Senin, 19 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Features

Kisah Cinta Palsu Yosua dengan Gadis Bali Berakhir di Meja Hijau

Senin, 15 Oct 2018 20:02 | editor : I Putu Suyatra

Kisah Cinta Palsu Yosua dengan Gadis Bali Berakhir di Meja Hijau

SIDANG: Terdakwa kasus pencurian, Yosua Steven Nassa, saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Senin (15/10). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Cinta palsu yang ditawarkan Yosua Steven Nassa kepada gadis Bali harus dibayar mahal. Bagaimana tidak, baru saja jadian, pemuda berusia 20 tahun itu nekat menjual motor punya pacarnya sendiri. Kini, Yosua duduk di kursi pesakitan lantaran ulahnya tersebut dimejahijaukan.

Kata sebagian orang, cinta itu buta. Bisa membelokkan logika dengan modal perasaan. Dan mungkin ini juga menjadi formula yang diterapkan Yosua untuk menaklukkan hati perempuan pujaannya.

Ditambah rasa percaya yang tinggi, pemuda yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh bangunan ini, mampu meluluhkan hati Ni Made Sri Wulandari. Sehingga gadis manis itu bersedia menjadi pasangan kekasih Yosua.

Tetapi, kesuksesan Yosua untuk urusan asmara itu justru dibikin cacat oleh dirinya sendiri. Baru saja jadian beberapa hari, dia malah berulah. Motor pacarnya dipinjam. Namun kenyataannya, motor itu dia jual lewat akun media sosial.

Walhasil, kini Yosua harus berurusan dengan hukum. Dalam sidangnya yang pertama di Pengadilan Negeri Denpasar, Senin (15/10), dia didakwa melakukan pencurian. Ketentuan dan ancaman hukumannya sesuai Pasal 372 KUHP.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Hakim I Wayan Kawisada, penuntut umum dalam perkara ini yakni Jaksa Yunita mengungkapkan, perbuatan itu dilakukan pada 11 Juli 2018 lalu. Sore hari, sekitar pukul 15.00, di sebelah selatan KFC Jalan Kebo Iwa Selatan, Desa Padangsambian Kaja, Denpasar Barat.

Itupun berawal karena terdakwa menghubungi pacarnya (korban) untuk menemuinya di lokasi tersebut. Korban pun datang memenuhi panggilan terdakwa. Dia menuju lokasi tersebut dengan mengendarai sepeda motor Vario Hitam berplat DK 4519 FT.

Sampai di lokasi, terdakwa lalu mengutarakan niatnya untuk meminjam motor korban. "Saya pinjam motormu untuk jemput adik dan beli rokok," kata terdakwa seperti diungkapkan jaksa.

Namun korban mencegahnya. Dengan alasan dia harus buru-buru pulang. Kata-kata korban seperti ini. "Jangan! Saya mau cepat-cepat saya disuruh pulang bapak."

Mendengar jawaban itu, terdakwa marah. Bahkan dia mengancam. “Kalau tidak dikasih saya akan ngamuk!" hardiknya.

Karena ancaman itu, korban pun jadi ciut nyali. Di saat itu juga terdakwa langsung menguasai motor korban. Kemudian dia mengendarainya ke gang yang mengarah ke rumah kos terdakwa. Tujuannya, agar tidak diketahui oleh kakak terdakwa.

Esoknya terdakwa tiba-tiba membuat postingan di akun media sosial. Isinya, terdakwa hendak menjual motor milik korban dengan akun atas nama Irwan. Harganya pun miring. Rp 2 jutaan.

Singkat cerita, motor itu laku terjual. Hasil penjualannya dipakai terdakwa untuk sewa kos Rp 350 ribu, membeli akun game online Mobile Legend seharga Rp 200 ribu, membeli pulsa Rp 550 ribu, membeli diamond game online Mobile Legend senilai Rp 300 ribu, membeli makanan dan minuman Rp 100 ribu, dan sisanya Rp 500 ribu.

“Akibat perbuatan terdakwa (Yosua), saksi korban (Wulandari) mengalami kerugian Rp 8 juta lebih,” ungkap jaksa dan selanjutnya menyebut pasal yang didakwakan terhadap terdakwa.

Atas dakwaan tersebut, Yosua pun tidak bisa berkelit. Apalagi, korban langsung dihadirkan dalam persidangan itu. Dalam keterangannya, korban membenarkan isi dakwaan tersebut.

Selain tidak bisa berkelit dari dakwaan, dalam sidang tersebut, terdakwa juga terlihat salah tingkah. Ini karena hakim tiba-tiba bertanya kepada korban. Apakah masih mencintai terdakwa. Setelah terdakwa melakukan perbuatannya tersebut.

“Saudara saksi (saksi korban), setelah kejadian ini, apa sekarang masih cinta sama terdakwa?” tanya hakim.

Pertanyaan itu pun langsung dijawab dengan kata tidak oleh korban yang kebetulan saat itu didampingi ibunya. "Saya sekarang sudah benci sama dia," jawab korban dengan tegas.

Tidak hanya itu, korban bahkan mengaku sebetulnya tidak mencintai terdakwa sejak awal pertemuan. Kontan pernyataan itu membuat hakim heran. Lantaran dalam perjalanannya mereka bisa sampai jadian. Belum lagi terdakwa yang hanya bisa menahan malu.

“Wah kalau begini, judulnya kamu mencuri hati sekaligus mencuri motor. Hebat juga kamu ya,” sergah hakim kepada terdakwa.

Usai itu, sidang pun ditunda selama satu pekan. Rencananya, dalam agenda berikutnya, sidang akan dilanjutkan dengan pembacaan surat tuntutan dari pihak jaksa. 

(bx/hai/bay/yes/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia