Minggu, 21 Apr 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Rayakan Kartini, JBTAC Selenggarakan Gladen Ageng

22 April 2018, 19: 10: 02 WIB | editor : I Putu Suyatra

Rayakan Kartini, JBTAC Selenggarakan Gladen Ageng

LOMBA: Peserta Gladen Ageng Jemparingan JBTAC di Lapangan Panahan Istana Jepun Bali, Denpasar, Minggu (22/4). (KUSUMA YONI/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Dalam rangka memeriahkan Hari Kartini yang jatuh pada hari Sabtu lalu, Jepun Bali Traditional Archery Community (JBTAC), menyelenggarakan Gladen Ageng  Jemparingan JBTAC, Minggu (22/4) di lapangan panahan tradisional Istana Jepun Bali, Denpasar.

Penasehat JBTAC AA Anom Giri mengatakan Gladen Ageng atau perlombaan ini merupakan bagian dari perayaan hari Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April. Dalam lomba ini, peserta putri mendapatkan hadiah khusus dari pihak penyelenggara. “Untuk Gladen atau perlombaan kali ini, diselenggarakan dalam rangka memperingati hari Kartini, yang jatuh pada Sabtu lalu,” jelasnya.

Selain itu, perlombaan ini juga bertujuan untuk memberikan motivasi kepada peserta khususnya kategori anak dalam mengikuti berbagai kejuaraan baik tingkat lokal maupun tingkat nasional. Selain itu, melalui lomba ini, juga bisa menjadi ajang evaluasi bagi para pelatih terkait materi pelatihan yang sudah diberikan selama ini.

Dewa Susila, Ketua JBTAC menambahkan  jika lomba kali ini merupakan salah satu upaya pihaknya untuk melestarikan panahan tradisional, sekaligus berkomitmen penuh memperkenalkan panahan tradisional ke seluruh Bali. “Kami manfaarkan momen hari kartini ini sebagai perjuangan ini baru titik awal untuk mengangkat panahan tradisional bukan sekadar olahraga rekreasi tapi sebagai olahraga prestasi yang juga mampu membentuk nilai-nilai dan karakter adiluhung anak bangsa,” ungkapnya.

Gladen Ageng ini dibagi menjadi lima kategori. SD A (kelas1-3) jarak 10 m, SD B (kelas 4-6) jarak 20 m, SMP jarak 20 m, umum jarak 30 m serta kategori beregu yang terdiri dari dua pemanah. Hadiah khusus diberikan untuk regu putri saja sebagai apresiasi Hari Kartini.

Ada dua target yang dibidik pemanah, yakni sepuluh rambahan pertama membidik face target dan sepuluh rambahan kedua membidik bandulan. Tiap rambahan menggunakan empat anak panah. Pemanah yang menjadi juara selain mendapatkan piala, piagam, dan bingkisan, juga mendapat uang pembinaan

Gladen Ageng diikuti 67 pemanah tradisional yang terdiri dari 39 pemanah putra dan 28 pemanah putri. Mereka  berasal dari berbagai komunitas panahan tradisional di Bali. Ada satu peserta dari Solo yang ikut memeriahkan event yang juga dirangkaikan dengan peresmian fasilitas latihan baru di Istana Taman Jepun ini. 

(bx/gek/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia