Senin, 19 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Sportainment

Tekuk Juku Eja, Bali United “Dikepung” Suporter PSM

Senin, 06 Nov 2017 22:43 | editor : I Putu Suyatra

Tekuk Juku Eja, Bali United “Dikepung” Suporter PSM

USAI PERTANDINGAN: Petugas mengevakuasi Pemain Bali United usai laga lanjutan Liga 1 Gojek Traveloka, di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Sulsel, Senin (6/11). (MUHAMMAD IDHAM AMA/FAJAR/JPG)

BALI EXPRESS, MAKASSAR - Sebuah drama terjadi di Stadion Andi Mattalata, yang menjadi markas tuan rumah PSM Makassar. Pertarungan dua tim teratas ini berakhir dengan skor 0-1 untuk kemenangan tim tamu, Bali United. Tragisnya, gol itu dicetak gelandang Bali United, Stefano Lilipaly saat injury time (menit ke-94). Gol itu sekaligus membungkam tuan rumah Juku Eja –julukkan PSM.

Gol Lilipaly itu tercipta berkat umpan silang legenda baru sepak bola Indonesia, Sylvano Comvalius. Padahal, keduanya sempat melakukan aksi memalukan karena terlibat baku pukul pada babak pertama akibat ketegangan para pemain menghadapi duel penting ini. Sayang usai pertandingan, Bali United “dikepung” supporter tuan rumah sehingga cukup lama bertahan di ruang ganti. Bahkan, hingga berita ini ditulis, Bali United belum bisa keluar stadion.

Sebelum gol itu tercipta, dua pemain Bali United Stefano Lilipaly, terlibat baku hantam dengan rekan satu timnya, Sylvano Comvalius. Kejadian itu terekam saat Bali United menantang PSM Makassar pada pekan ke-33 Liga 1 2017 di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin malam (6/11).
Awal kejadian itu bermula ketika Lilipaly mendapatkan peluang emas lewat serangan balik cepat ke pertahanan PSM Makassar pada menit ke-40. Pemain timnas Indonesia, itu memilih langsung melepaskan tendangan jarak jauh dari luar kotak penalti.

Namun, tendangannya masih melambung jauh. Merasa kesal, Sylvano Comvalius yang berada pada posisi terbuka ini merasa sangat geram karena tidak berbagi bola. Pemain bernomor punggung 99 itu langsung mendatangi Lilipaly dan keduanya saling mencekik. Terlihat juga, Comvalius langsung memukul dengan menggunakan tangan kirinya. Tidak terima, Lilipaly juga langsung melayangkan tangannya ke kepala Comvalius.

Akan tetapi, perkelahian itu tidak berlangsung lama, karena keduanya sukses tampil apik dan membawa kemenangam bagi Bali United di menit-menit akhir. Lilipaly langsung memanfaatkan peluang dan langsung mencetak gol, berkat assist dari Comvalius. Sukses mencetak gol, Lilipaly langsung mendekati Comvalius dan berpelukan.

Kemenangan ini menguntungkan Bali United yang di laga terakhirnya hanya akan menghadapi Persegres Gresik United, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Minggu mendatang (12/11). Sementara itu, PSM masih harus menghadapi duel dengan pesaing perebut gelar juara Liga 1 lainnya yakni Madura United di pekan terakhir.

Keadaan semakin menguntungkan buat Bali United karena salah satu pesaing lainnya yakni Bhayangkara FC masih akan menghadapi tuan rumah Madura United pada pekan ke-33 dan Persija Jakarta pada pekan ke-34.

Kemenangan ini juga membawa Bali United mampu menduduki posisi pertama di klasemen sementara Liga 1 dengan meraup 65 poin. Sementara itu, keuntungan bermain di depan puluhan ribu pendukungnya, tim berjuluk Juku Eja tetap tertahan di posisi ke-3 dengan mengoleksi 62 poin.

Sementara itu, jalannya pertandingan berlangsung cukup ketat. Mengawali babak pertama, pelatih kepala Bali United, Widodo C. Putro menerapkan skema formasi permainan bertahan 4-3-3. Pelatih PSM, Robert Rene Albert pun memasang formasi menyerang dengan skema 4-2-3-1. Peluang untuk membobol gawang dari Bali United terlihat pada menit ke-31 lewat tendangan Marc Anthony Klok. Beruntung tendangan itu berhasil ditepis oleh Wawan Hendrawan.
Bali United terus tertekan, bahkan tidak ada sedikit pun kesempatan bagi M. Taufiq dkk untuk melakukan counter attack. Bahkan, Stefano Lilipaly dan Sylvano Comvalius sempat melakukan tindakan memalukan. Keduanya saling pukul dan saling menyalahkan satu sama lain.

Di menit ke-44, peluang PSM Makassar kembali terjadi lewat heading Hamka Hamza. Namun lagi-lagi, sang kiper begitu sigap mengamankan sarangnya. Skor babak pertama tidak berubah, masih imbang 0-0.

Memasuki babak kedua, duel seru untuk memperebutkan tahta kemenangan kembali terjadi. Tim tuan rumah Bali United kembali tertekan. Perombakan pemain mulai dilakukan Widodo C. Putro dengan memasukan Ngurah Nanak, Fadhil Sausu, dan Hasim Kipuw menggantikan posisi Ahn Byung Koen, Sukadana, dan Dias Angga Putra.

Skema permainan Bali United terlihat pada posisi bertahan, sementara, PSM Makassar terus memberi tekanan. Kerja keras kiper Bali United, Wawan Hendrawan, terlihat mendapat banyak penyelamatan. Dan sepertinya, Dewi Fortuna masih berpihak pada tim Bali United.

Hingga di menit tambahan waktu, ribuan penonton tercengang dengan hasil kerja keras para pemain Bali United yang mampu membobol gawang tim tuan rumah yang dijaga ketat oleh Rivky Mokodompit.

Gol pun tercipta atas permainan apik antara Sylvano Comvalius yang memberi umpan kepada Stefano Lilipaly. Peluang itu pun dimanfaatkan Lilipaly dan gol tercipta 0-1 bagi Bali United.

Pada menit ke-94, Comvalius dan Lilipaly yang sebelumnya berseteru di babak pertama ini, ternyata menjadi mimpi buruk bagi PSM Makassar. Karena kerja sama dua pemain asal Belanda, ini mampu membawa kemenangan bagi Bali United.
Kemenangan Serdadu Tridatu ini langsung memantik kemarahan supporter tuan rumah. Informasi yang didapat bahwa para suporter setia PSM Makassar mengamuk dikarenakan kekalahan tim kebanggaannya. Bahkan setelah gol yang dicetak Lilipaly, penonton di Stadion Andi Mattalata atau Stadion Matoangin melempari bench Bali United dengan botol air mineral. Hal ini membuat pengamanan bersikap cepat dengan langsung mengamankan para pemain, tim pelatih dan ofisial BU.

Hingga berita ini dinaikkan, belum ada statement dari pelatih kedua tim atas hasil pertandingan tersebut. Sebab, tim Bali United dikepung dan tidak bisa keluar dari ruang ganti. 

(bx/vir/yes/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia