Senin, 25 Mar 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Merit System Belum Jalan, Polri Diminta Contoh TNI

20 Agustus 2018, 10: 37: 08 WIB | editor : I Putu Suyatra

Merit System Belum Jalan, Polri Diminta Contoh TNI

Kapolri Jenderal Tito Karnavian (jawapos.com)

BALI EXPRESS, JAKARTA - Polri yang memutasi sembilan kapolda membuat harapan kinerja Polri akan membaik dengan kebijakan tersebut. Namun, sayangnya peluang itu kecil mengingat merit system belum berjalan. Belum jelas siapa terpilih menduduki jabatan tertentu karena kemampuannya atau lainnya.

Pengamat Kepolisian Bambang Rukminto menuturkan, dalam mutasi beberapa waktu lalu diketahui bahwa ada yang menjabat kapolda tipe A, namun sayangnya belum pernah menjadi kapolda tipe B. Padahal, dalam Polri memang terdapat tradisi yang baik. ”Dimana untuk posisi kapolda tipe A, harus pernah menjadi Kapolda tipe B,” tuturnya.

Mutasi di Polri ditentukan oleh Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti). Wanjakti yang semua anggotanya merupakan jenderal berbintang tiga. Namun, dalam mutasi itu tidak terlihat adanya merit system atau kebijakan manajemen sumber daya manusia berdasar kualifikasi, kompetensi dan kinerja yang wajar dan adil. ”Saya belum melihat merit system digunakan,” ungkapnya.

Dengan belum digunakannya merit system tersebut, maka berdampak buruk bagi personil Polri. Menurutnya, tanpa sistem yang jelas dalam mutasi itu, maka personil akan kembali pada kebiasaan lama, mendekat kepada kepentingan politik untuk mengincar jabatan. ”Selain tidak sehat, ini jelas jauh dari jarogon profesional,” terangnya.

Tidak hanya mendekat ke politik, lanjutnya, tapi juga bisa jadi penegakan hukum yang dilakukan digunakan sebagai alat untuk bisa mencapai tujuan mendapatkan posisi. ”Bear, kewenangannya sebagai penegak hukum disa digunakan untuk mencari beking-beking,” paparnya.

Bagaimana solusinya agar Polri bisa menjalankan merit system? Dia menuturkan bahwa sebenarnya kuncinya ada pada pucuk pimpinan. Bila, pucuk pimpinan itu tidak melakukannya, tentunya harus ada pucuk pimpinan yang baru. ”Tapi, mengingat pucuk pimpinan saat ini pensiunnya masih lama, Presiden Jokowi tentu tidak akan melakukannya dalam waktu dekat,” ungkapnya.

Menurutnya, Polri sebaiknya mencontoh TNI yang telah menerapkan merit system secara baik. Di TNI siapapun panglima TNI-nya, mutasi berjalan dengan profesional. ”Bahkan, salah satu indikasi keberhasilan reformasi di tubuh TNI adalah banyak jabatan sipil diisi TNI. Tapi, setelah mereka mengundurkan diri. Tidak muncul kehebohan dan kecurigaan masyarakat, TNI berpolitik,” paparnya. (idr/JPG)

(bx/aim/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia