Senin, 19 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Features
Gek Rempongs dan Kapuk Boenter

Berawal dari Festival Kerambitan, Honor Pertama Dua Botol Air Mineral

Minggu, 14 Oct 2018 20:36 | editor : I Putu Suyatra

Berawal dari Festival Kerambitan, Honor Pertama Dua Botol Air Mineral

KINI TERKENAL: Kapuk Boenter (kiri) dan Gek Rempongs. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, TABANAN - Di dunia hiburan Bali, Nama Gek Rempongs dan Kapuk Boenter mungkin tidak asing bagi sebagian orang. Keduanya sering tampil dalam kesenian bondres. Atau paling tidak mereka tampil sebagai pembawa acara dalam sebuah event. Di balik kesuksesannya itu, mereka rupanya punya ikatan emosional dengan Festival Kerambitan yang rutin digelar setiap tahunnya di Kecamatan Kerambitan, Tabanan. Kok bisa?

Beberapa kesenian tradisional Bali dari waktu ke waktu terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Khususnya yang bersifat menghibur. Seperti bebondresan. Dari perkembangan itu, sejumlah nama pemain bondres muda dan baru terus bermunculan.

Tidak sekadar menampilkan bondres semata. Terkadang mereka menghibur dalam beberapa jenis acara. Berkolaborasi dengan berbagai event yang sedang mereka ikuti. Bahkan, mereka pun bisa hadir sebagai master of ceremony atau (MC) alias pembawa acara di sebuah event. Tentu dengan tetap membawa misi menghibur masyarakat.

Di antara mereka yang satu per satu bermunculan ada Gek Rempongs, interpretasi dari liku dalam sebuah bebondresan atau arja. Lalu ada Kapuk Boenter. Dan mereka berada dalam sebuah kelompok bernama Comedy Kepo.

Kehadiran kedua seniman lawak muda ini rupanya tidak lepas dari kemunculan Festival Kerambitan. Sebuah event budaya tahunan yang selalu digelar di Kecamatan Kerambitan serangkaian HUT Kota Tabanan sejak 2015 lalu. Dan tahun ini, penyelenggaraannya sudah yang keempat kalinya.

Ada cerita menarik dari Gek Rempongs dengan nama asli I Komang Muliadi Jusnaedi dan I Gede Made Ari Marantika yang tidak lain nama asli dari Kapuk Boenter. Karena dedikasinya pada dunia kesenian dan rasa ngayah bagi tanah kelahirannya sendiri, mereka rela dibayar hanya dengan dua botol air mineral saat pertama tampil di festival tersebut.

“Iya. Dulu pertama kali dibayar pakai air mineral. Dua botol. Semangat kami saat itu hanya satu. Ngayah,” kenang Gek Rempongs dan Kapuk saat dijumpai Sabtu lalu (13/10) lalu.

Menariknya, justru dari festival ini, belakangan justru mereka kebanjiran job. Manggung atau menjadi MC di berbagai kegiatan. Hampir waktu mereka penuh. Tentu dengan bayaran sebagai seorang yang profesional.

“Tapi, justru dari situ (Festival Kerambitan). Kami bisa memetik hasilnya sekarang. Astungkara selalu ada job event,” imbuh Kapuk. Bahkan saat wawancara, Gek Rempongs mengaku dalam waktu dekat ini mengisi acara di daerah Jimbaran.

Kesuksesan yang mereka raih sekarang ini membuat keduanya punya arti tersendiri mengenai Festival Kerambitan. Selain karena secara pribadi, nama panggung mereka diorbitkan lewat event itu, mereka seperti punya tanggung jawab untuk ikut terlibat mempersiapkan event budaya tahunan tersebut.

Itu sebabnya, dalam pelaksanaan Festival Kerambitan setiap tahunnya, mereka selalu hadir. Tidak pernah absen. Bahkan dalam Festival Kerambitan Ke-4 tahun ini, mereka terlibat sebagai konseptor di tingkat kecamatan.

Mereka fokus menyusun konsep terkait konten acara. Khususnya yang berkaitan dengan suguhan kesenian. Serta yang pasti mereka juga ikut mengisi acara dengan kelompok mereka sendiri, Comedy Kepo.

Gek Rempongs misalnya. Pemeran kelahiran Desa Penarukan, Kerambitan, pada 16 Maret 1992 ini bertugas menyuguhkan konten acara yang berkaitan dengan kesenian tari. Kebetulan tahun ini festival tersebut menyuguhkan Tari Rejang yang ditarikan ibu-ibu PKK. Lalu ada juga Tari Pendet Massal yang penarinya lintas generasi. Para penarinya dari seluruh desa Se-Kecamatan Kerambitan

Sementara Kapuk, terkonsentrasi pada bidang tetabuhan atau karawitan. Yakni menyiapkan suguhan gamelan Beleganjur, Cak Massal, dan Tektekan Massal. “Sesuai tema tahun ini, Yowana Masikian, para pemainnya tentu para yowana (anak-anak muda),” tutur Kapuk.

Terkait tugas mereka itu, tidak sedikit kendala yang harus dihadapinya. Kendati persiapan sudah mereka mulai sejak tiga bulan lalu. Dari rentang waktu itu, mereka harus menyusun konsep. Kemudian mengumpulkan orang selama sebulan. Dan sebulannya lagi, latihan.

Dengan kesibukan mereka sekarang, begitu juga dengan kesibukan tim-tim kesenian dari masing-masing desa, tentu bukan hal yang mudah untuk mencocokan waktu. Seperti dirasakan Gek Rempongs.

“Kadang susah mengatur waktu untuk latihan. Sekalipun saya hanya memonitor saja. Karena di luar itu, saya sendiri juga job,” akunya.

Dan jawaban serupa juga disampaikan Kapuk. Pemuda dari Desa Kerambitan kelahiran 16 November 1995 ini juga sedang kuliah. “Apalagi yang latihan banyak orang. Lain orang lain karakter. Kita harus bisa memahami mereka. Belum lagi, anak-anak muda sekarang sudah pada kerja. Jadi mesti mengatur waktu untuk latihan dalam waktu yang singkat,” imbuh Kapuk.

Terlepas dari itu semua, keduanya mengaku bangga bisa terlibat dalam event yang telah mengorbitkan nama panggung mereka. Terlebih, setiap tahunnya, event ini terus berkembang dari segi konsep. Dinamika itu, menurut Gek Rempong, secara tidak langsung menumbuhkan kreativitas anak-anak muda di masing-masing desa di Kecamatan Kerambitan.


“Potensi mereka di masing-masing desa berkembang. Misalnya, tadi ada satu desa yang tidak punya penari atau penabuh, sekarang ini sudah punya. Karena mereka punya niat untuk belajar. Dan akhirnya mereka punya garapan sendiri. Dari situ, desa mereka berkembang dari sisi kesenian dan budayanya,” ujarnya.


Pun demikian dengan Kapuk. Baginya, festival ini semakin menambah pengalaman bagi dirinya sendiri. Selain menjadi media promosi, baik untuk dirinya sendiri atau kelompoknya. “Ada kebanggaan bisa ikut serta di balik pelaksanaan festival ini. Berbuat untuk desa sendiri. Berbuat untuk kecamatan sendiri,” pungkasnya. Untuk diketahui, Festival Kerambitan tahun ini akan dibuka 18 Oktober mendatang. 

(bx/hai/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia