Rabu, 21 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Politik

Prabowo: Kalau Orang Baik Diam, yang Berkuasa Adalah orang Tidak Baik

Jumat, 19 Oct 2018 20:05 | editor : I Putu Suyatra

Prabowo: Kalau Orang Baik Diam, yang Berkuasa Adalah orang Tidak Baik

DATANG KE BALI: Prabowo Subianto bersama Relawan Emak-emak saat silaturahmi di Bali, Jumat (19/10). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto melakukan silaturahmi dengan Relawan Emak – Emak Binangkit (istilah Bahasa Sunda yang artinya Perempuan Serba bisa). Acara dilakukan di Pendopo, Bali Hotel Jalan Veteran. Prabowo mengajak semua bersatu, menggerakan lingkungan karena lawannya (Jokowi) sangat – sangat berat.

Prabowo memberikan orasi di hadapan para emak – emak atau ibu – ibu. Hadir beberapa petinggi partai misalnya Ketua DPD Gerindra Bali IB Sukarta, Ketua DPD Demokrat Bali Made Mudarta dan lainnya. Prabowo menyampaikan, bahwa kekayaan Indonesia tidak di Indonesia namun mengalir keluar. Dollar terus naik, rupiah terus turun.

“Semua warga negara adalah saudara, saya merasa gembira dan besar hati dengan semangat emak-emak yang militan dan berani,” kata Prabowo.

“Saya keras tapi dengan emak atau ibu saya, saya tidak berani,” sambungnya.

Mantan Danjen Kopasus ini mengatakan emak – emak memegang peran kunci. Ekonomi negeri ini harus diselamatkan.  “Kadang – kadang merasa berat, apa kita terlalu parah, ibarat kanker kita sudah stadium empat tapi apa pun terjadi, kita tidak boleh menyerah. Apa pun terjadi kita optimistis, apa pun terjadi kita percaya bahwa kebenaran dan keadulan akan unggul,” tegasnya.

Bagi Prabowo semangat emak – emak ini mesti diturunkan ke lingkungan masing – masing. Bahkan ema- emak haru bersatu dengan bapak – bapak untuk mengawal suara, menggerakan lingkungan untuk menjaga suara. “Karena yang kita hadapi sangat – sangat berat. Kemarin di Koran ada 31 juta suara suara bermasalah. Jadi ini harus kita kerja keras, yakinkan lingkungan masing – masing,” tegasnya.

“Kalau orang baik diam semua yang berkuasa adalah orang – orang tidak baik. Kita bersatu menggerakkan lingkungan kita untuk memilih yang akal sehat, memilih yang membela kejujuran. Kemarin KPU menyampaikan ada 31 juta pemilih bermasalah. Ini harus dikawal,” harap Prabowo.

Dia juga mengatakan Negara ini sudah dikuasi pihak asing. Dia mencontohkan di Bali, hotel – hotel besar tidak dimiliki oleh orang Bali atau Indonesia. “Apakah hotel besar di Bali dimiliki orang Bali? Tidak. Kita kebagian ecek – ecek, jadi pelayan dan tukang sapu,” cetusnya.

Buah – buahan yang masuk ke hotel juga bukan buah lokal Bali. Namun didominasi oleh buah – buah impor dari luar Indonesia. Dengan kondisi ini Prabowo mengajak untuk membangun perubahan dengan akal sehat. “Namun apa pun keputusan rakyat kami akan hormati dan patuhi dengan keputusan rakyat itu. Tetapi saya, memberi suatu imbauan janganlah elit di Jakarta, sampai rakyat 200 juta lebih dibohongi, dibodohi, jangan ditekan,” pungkasnya. 

(bx/art/bay/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia