Kamis, 24 Jan 2019
baliexpress
icon featured
Balinese

Lupa Matur Piuning, Ribuan Ikan di Kolam Taman Mumbul Menghilang

10 September 2017, 08: 57: 38 WIB | editor : I Putu Suyatra

ASRI : Kolam air yang luas dan  asri di Taman Mumbul, Sangeh, suguhkan pemandangan lain yang bikin suasana damai.

ASRI : Kolam air yang luas dan asri di Taman Mumbul, Sangeh, suguhkan pemandangan lain yang bikin suasana damai. (AGUS YULIAWAN/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, ABIANSEMAL - Di Taman Mumbul ada kolam yang cukup besar, terdapat beragam jenis ikan.Tempat ini  dulunya dibuka sebagai tempat memancing untuk masyarakat. Oleh karena sudah menjadi tempat yang disucikan, memancing tidak lagi diizinkan  di tempat ini. 

Taman Mumbul adalah tempat rekreasi yang sebagian besar wilayahnya adalah telaga atau kolam. Keberadaan ikan-ikan tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk sekadar memberi makan dan memancing. Sehingga banyak masyarakat sekitar mengunjungi tempat ini pada sore hari. "Suasana yang sejuk dan asri menjadi penunjang dipilihnya Taman Mumbul sebagai tempat bersantai," ujar Bendesa Pakraman Sangeh, Ida Bagus Dipayana. 
Dipayana mengatakan, konon banyak kejadian aneh yang dialami dan  diceritakan masyarakat. Mulai dari adanya sinar pada malam hari yang turun tepat pada lokasi Pancoran Solas yang sekarang, sehingga diyakini punya taksu untuk panglukatan. 
Selain itu, kejadian aneh lainya adalah saat telaga atau kolam dikuras oleh warga. 
Saat penutup air dibuka dan air kolam berangsur surut, tiba-tiba ribuan ikan yang ada di telaga sama sekali tidak tampak atau hilang. Tidak diketahui kemana ikan tersebut pindah. Namun, ketika dilakukan  matur piuning (ritual permakluman dan mohon izin ), ikan tersebuit kembali tampak di tengah-tengah telaga. 
Diakuinya, warga lupa melakukan Matur Kuning sebelum menguras kolam. Matur Piuning bagi umat Hindu sangat penting dilakukan sebelum melakukan kegiatan berskala besar, khususnya di Bali. Dipayana menuturkan, dulu,  memancing menjadi kebiasaan warga  sekitar Taman Mumbul. Dan, sampai saat ini masih dipercayai sebuah mitos soal Ikan Gabus memiliki bentuk menyerupai huruf L.  Bila ikan tersebut muncul, para pemancing mempercayai itu  pertanda tidak boleh memancing pada hari itu. "Sebab, pada saat ikan itu muncul di permukaan air telaga, maka siapa pun yang sedang mancing tidak akan mendapatkan ikan sama sekali," beber Dipayana. Tidak diketahui pasti, kenapa terjadi seperti itu, karena ikan Gabus yang dimitoskan itu belum pernah muncul lagi. Di samping itu, tradisi memancing warga di Taman Mumbul juga sudah tidak bisa dilakukan lagi. 

(bx/gus /rin/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia