Rabu, 21 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Sportainment

Ayu Sidan-Dwiyanti Jadi Bagian Indonesia Juara Umum Silat Asian Games

Kamis, 30 Aug 2018 11:47 | editor : I Putu Suyatra

Ayu Sidan-Dwiyanti Jadi Bagian Indonesia Juara Umum Silat Asian Games

SUMBANG EMAS ASIAN GAMES: Pasangan pesilat Ayu Sidan Wilantari dan Ni Made Dwiyanti ketika tampil pada final nomor ganda putri. (CANDRA SATWIKA/JAWA POS)

BALI EXPRESS, JAKARTA - Dua pesilat Bali kembali menjadi kebanggaan Indonesia. Ini setelah Ayu Sidan Wilantari dan Ni Made Dwiyanti berhasil menyabet medali emas nomor seni ganda putri pencak silat Asian Games 2018 di Jakarta, Rabu (29/8). Sukses ini sekaligus menjadikan duet Ayu Sidan-Dwiyanti sebagai bagian dari juara umum cabang olahraga pencak silat. Sebab Indonesia menyabet 14 medali emas dari total 16 nomor yang dipertandingkan.

Ayu Sidan dan Dwiyanti meraih emas setelah meraih total skor 574. Sementara medali perak jatuh ke tangan pasangan pesilat asal Thailand, Saowanee Chanthamunee dan Oraya Chosuwan. Mereka berdua berhasil mencatatkan skor 564. Medali perunggu diraih oleh pasangan pesilat asal Malaysia, Nor Hamizah Abu Hassan dan Nur Syazreen A Malik. Mereka berdua mampu mencetak total skor 558.

Sementara itu, di sektor seni regu putri, pesilat Indonesia, Pramuditya Yuristya, Lutfi Nurhasana, dan Gina Tri Lestari berhasil menghempaskan lawan-lawannya setelah mencetak total skor 466.

Posisi kedua berhasil diraih oleh tim Vietnam, Thi Thu Ha Nguyen, Thi Huyen Nguyen, dan Thi Huyen Nguyen. Mereka berhasil mencatatkan total skor 464. Sementara posisi ketiga berhasil diraih oleh tim Thailand, As Ma Je Mah, Yuweeta Samaho, dan Ruhana Cherbuli. Mereka bertiga mampu memastikan tempatnya sebagai peraih perunggu setelah mencatatkan total poin 448. Dengan demikian, Indonesia berhasil menyapu bersih seluruh medali emas pada nomor seni pencak silat.  

Sementara itu, pemandangan menarik terjadi di Padepokan Pencak Silat, Jakarta Timur. Presiden Republik Indonesia Joko Widodo berpelukan dengan Prabowo Subianto yang akan menjadi lawannya di bursa calon presiden tahun depan, Rabu (29/8).

Momen tersebut terjadi setelah Indonesia memantapkan diri menjadi juara umum pencak silat di Asian Games 2018. Indonesia menyabet 14 medali emas dari total 16 nomor yang dipertandingkan.

Kejadian itu bermula setelah salah satu pesilat putra Hanifan Yudani Kusumah menjuarai nomor putra kelas C 55 kg - 60 kg setelah menundukkan pesilat Vietnam Nguyen Thai Linh.

Usai meraih medali, Hanifan lalu bersalaman dengan para tamu kehormatan yang ada di kursi VIP, termasuk Jokowi dan Prabowo.

Jokowi dan Prabowo yang kebetulan duduk bersebelahan pun memberi selamat kepada Hanifan. Jokowi memberi selamat terlebih dahulu, diikuti Prabowo.

Saat Hanifan memeluk Prabowo, mendadak sang atlet lalu ikut merangkul Jokowi yang masih berdiri. Dengan bendera Merah Putih yang dibentang di kedua tangannya, Hanifan kemudian memeluk kedua pria yang pernah bersaing di pemilihan presiden Republik Indonesia empat tahun silam itu.

Jokowi dan Prabowo pun berpelukan berselimutkan bendera Indonesia. Semua penonton yang hadir pun bertepuk tangan dan bersorak riuh. (jpg)

(bx/adi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia