Senin, 19 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Enjoy Bali

Ini Tantangan Bermain Cable Wakeboarding Terbesar di Indonesia

Senin, 27 Aug 2018 13:01 | editor : I Putu Suyatra

Ini Tantangan Bermain Cable Wakeboarding Terbesar di Indonesia

BERMAIN : Jajal Wakeboarding di danau buatan akan memberikan sensasi beda, apalagi bisa taklukkan tantangan yang ada. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Tidak salah jika Pulau Bali mendapatkan julukan sebagai surganya wahana wisata air di Indonesia. Selain Parasailing, Banana Boat, dan lainnya, ada juga wahana wisata air yang menawarkan tantangan ala Ninja Warrior. 

Tertarik menikmati wisata air yang menantang ini? Datang saja ke Bali Wake Park di Jalan Pelabuhan Benoa No.7X, Pedungan, Denpasar Selatan. Atraksi wisata yang ditawarkan di destinasi wisata ini adalah Cable Wakeboarding dan taman bermain atau Aqualand dengan beragam tantangan.
General Manager Bali Wake Park, Rusydi Bachtiar mengatakan, atraksi wisata air yang dimiliki Bali Wake Park ini adalah Cable Wakeboarding terbesar dan tertinggi di Indonesia. " Kami bisa memberikan pengalaman yang lebih kepada wisatawan yang ingin menjajal atraksi ini," jelasnya.


Lantas, apa itu Cable Wakeboarding? Wakeboarding adalah olahraga air yang cukup populer dengan menggabungkan konsep Skateboarding dan Surfing. Untuk melakukan permainan ini,  si pemain akan berdiri di atas papan Wakeboard, memegang seutas tali dan ditarik speedboat dengan kecepatan rata-rata 25 km per jam.


Namun, di Bali Wake Park, Wakeboarding di atas danau buatan seluas lima hektare dan menggunakan sistem kabel. Kabel tersebut terpasang melalui tower yang mengelilingi danau. Destinasi ini memiliki cable system dengan 8 carriers yang mampu memainkan 8 pengunjung dalam satu kesempatan sekaligus. 


Satu lagi keungulan dari Cable Wakeboarding yang dilakukan di Pelabuhan Benoa ini, bisa dilakukan kapan saja karena tidak tergantung  kondisi cuaca karena dilakukan di kolam.


Diakui Rusydi, permainan ini bisa dilakukan oleh siapa saja,  mulai dari pemain profesional hingga pemula. Karena sebelum bermain, setiap pengunjung mendapatkan pelatihan singkat bagaimana cara memulai, posisi tubuh dan apa yang harus dilakukan saat bermain. "Keselamatan adalah hal terpenting kami,  sehingga bagi pemain yang ingin terjun,  harus menggunakan peralatan keselamatan,  seperti pemakaian life jacket dan helm. Jika tidak,  pemain tidk boleh terjun," ungkapnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group), pekan kemarin.


Selain mendapat pelatihan singkat,  sebelum benar-benar terjun ke kolam, para pemajn akan kembali diwajibkan menonton video tentang Cable Wakeboarding. Dalam video ini,  pemain akan dijelaskan bagaimana memulai, atau menghindari saat ada pemain lain yang terjatuh, dan memberikan sinyal saat ada pemain di belakang.


Setelah persiapan awal selesai dan pemain sudah menggunakan peralatan keselamatan,  atraksi Cable Wakeboarding pun bisa dilakukan. Pemain selanjutnya bisa menikmati keseruan berseluncur di atas papan yang ditarik menggunakan kabel sling baja.


Di kolam buatan ini juga terdapat beberapa jenis tantangan buatan yang bertujuan untuk melatih ketangkasan. Untuk tantangan ini, pemain bisa melewatinya begitu saja atau bisa melaluinya, jika si pemain memang siap untuk melalui beberapa rintangan.


Rusydi mengatakan, ketika atraksi berlangsung dan pemain terjatuh,  tidak perlu panik,  karena pemain sudah menggunakan life jacket sehingga tetap aman. "Selain itu,  kami sudh sediakan sebuah buggy car yang selalu siap menjemput pemain yang terjatuh dan mengantarkan lagi ke titik awal mula permainan,"tambahnya.


Selain orang dewasa, permainan ini juga bisa dilakukan oleh anak-anak umur 6-12 tahun. Khusus untuk anak-anak, kecepatan kabel akan diturunkan sampai 18 km per jam atau sampai anak-anak nyaman. “Jadi, anak umur 6 tahun yang belum memungkinkan untuk main Wakeboarding, di sini memungkinkan untuk bermain,” tambahnya. Rusydi mengatakan, harga per sekali atraksi dibanderol mulai dari Rp 400 ribu per jam, Rp 600 ribu per dua jam, dan Rp 1 juta untuk paket day pass atau seharian.

(bx/gek/rin/yes/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia