Rabu, 20 Feb 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Pemuda Asal Munduk Bestala Kemas Tuak Bernilai Lebih Tinggi

27 Desember 2017, 20: 19: 48 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pemuda Asal Munduk Bestala Kemas Tuak Bernilai Lebih Tinggi

TIDAK BIKIN MABUK: Tuak (air Aren ) dikembangkan menjadi Tuak Manis dan memiliki ekonomis lebih tinggi serta tidak bikin mabuk. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SINGARAJA -  I Putu Ariyawan tengah mengembangkan Tuak (air Aren, Red) menjadi lebih sehat dan aman dikonsumsi tanpa harus khawatir mabuk. Karena memiliki cita rasa manis yang baik untuk kesehatan. Bahkan, tuak manis baik yang dikreasikan ini sangat baik dikonsumsi penderita diabetes. Pasalnya kandungan glukosa menjadi lebih rendah dari kandungan glukosa pada tebu.

Pemuda asal Desa Munduk Bestala, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng ini sedang menekuni bisnisnya menjual tuak manis. Meski tergolong minuman tradisional, namun peminat minuman ini tergolong tinggi. Yang jelas, tuak manis yang ia kembangkan bukan seperti tuak pada umumnya, yang bikin mabuk, kalauberlebihan dikonsumsi.

Ariyawan menerangkan, bahan baku pembuatan Tuak Manis dan tuak wayah (lau) dari nira pohon aren. Nira aren yang baru dipanen tanpa dilakukan pengolahan inilah yang menjadi tuak manis. Sedangkan nira yang sudah wayah kandungan alkoholnya menjadi tinggi.

“Tuak manis yang saya buat dijamin keasliannya, karena setelah dipanen hanya dilakukan penyaringan setelah itu baru dikemas,” paparnya.

Pemuda ini menyebut, kualitas Tuak Manis sangat tergantung dari kualitas pohon aren. Sehingga tidak semua nira aren itu bisa dijual menjadi tuak manis. Menariknya, pria yang juga mengajar di SMA Negeri 1 Singaraja ini mengaku a mengkemas tuak manis semakin inovatif untuk menyiasati merosotnya harga gula aren.

“Kalau membuat dua kilogram gula aren dibutuhkan sekitar 30 liter nira aren. Padahal harga jual gula arena berkisar antara Rp 30 ribu-Rp 35 ribu per kilogram. Akan tetapi jika diolah menjadi Tuak Manis tiap botol kemasan bisa dijual Rp 6 ribu. Jadi lebih menguntungkan kalau dikemas menjadi tuak manis, daripada gula aren,” tuturnya. 

(bx/dik/ima/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia