Senin, 19 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Enjoy Bali

Pasar Kedonganan, Bukan Sekadar Pasar Ikan

Jumat, 12 Jan 2018 19:15 | editor : I Putu Suyatra

Pasar Kedonganan, Bukan Sekadar Pasar Ikan

KEDONGANAN : Pasar Ikan Kedonganan jadi objek wisata menarik karena wisatawan bisa menyantap langsung ikan yang dibeli. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, KEDONGANAN - Berwisata ke Bali bagian selatan hal pertama yang didapat  adalah suasana pantai dengan pasir putihnya. Hal khas lainnya yg tak jauh dengan.urusan pantai adalah menu makanan berrbahan dasar ikan.

Ingin menikmati menu olahan ikan di kawasan Bali Selatan ini, wisatawan tidak perlu susah. Pasalnya, di kawasan ini terdapat ratusan restoran yang menyediakan olahan ikan segar, mulai dari restoran bintang lima, sampai rumah makan yang ada di pinggir pantai.


Namun, di kawasan Desa Kedonganan, ada satu destinasi kuliner yang menarik  dikunjungi, yakni Pasar Ikan Kedonganan. Meskipun namanya pasar ikan, namun di tempat ini, wisatawan tidak harus membeli ikan untuk dibawa pulang , namun  bisa sekaligus menikmati ikan yang dibeli. Di pasar ikan ini ada jasa mengolah ikan, sehingga wisatawan bisa menikmati ikan segar yang dipilih sendiri.


Made Sudana, seorang pengelola tempat jasa bakar ikan di Pasar Ikan  Kedonganan mengatakan,  minat wisatawan untuk menikmati olahan sea food di Pasar Ikan Kedonganan sangat tinggi karena wisatawan bisa memilih sendiri ikan yang ingin dinikmatinya.

Pasar Kedonganan, Bukan Sekadar Pasar Ikan

(ISTIMEWA)

Bagi wisatawan yang ingin datang ke Pasar Ikan Kedonganan, lanjut Sudana, tidak perlu khawatir, karena akses transportasi sudah ramai. Selain itu, pelaku wisata di Bali rata-rata sudah mengetahui lokasi pasar ikan ini.


“Tidak ikan saja, di pasar ini juga terdapat beragam jenis menu sea food lainnya, seperti udang, cumi-cumi, lobster, hingga kepiting,” lanjutnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group) pekan kemarin.
Setelah ikan dipilih, wisatawan bisa langsung membawa ikan ke jasa bakar untuk  dibersihkan dan diolah sesuai dengan permintaan.  Sudana mengatakan, pengunjung bisa memilih beberapa jenis olahan, mulai dari dibakar, digoreng hingga dimasak asam manis.


Tidak perlu menunggu lama, karena jasa bakar ikan yang ada di areal pasar ini bisa menyajikan ikan bakar dalam waktu kurang dari 30 menit. “Rata-rata waktu yang kami perlukan untuk menyajikan olahan ikan adalah 15 menit dari proses membersihkan ikan sampai mengolahnya, ” urainya.


Ikan bakar  yang disajikan di Kedonganan ini disajikan dengan bumbu khas Bali.   Rata-rata jasa pengolahan di pasar ikan ini memiliki bumbu khas lyang digunakan sebagai bumbu bakarannya. Seperti  jasa bakar yang dikelola Sudana dengan  bumbu khas Jimbaran yang menggunakan bumbu Bali atau basa genep ( bumbu lengkap). Penggunaan basa genep ini,-lanjut  Sudana, sangat cocok dipadukan dengan beragam jenis makanan laut segar. “ Bumbu basa genep menggunakan beragam jenis rempah-rempah, sehingga bisa menghilangkan amis pada ikan dan makanan laut lainnya,” paparnya.


Bersantap di jasa bakar ini, wisatawan tidak perlu khawatir, karena jasa bakar di Pasar Ikan  Kedonganan sudah menyajikan ikan yang dibeli wisatawan lengkap dengan nasi dan sambal beserta minuman yang bisa dipilih.


Minuman yang disajikan adalah rata-rata minuman simple, seperti air mineral, soft drink dan kelapa muda utuh. “Untuk minuman yang paling laku adalah kelapa muda  utuh, karena jenis minuman ini sangat cocok disajikan ketika menikmati seafood,” tambahnya. 

Wisatawan Minta Wisata Pasar Ikan Dikembangkan
Wisatawan Minta Wisata Pasar Ikan Dikembangkan

(ISTIMEWA)

Diakui Sudana, wisata Pasar Ikan Kedonganan saat ini memang menjadi destinasi favorit bagi wisatawan.
Sebelum terkenal seperti saat ini,  pasar ikan ini merupakan pasar ikan yang hanya menjual ikan. “Ikan yang dijual di pasar ikan ini tidak saja ikan yang dihasilkan oleh nelayan di Desa Kedonganan, namun juga berasal dari kapal ikan yang merapat di Pantai Kedonganan,” ungkapnya.


Selain dikunjungi oleh pengusaha kuliner yang ingi membeli ikan, ternyata tempat ini juga sering dikunjungi wisatawan. Pada awalnya yang datang, lanjut   Sudana, hanya membeli ikan, lama-lama wisatawan ini ingin menikmati langsung ikan  yang dibelinya di pasar ikan.


Karena ramainya permintaan ini, maka beberapa pengelola pun menyediakan jasa pengolahan ikan. “Awalnya jasa pengolahan hanya ada beberapa, dan yang ingin mengolah ikannya di lokasi hanya wisatawan lokal saja,” ungkapnya.


Namun, seiring berjalannya waktu, pasar ikan ini menjadi destinasi favorit tidak saja bagi wisatawan lokal, namun juga wisatawan asing, khususnya wisatawan asal Tiongkok.


Soal harga, rata-rata ikan segar yang disediakan di pasar ikan ini dibanderol dengan harga Rp 25 ribu per kilogram, sedangkan untuk kerang mulai dari Rp 10 ribu per kilogram, cumi-cumi dan udang mulai dari Rp 65 ribu per kilogram, lobster mulai dari Rp 125 per kilogram.


Sedangkan untuk jasa bakar, harga yang dipatok mulai dari Rp 15 ribu per kilogram sampai dengan Rp 35 ribu per kilogram, sudah termasuk nasi putih dan sambal. “Untuk minuman, kami jual terpisah, sesuai dengan jenis minuman yang dipesan pelanggan,” paparnya.

(bx/gek/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia