Senin, 19 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Politik

Pemberhentian Kicen Tunggu Izin Gubernur

Senin, 07 Aug 2017 10:24 | editor : I Putu Suyatra

TERSANGKUT HUKUM: Anggota DPRD Klungkung, I Wayan Kicen Adnyana.

TERSANGKUT HUKUM: Anggota DPRD Klungkung, I Wayan Kicen Adnyana. (DOK. BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SEMARAPURA - Anggota DPRD Klungkung, I Wayan Kicen Adnyana terancam diberhentikan sementara sebagai anggota legislatif. Ini karena Anggota Fraksi Gerindra DPRD Klungkung itu sudah berstatus terdakwa kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) pembangunan Mrajan Sri Arya Kresna Kepakisan di Dusun Anjingan, Desa Getakan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung.

Sekretaris DPRD Klungkung, I Wayan Sudiarta kepada Bali Express (Jawa Pos Group) mengatakan, pemberhentian sementara Kicen sebagai legislator tinggal menunggu surat izin dari gubernur Bali.

“Kalau sudah menjadi terdakwa, diberhentikan sementara,” terang Sudiarta.

Pemberhentian sementara anggota dewan lantaran berstatus terdakwa itu, sebut Sudiarta mengacu PP 16/2010 tentang Tata Tertib DPR. Melalui sambungan telepone, Sudiarta mengatakan usulan pemberhentian sementara Kicen sudah dikirim ke Gubernur Bali, melalui Bupati Klungkung, Jumat (4/8) lalu. Surat yang dikirim ke gubernur itu berdasarkan surat balasan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Klungkung, yang menyatakan bahwa Kicen sudah resmi terdakwa.

“Alurnya begini, kami (sekretariat dewan) bersurat ke Kejari Klungkung. Kemudian dibalas bahwa menyatakan Pak Kicen sudah terdakwa. Surat balasan itu dipakai acuan bersurat ke gubernur,” beber Sudiarta.

Ketika Kicen sudah resmi diberhentikan sementara, maka hanya berhak menikmati gaji pokok. Sedangkan semua tunjangannya selaku anggota dewan dipangkas hingga ada keputusan lebih lanjut setelah kasus hukumnya memiliki kekuatan hukum tetap (incracht). “Apakah nanti PAW atau bagaimana, itu nanti,” jelas Sudiarta. Berapa gaji pokok Kicen? “Kalau itu saya tidak tahu rinci. Itu teknis,” pungkasnya.

Koran ini sempat konfirmasi ke Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Klungkung, I Komang Gede Ludra melalui sambungan telepone. Hanya saja belum ada respon dari politikus Partai Hanura itu. Terdengar nada sambung, namun tak dijawab. “Kari rapat (masih rapat). Ampura,” demikian pesan yang dikirim Ludra.

Sekadar diketahui, Kicen menjadi pesakitan di Pengadilan Tipikor Denpasar lantaran diduga terlibat kasus korupsi pembangunan Mrajan Sri Arya Kresna Kepakisan di Dusun Anjingan, Desa Getakan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung. Kasus tersebut juga menyeret dua orang anak kandung Kicen. Yakni Ketut Krisnia Adiputra, dan Ni Kadek Endang Astiti. 

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia