkut dengan di Ubud atau Gianyuar saja. KDS ada di seluruh Bali. “Keturunan Dalem Sukawati sudah ada di seluruh Bali, nanti setelah ada keepastian secara politik baru akan dilaksanakan paruman untuk memastikan langkah - langkah kami di keluarga Keturunan Dalem Sukawati (KDS),” jelas Cok Ace.

Dengan kondisi ini, Cok Ace mengatakan menyerahkan sepenuhnya ke internal PDIP. Khususnya ke DPP PDIP dan khususnya ke Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri. “Jadi kami menyerahkan sepenuhnya ke PDIP, khususnya DPP PDI, khususnya Ibu Mega. Terkait dengan rekomendasi,” pungkasnya.

(bx/wid/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia