Selasa, 22 Jan 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Literasi Keuangan di Bali Mencapai 76 Persen

25 September 2018, 10: 17: 50 WIB | editor : I Putu Suyatra

Literasi Keuangan di Bali Mencapai 76 Persen

RILIS PRODUK BARU: Prudential Indonesia rilis dua produk baru yakni prulink generasi baru dan syariah generasi baru. (KUSUMA YONI/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Secara keseluruhan literasi dan inkluksi keuangan masyarakat Bali sudah cukup bagus, yakni mencapai 76 persen dari total jumlah penduduk di Bali.  Artinya, pengetahun keuangan maayarakat di Bali sudah cukup bagus.

Pertumbuhan itu membuat perusahaan asuransi optimis bakal mendongkrak pertumbuhan penjualan produk asuransi di Bali. Demikian diakui Kepala Investasi Prudential Indonesia Novi Imelda kemarin (22/9) di Denpasar.

Dilanjutkan Novi, kondisi perekonomian saat ini masih berfluktuasi. Namun demikian, penjualan produk asuransi jiwa yang menggabungkan investasi atau unit link disebutnya tetap tumbuh positif. “Hal ini karena pengetahun masyarakat terhadap produk asuransi sebagai bagian dari proteksi diri sudah meningkat,” jelasnya.

Melihat potensi pertumbuhan unit link yang masih besar tersebut. Pihaknya mengeluarkan dua produk baru yakni prulink generasi baru dan syariah generasi baru. Kedua segmentasi baru itu menawarkan fitur utama yang inovatif dan unggulan, diantaranya alokasi investasi terbentuk sejak hari pertama dan tidak ada biaya administrasi, jika menggunakan transaksi elektronik dan debit rekening.

Selain itu, lanjut Novi, melalui generasi baru dan syariah generasi baru itu, pihaknya memberikan tambahan alokasi investasi setiap tahunnya. “Kami buat itu juga berdasarkan hasil survei kepada masyarakat. Sehingga kami harap ini menjawab kebutuhan konsumen terkait perlindungan yang mencukupi,” lanjutnya.

Kedua inovasi tersebut mendongkrak dana kelola badan usaha itu yang per Desember 2017 mencapai Rp 71 triliun dengan aset mencapai Rp 81 triliun. Selain itu, pihaknya mengharapkan tingkat inklusi dan literasi keuangan masyarakat, khususnya untuk asuransi di Indonesia meningkat. Sebab berdasarkan survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2016, inklusi dan asuransi masih rendah.

(bx/gek/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia