Rabu, 20 Feb 2019
baliexpress
icon featured
Bali Under The Moon

Gila Dugem, Si Seksi Putri December Kecantol Female DJ

23 September 2017, 09: 51: 06 WIB | editor : I Putu Suyatra

DJ PUTRI: DJ Putri December memiliki kisah unik hingga akhirnya terjun ke dunia DJ. Dia awalnya sangat gemar dugem, hingga akhirnya terjun di dunia DJ.

DJ PUTRI: DJ Putri December memiliki kisah unik hingga akhirnya terjun ke dunia DJ. Dia awalnya sangat gemar dugem, hingga akhirnya terjun di dunia DJ. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, KUTA - Ada banyak kisah dan cerita menarik, tentang kisah seseorang yang tertarik dengan dunia musik elektro dan akhirnya memilih profesi disc jockey (DJ). Mulai dari suka musik atau bahkan berawal dari kecintaan serta hobi dengan musik Elektro Dance Music (EDM).

Bicara soal profesi DJ di dunia musik yang kian digemari para kawula muda ini, Putri Ageng Dwi Purnari Nanda punya cerita unik, terkait dirinya yang jatuh hari dengan dunia DJ.    
Saat diwawancarai koran Bali Express (Jawa Pos Group) usai tampil di panggung Vi Ai Pi Club, beberapa waktu lalu, wanita cantik yang masih menginjak usia muda, 22 tahun ini mengatakan kalau dirinya memang sangat suka dengan musik-musik EDM. Bahkan ia mengaku, kalau dirinya juga suka dengan dunia hiburan malam atau lebih bekennya sering disebut penikmat dugem.

“Sebenarnya sih berawal dari suka dugem. Dan dari situ, aku punya pikiran, gimana caranya menyalurkan kesukaan kita dengan dugem tapi bisa menghasilkan uang?. Nah maka dari sanalah, saya langsung tertarik ingin menjadi seorang female DJ,” jelasnya sambil tersenyum.
Hingga pada akhirnya, perempuan berdarah Palembang ini mulai serius dan mendalami dunia DJ di sekolah DJ, yang dikenal dengan nama Pionner Pro DJ School Bali. Di sekolah DJ inilah, Putri yang akrab disapa mulai belajar lebih banyak tentang menggunakan controller DJ, misalnya mulai dari speed hunting, memixing musik dan lagu, cueing, hingga teknik-teknik memainkan beragam genre musik elektro. “Aku belajarnya lumayan lama, sekitar 7 bulan. Tapi waktu masih 4 bulan belajar DJ, aku udah berani perfomance di Singaraja, tempat pertama saya tampil,” tututnya. Ternyata, lanjut gadis kahiran 19 Desember 1994 ini, belajar nge-DJ hingga paham dengan beragam teknik dan cara memainkan musik elektro ini tidak semudah yang dipikirkan. 
Namun berkat ketekunan serta keseriuasannya untuk lebih mendalami lagi dunia DJ, kini wanita yang lebih ‘moncer’ dengan nama panggungnya sebagai female DJ Putri December sudah mulai dikenal para pecinta dan penikmat musik EDM. Walau tergolong female DJ pendatang baru di tengah pesatnya dunia entertainment Bali sejak pertengahan tahun 2017, nama beken female DJ Putri December ini kian jadi ‘buah bibir’ perbincangan hangat para party people di Bali. Ia pun kerap mendapat panggung dalam acara festival dan kebanjiran job manggung di berbagai tempat hiburan di Bali, mulai dari Vi Ai Pi Club, Pasha, Bounty, Lovina festival, Colour Run Sukawati, Kantin 21, Radio Bali, WBC. “Mungkin karena saya masih baru, jadi tampil terjauhnya  sih baru di Singaraja,” lanjutnya.
Putri yang juga merambah dunia modeling ini mengaku, merasa sangat nyaman dengan profesi barunya ini, sebagai seorang female DJ. Bahkan Putri mengaku, feel dalam bermusik lebih dirasa tepat ketimbang melakoni profesi sebagai seorang model. “sebenarnya, profesi saya sebagai model, kerjaan utama saya sebelum nge-Dj. Dan sampai sekarang juga, masih saya jalani. Tapi kalau ditanya soal kenyamanan, menurut aku lebih asyik DJ dibanding Model,” ungkap penyuka musik bergenre Trap ini. Walau tantangan dan propaganda terkait pandangan negatif sebagian masyarakat tentang seorang female DJ, Putri mengaku tetap konsisten dengan pilihannya. Terlebih soal dirayu para lelaki tatkala tampil di tengah ingar-bingar dunia hiburan malam.  “Pastinya sudah jadi hal lumrah, apalagi saat jadi model. Tapi yang pastinya, saya ngejalaninnya dengan profesional dan sangat bertanggung jawab untuk menjaga diri,” tegasnya.
Ketika ditanya, hal-hal apa saja yang dibutuhkan oleh seorang female DJ, Putri mengaku kalau ada satu rahasianya, yaitu skill. Ia juga tidak mempersoalkan penampilan female DJ yang lebih ‘berani’ soal penampilan atau fashion. Karena, tampil cantik dan berpenampilan seksi itu wajar bagi seorang female DJ. Yang terpenting bisa mengimbangi dengan skill dalam bermusik. “Karena kalau menurut aku, cantik dan seksi itu adalah bonus dari Tuhan dan kalau seksi itu emang suatu hal yang wajar bagi seorang DJ. and no problem,” ungkap Putri. “Pastinya yang dibutuhkan itu seorang female DJ adalah skill yaa. Apalagi dari awal sekolah DJ, aku udah diajarkan untuk benar-benar menjadi DJ dengan skill, bukan DJ karbitan,” tutupnya. 

(bx/vir/art/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia