Rabu, 20 Feb 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Janda Muda Digilir Empat Pria, Padahal sedang Menstruasi

02 Oktober 2018, 19: 39: 09 WIB | editor : I Putu Suyatra

Janda Muda Digilir Empat Pria, Padahal sedang Menstruasi

TAK BERKUTIK: Empat pelaku perkosaan seorang janda saat dibeber ke awak media di ruang Kasat Reskrim Polres Gianyar Selasa (2/10). (WIDIADNYANA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, GIANYAR - Seorang janda muda beranak satu asal Lombok, SAL, 18, digilir empat pria di kamar kosnya dalam kondisi mabuk di daerah Gianyar, 25 September lalu. Padahal, saat kejadian sedang menstruasi.

Nikmat membawa petaka. Kalimat ini sepertinya pantas disematkan kepada Hendra Suratturahman, 22, Risky Hidayatulloh, 22, dan Rahmat Subahan, 20, yang ketiganya asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, serta satu rekannya Putu Adi Putra Ratmana, 30, pria asal Desa Sukawati, Gianyar. Sebab keempat pria ini akhirnya dibekuk jajaran Satreskrim Polres Gianyar, lantaran memperkosa secara bergiliran seorang janda beranak satu berinisial SAL, 18, asal Lombok pada 25 September lalu. Aksi bejat keempat pelaku itu dilakukan setelah korbannya tak berdaya karena mabuk, usai menggelar pesta miras untuk acara perpisahan.  

Kasat Reskrim AKP Deni Septiawan ketika merilis kasus ini Selasa (2/10) mengungkapkan, kasus pemerkosaan itu bermula ketika korban dan empat pelaku melakukan aksi pesta miras di kos-kosan orang tua salah satu pelaku yakni Putra Ratmana. Korban sendiri kos di tempat tersebut sejak 25 hari lalu. Selain korban tiga pelaku lain yakni Hendra, Risky, dan Rahmat juga kos di tempat tersebut.

“Tiga pelaku dan korban ini memang kos di tempat itu. Sedangkan pelaku yang lagi satu merupakan anak pemilik kos,” ucapnya.

“Pesta miras itu dilakukan karena korban ini rencananya mau pindah kos ke Denpasar. Makanya mereka menggelar acara perpisahan pada 23 September malam sekitar pukul 23.00 dengan minum miras jenis arak yang dicampur minuman berenergi,” sambungnya.

Setelah beberapa jam menikmati miras, sekitar pukul 01.30, korban yang sudah mabuk dan dalam kondisi tidak berdaya oleh keempat pelaku digotong dan dimasukkan ke kamarnya. Saat dibawa masuk dan melihat korban tidak sadar, niat jahat muncul di benak pelaku. Akhirnya di dalam kamar tersebut pelaku menelanjangi korban.

Karena tergoda kemolekan tubuh korban, sekitar pukul 02.00 pelaku Hendra akhirnya memperkosa korban, meski saat itu perempuan tersebut tengah menstruasi. Kemudian setelah selesai, giliran pelaku kedua yang juga anak pemilik kos (Putra Ratmana) yang memperkosa korban.

Setelah dua pelaku menggagahi kemolekan janda berambut panjang tersebut. Sekitar pukul 04.00, dua pelaku lain yakni Risky dan Rahmat juga tergiur untuk memperkosa korban. Bahkan keduanya secara bersama-sama masuk ke dalam kamar dan selanjutnya memperkosa korban.

“Karena pengaruh alkohol, usai dua pelaku itu memperkosa korban dan keluar kamar. Pelaku kedua (Putra Ratmana) kembali melakukan pemerkosaan untuk kedua kalinya. Hal ini juga sesuai dengan keterangan mereka (pelaku) saat diperiksa,” sambung Deni Septiawan.

Menurut perwira polisi berkacamata ini, terungkapnya kasus pemerkosaan itu sendiri tak lain karena korban pada pagi harinya memilih melapor ke Polres Gianyar. Sebab ketika sadar, dia mendapati dirinya telah telanjang. Berdasarkan laporan tersebut, jajaran Satreskrim Polres Gianyar bersama Polsek Sukawati langsung mendatangi lokasi kos-kosan tersebut, hingga tanpa perlawanan keempat pelaku berhasil dibekuk.

“Dari hasil visum, korban memang mengalami luka pada siku tangan, dan lecet di kemaluan. Untuk barang bukti yang kami amankan, ada sprei, pakaian dalam korban, dan pakaian keempat pelaku," bebernya.

Disinggung mengenai apakah di antara pelaku dengan korban memiliki hubungan asmara, dan pernah melakukan hubungan badan sebelum pemerkosaan terjadi, Deni Septiawan menyatakan, sesuai keterangan korban dan pelaku, mereka tidak memiliki hubungan spesial, dan belum pernah melakukan hubungan intim sebelumnya.

"Untuk keempat pelaku dijerat pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 12 tahun, subsider pasal 290 ke 1e dengan ancaman hukuman 7 tahun,” terangnya.

(bx/wid/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia