Kamis, 13 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Balinese

Dapdap Disebut Kayu Sakti, Salah Satunya Mencegah Keguguran, Kenapa?

15 Oktober 2017, 14: 24: 25 WIB | editor : I Putu Suyatra

Dapdap Disebbut Kayu Sakti, Salah Satunya Mencegah Keguguran, Kenapa?

MULTIFUNGSI: Dapdap menjadi kayu yang multifungsi dalam ritual agama Hindu. Dari pohon hingga daunnya dimanfaatkan dalam yadnya dan kehidupan umat Hindu. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, MANGUPURA - Pohon Dapdap selain menjadi lagu “Don Dapdape Lunglung Gading”, juga memiliki sebutan Kayu Sakti. Ternyata tidak salah, memberikan jargon kayu saksi. Karena Pohon Dapdap memiliki fungsi yang sangat banyak bagi kehidupan umat hindu Bali.

Menurut Ida Pedanda Gde Manara Putra Kekeran yang saat walaka bernama IB Sudarsana, kayu dapdap dalam ritual keagamaan Hindu memiliki peranan yang sangat penting. “Hal ini diatur dalam lontar Taru Premana, kayu dapdap disebutkan sebagai kayu sakti karena fungsinya,” jelasnya.

Adapun fungsi dari kayu dapdap yang tertulis dalam Lontar Taru Premana disebutkan berfungsi sebagai penyembuh untuk berbagai jenis penyakit yang menyerang manusia secara mendadak, seperti panas pada tubuh. Bahkan kayu dapdap ini dikatakan juga bermanfaat untuk wanita hamil untuk mencegah keguguran.

Makanya kayu dapdap ini juga disebut sebagai kayu kehidupan. Karena kayu ini mampu menjaga sebuah awal kehidupan. “Dalam Lontar Taru Premana, kayu dapdap ini disebutkan memiliki fungsi untuk mencegah keguguran, sehingga kayu dapdap ini disebut juga dengan kayu yang bisa memberikan kehidupan,” ungkapnya.

Sedangkan dalam fungsi keagamaan, kayu dapdap juga memegang peranan penting, selain digunakan dalam setiap momen upacara keagaaan, kayu dapdap juga menjadi bagian terpenting dalam suatu upacara. Sebab kayu dapdap dianggap sebagai penuntun para Dewa ketika turun ke Bumi dari Kahyangan. Sehingga para Dewa di Kahyangan bisa turun ke dunia dan menyaksikan upacara digelar oleh umat manusia.

Karena fungsinya sebagai penuntun inilah, maka kayu dapdap tidak saja digunakan dalam upacara Dewa Yadnya, tetapi digunakan dihampir seluruh jenis kegiatan upacara. Mulai dari upacara Pitra Yadnya, Butha Yadnya, Rsi Yadnya hingga Manusa Yadnya.

Penggunaan kayu dapdap ini disesuaikan dengan fungsinya yakni sebagai penuntun, sehingga dalam pelaksanaan ritual, kayu dapdap diletakan sebagai penuntun, seperti dalam upacara Pitra Yadnya, kayu dapdap menjadi kayu penuntunan bagi sekah orang yang sudah meninggal. “Ini bertujuan untuk memberikan jalan kepada mereka yang sudah meninggal dunia sehingga bisa mendapatkan jalan yang baik dalam perjalanannya untuk menyatu dengan brahman,” paparnya.

Dalam upacara Dewa Yadnya, fungsi kayu dapdap tidak saja digunakan sebagai penuntun dalam banten penuntun, namun kayu dapdap juga memiliki fungsi penting lainnya, seperti digunakannya kayu dapdap dalam banyak jenis banten, seperti tegen-tegenan dan lain sebagainya.

Meskipun kayu dapdap dikatakan sebagai kayu sakti, tetapi dalam penggunaannya tidak bisa digunakan secara sembarangan. Karena ada cara penggunaan kayu dapdap sehingga bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Adapun penggunaan kayu dapdap adalah dengan menggunakan kayu yang memiliki tiga cabang pada ujungnya. “Adapun makna dari tiga cabang ini adalah sebagai simbol dari Tri Murti, yakni tiga manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa sebagai pencipta, pemelihara serta pelebur melalui fungsi pralinanya,” urai Ida Nak Lingsir.

Selain fungsinya sebagai penuntun Dewa- Dewi dari Kahyangan untuk turun ke dunia, fungsi lain dari kayu dapdap adalah sebagai sarana pembersihan. Namun untuk ritual pembersihan ini, yang digunakan bukan kayu dapdapnya, tetapi daun dapdap.

Penggunaan dari daun dapdap ini sebagai sarana pembersihan melalui ritual tepung tawar yang menggunakan daun dapdap sebagai salah satu bagian dari sarana upacara. “Ritual tepung tawar ini biasanya dilakukan sebelum upacara piodalan dimulai, tujuannya adalah membersihkan sarana dan prasarana upacara sebelum dilakukan upacara inti,” urainya lebih lanjut.

Kegunaan daun dapdap juga sama pentingnya dengan kayu dapdap, karena selain digunakan dalam ritual tepung tawar, daun dapdap juga memegang peranan penting dalam proses pemlaspasan rumah/bangunan baru. Baik itu bangunan suci maupun bangunan untuk tempat tinggal.

Karena daun dapdap yang digunakan untuk membuat sasap (daun dapdap yang ditempeli dengan janur dan diikatkan pada bangunan yang akan diplaspas) ini memiliki fungsi sebagai penanda jika bangunan yang akan diplaspas sudah layak untuk diberikan ritual, karena sudah melalui proses penyucian melalui sasap dan tepung tawar. 

(bx/art/gek/bay/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia