Senin, 19 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Bisnis

Tahun 2018 Asuransi Nelayan Bersifat Mandiri, Premi Rp 175 Ribu/Tahun

Senin, 22 Jan 2018 11:35 | editor : I Putu Suyatra

Tahun 2018 Asuransi Nelayan Bersifat Mandiri, Premi Rp 175 Ribu/Tahun

MANDIRI: Asuransi nelayan tahun ini harus bayar sendiri. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SINGARAJA-Dinas Kelautan Kabupaten Buleleng mengklaim sebanyak 3.571  nelayan di Buleleng sudah tercover Bantuan Premi Asuransi Nelayan (BAPN). Asuransi dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara gratis tersebut sudah diberikan kepada nelayan sejak tahun 2016 dan tahun 2017. Asuransi tersebut sesuai dengan payung hukum peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18 Tahun 2016.

Kepala Dinas Kelautan Buleleng Made Arnika menyebut, khusus di tahun 2016 saja, sebanyak 1.800 nelayan di Buleleng sudah tercover asuransi dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kemudan di tahun 2017 sebanyak 1.771 nelayan mendapat asuransi.

“Total neyalan di Buleleng sekitar 5300 jiwa. Khusus di tahun 2016 sudah direalisasi tahap sebanyak 1.800 orang nelayan. Sedangka di tahun 2017 sebanyak 1.771 orang nelayan.  Sehingga total nelayan yang sudah tercover asuransi sekitar 3.571 jiwa” ujar Arnika yang dikonfirmasi melalui saluran telepon, Minggu (21/1) kemarin.

Lalu bagaimana dengan nelayan lain yang belum tercover asuransi? Arnika menjelaskn sebanyak 1.729 nelayan yang belum tercover asuransi karena terkendala faktor umur. Sebab, dari persyaratan nelayan yang boleh menerima asuransi tersebut maksimal berusia dibawah 65 tahun. ”Yang belum punya asuransi itu karena terkendala umur. Jumlahnya juga sekitar 1.700 orang” beber Arnika.

Bila sudah tercover asuransi tersebut, maka nelayan berhak mendapat santunan kecelakaan akibat aktivitas penangkapan ikan di laut. Per orang berhak mendapatkan santunan sebesar Rp 160 juta apabila meninggal dunia, Rp 100 juta apabila cacat tetap dan Rp 20 juta untuk biaya pengobatan.

“Klaim asuransi khusus di tahun 2017 itu mencapai 22 kasus dengan besaran klaim yang beragam. Mulai dari Rp 1,7 juta hingga Rp 160 juta. kalau meninggal dunia paling banyak di tahun 2017 lalu, hingga 18 klaim” pungkasnya.

Rupanya di tahun 2018 Dinas Kelautan tidak lagi bisa melakukan pengusulan asuransi gratis. Namun pemerintah menggulirkan asuransi berbayar dari Jasindo yang sifatnya mandiri. Nelayan pun diharapkan mengikuti program asuransi dengan nilai premi Rp 175 ribu per tahun untuk tiap nelayan.

Sedangkan Bantuan Premi Asuransi Nelayan (BPAN) yang pernah digulirkan oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan secara gratis hanya berlaku selama setahun untuk tiap nelayan. Jadi apabila masa berlaku asuransi sudah habis, maka nelayan boleh ikut asuransi secara mandiri dari Jasindo.

“Untuk di tahun 2018 tidak ada lagi pengusulan asuransi nelayan yang gratis. Tapi diganti dengan Asuransi Jasindo yang sifatnya asuransi mandiri. Preminya hanya Rp 175 ribu tiap tahun per nelayan. Sebelumnya asuransi nelayan dengan premi gratis kan sifatnya untuk merangsang agar mau ke asuransi mandiri. Nah bagi nelayan yang sudah menikmati asuransi gratis tetapi masanya sudah satu tahun ya bisa ikut asuransi mandiri,” imbuh Arnika.

Pihaknya pun mengaku akan melakukan sosialisasi asuransi mandiri ini ke nelayan mulai Februari mendatang. “Kita akan sosialisasikan lagi ke nelayan di Buleleng. Kami di Dinas Kelautan hanya sifatnya memfasilitasi. Sedangkan yang memberikan sosialisasi dan penjelasan nanti akan dilakukan dari pihak Jasindo. Biar nelayan tidak salah kaprah” tutupnya. 

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia