Rabu, 24 Apr 2019
baliexpress
icon featured
Balinese

Sering Dicari Makhluk Misterius, Balian Wayan Orti hanya Berserah

27 Oktober 2017, 08: 20: 59 WIB | editor : I Putu Suyatra

Sering Dicari Makhluk Misterius, Balian Wayan Orti hanya Berserah

BALIAN: Jero Balian Ni Wayan Orti setiap hari harus ada di rumah di Banjar Tagtag, Sibanggede, Badung, agar yang datang tak kecele. (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, ABIANSEMAL - Menjadi seorang Balian tidak gampang. Silih beganti bisa dapat sembuhkan penyakit. Namun, ada juga  menyerang secara niskala karena dianggap sakti. Padahal, sembuh, sakit, dan meninggal itu adalah karma  setiap orang. Hal tersebut diungkapkan salah satu Jero Balian, Ni Wayan Orti kepada Bali Express (Jawa Pos Group) di Banjar Tatag, Sibanggede, Abiansemal, Badung, baru baru ini.

Menolong orang yang sakit secara non medis (niskala), tidak setiap orang bisa. Seseorang harus memiliki kemampuan supra, baik dengan indra keenam atau dengan kekuatan lain yang diberkati Tuhan. Pemilikan power seperti itu di Bali dinamai dengan Balian, seperti yang dilakukanJero Balian, Ni Wayan Orti dari Banjar Tatag, Sibanggede, Abiansemal, Badung.

Orti mengaku terketuk hatinya untuk dapat membantu sebisa mungkin seorang yang datang ke rumahnya. Walaupun semua itu ia serahkan kepada sasuhunan yang diiringnya. Hal itu dia lakukan karena sudah pernah merasakan sakit sebelumnya. Bahkan, setiap Balian ia datangi, agar dapat diberikan jalan untuk sembuh.

Berawal dari mulut ke mulut, bahkan dari petunjuk batin, seperti dalam mimpi, pamedek sendiri datang nunas tamba (mohon obat) ke rumahnya. Bahkan, sempat ada seorang yang akan berobat , namun tidak bisa memasuki areal rumahnya. Karena ada yang mengikuti secara niskala dan tidak diberikan jalan untuk berobat. "Bisa saja karena sakit oleh aji ugig (ilmu yang disalahgunakan), sehingga ketika matamba sampai di depan, balik lagi karena ada yang mengalihkan pikirannya saat itu," ungkap wanita asli Angantaka tersebut.

Dikarenakan sudah jodoh, lanjutnya,   keesokan harinya mereka datang kembali untuk nunas tamba dengan lancar. Orti juga mengaku, tidak jarang dihampiri oleh orang bersisik besar misterius pada malam hari, dan juga berujud seperti api yang melayang-layang.

Ia mengatakan, semua itu merupakan tanda ada orang yang tidak suka dengan dirinya. Makhluk misterius itu kebanyakan perwujudan dari orang yang membuat sakit pada pasien yang disembuhkan Orti. “Hal itu kan sudah biasa, orang lain yang mengisi sakit dan saya yang menghilangkan. Sehingga, mereka yang membuat sakit tidak mau kalah, maka mereka datang  mencari saya di kepetenge (malam hari),” ungkapnya.

Karena sudah ada pertanda mahkluk seperti itu, dirinya langsung pergi ke palinggih dan mohon doa agar diberikan keselamatan dan terhindar dari makhluk misterius tersebut. "Orang saya tidak ada minta jadi Jero Balian, kalau ada apa-apa saya serahkan saja langsung kepada yang memilih saya ngiring ini," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama,  suami Orti, I Wayan Gede Sudiarta  menceritakan, setiap orang yang akan melaksanakan suatu upacara manusa yadnya, menikah atau potong gigi, pasti ada saja yang mohon bantuan.Dalam artian, agar disengker (di pagar gaib) halaman rumah mereka agar terhindari dari hal yang negatif, jika ada yang berkeinginan untuk merusak kegiatan upacara tersebut.

Orti mengaku dengan mohon dari palinggih di rumah tempat ia ngiring, dan memberikan berupa tirta yang berasal dari air laut untuk manyengker (membentengi)  pekarangan tersebut. "Karena tidak boleh ke tempat pelaksanaan manusa yadnya, sehingga istri saya hanya memberikan panyengker tersebut dari rumah. Agar pelaksanaan upacaranya berjalan tanpa ada yang mengganggu secara niskala," terang Sudiarta. 

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia