Rabu, 21 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Bali Under The Moon

Pararem Efektif Cegah Narkoba hingga 40 Persen

Sabtu, 25 Aug 2018 09:39 | editor : I Putu Suyatra

Pararem Efektif Cegah Narkoba hingga 40 Persen

CEGAH ARKOBA: : Asistensi penguatan pembangunan berwawasan anti narkoba oleh BNNP Bali diikuti instansi pemerintahan dan swasta (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Pararem dinilai efektif mencegah penyalahgunaan narkoba hingga 40 persen. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol I Putu Gede Suastawa pada Jumat (24/8) pukul 09.00 dalam acara yang digagas oleh Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Bali. Kegiatan yang bertajuk asistensi penguatan pembangunan berwawasan anti narkoba tersebut menggandeng instansi pemerintahan dan swasta di wilayah Bali.

Suastawa memyampaikan bahwa peran masyarakat dan stakeholder sangat diperlukan. Terutama di Bali, dengan adanya pararem sangat efektif dalam pencegahan dan penyalahgunaan narkoba. Karena pararem ini langsung menyentuh masyarakat. Lantaran sebelum pararem justru tingkat penyalahgunaan di Bali masih sangat tinggi. Tiga puluh persen dari seluruh Desa Adat di Bali disebutnya sudah membuat pararem. Tentunya ini akan memberikan hasil yang signifikan terkait upaya pencegahan pemyalahgunaan narkotika.

"Hasil survei sangat menurunkan prevalensi di Bali dengan pararem dan melibatkan relawan," jelasnya.

Dari kondisi penyalahguna narkoba di Bali berdasar data Puslidatin BNN bersama Puslitas UI pada tahun 2017 dibandingkan tahun 2016 lalu prevalensinya menurun 0,4 persen menjadi 1,62 persen. Sementara itu jumlah pecandu menurun menjadi 50.539 pecandu.

Terkait upaya penguatan pencegahan tersebut pihaknya menjelaskan bahwa bentuk penguatan yang sederhana misalkan di kantor, di rumah tangga dan dimanapun tidak ada asbak, masing - masing wilayah memiliki kawasan tanpa rokok, pun menyiapkan zona merokok dilokasi tertentu serta alat detektor asap harus berfungsi. "Kenapa kok rokok, karena kan awalnya dari situ," jelasnya.

Oleh karena itu pihaknya mengimbau agar masalah narkoba ini menjadi tanggung jawab bersama. Sehingga generasi bangsa ini bisa terbebas dari narkoba. "Mereka tidak merasa dirinya sakit. Justru merasa nyaman dan enak. Padahal 10 persen otaknya seumur hidupnya akan tergantung pada zat itu," tandasnya.

(bx/afi/aim/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia