Minggu, 21 Apr 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Puluhan Disabilitas Ikuti Lomba Utsawa Dharma Gita

15 Februari 2018, 08: 19: 28 WIB | editor : Hakim Dwi Saputra

Perlombaan Utsawa Dharma Gita

TOTALITAS: Penyandang disabilitas mengikuti perlombaan Utsawa Dharma Gita di Wantilan Ayodya Art Centre, Denpasar Rabu kemarin (14/2). (AGUNG BAYU)

BALI EXPRESS, DENPASAR – Perlombaan Utsawa Dharma Gita kini tak lagi memandang batas kemampuan dan bagi ornag normal saja. Namun bagi penyandang disibalitas juga diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya dalam perlombaan tersebut. Kegiatan itu dilakukan di Wantilan Ayodya Art Centre dengan jumlah peserta 55 orang yang berasal dari seluruh Bali.

 Ditemui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, AA.Ayu Diah Kurniawati menjelaskan perlombaan itu dilakukan yang ke 12. Sebab Utsawa tersebut memang dilaksanakan setiap tahunnya dalam rangka perayaan HUT Kota Denpasar. “Perlombaan ini diikuti oleh yayasan dan persatuan tuna netra seluruh Bali. Sedangkan pesertanya 55 orang, terdiri atas 35 orang mengikuti perlombaan sekar alit dan 10 pasangnya lagi sekar agung,” jelasnya ketika diwawancarai Bali Express (Jawa Pos Group) di Denpasar Rabu kemarin (14/2).

 Agung Diah juga menerangkan semua peserta diberikan fasilitas berupa hotel untuk menginap, karena segala persiapan dilakukan dengan sangat matang. Dalam persiapannya, ia mengatakan sudah sejak awal Januari berawal dari pengiriman surat dan mempersiapkan teknisnya. Bahkan kematangan setiap persiapan perlu dilakukan lebih awal.

 Dalam kesempatan itu, dirinya mengungkapkan perlombaan itu memang dilakukan oleh Dinas Sosial Kota Denpasar. “Untuk juaranya kita siapkan juara umum satu sampai tiga dan juara satu akan mendapatkan piala bergilir. Di samping itu perlombaan hari ini juga sebagai memancing dan membangun Dinas Sosial maupun yayasan tuna netra agar bangkit dalam pengembangan tradisi budaya,” jelas ibu empat anak tersebut.

 Ia juga berharap dalam perlombaan yang dilakukan sehari tersebut mampu meningkatkan kreativitas penyandang cacat. Sedangkan juri yang menilai perlombaan itu Agung Diah mengaku berasal dari unsur kebudayaan dan Dosen yang berkopetensi di bidangnya. Bahkan perlombaan itu dibuka oleh Kapala Dinas Sosial, pengakuannya rencana dibuka oleh Wali Kota dan berhalangan hadir menjadi hanya perwakilan saja. 

 Pada tempat yang sama, salah stau peserta yang mengaku bernama I Ketut Subrata mengaku sudah lima kali mengikuti lomba. Bahkan dia sempat dua kali juara, yakni juara satu dan dua. “Selama ini saya baru ikut lima kali saja, itupun saya juara satu dan juara dua. Padahal belajarnya hanya melalui pendengaran maka saya coba-coba menirukan, dan tertarik untuk ikut perlombaan yang memang khusus untuk penyandang disibalitas,” terang pria asli Denpasar tersebut.

 Sedangkan perlombaan kali ini dia berharap agar mampu mendapatkan juara kembali. Di samping itu memang karena rejeki menurutnya pasti akan mendapatkan juara sesuai usaha yang dilakukan. Pria yang bergabung ke dalam yayasan bhakti senang hati itu mengaku bersama enam temannya mengikuti perlombaan kali ini dilakukan. Di mana ia hanya mengikuti perlombaan pada sekar alitnya saja.

(bx/ade/aim/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia