Rabu, 21 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Bisnis

Rai Mantra Tekankan Ekonomi Kreatif Penggerak Sektor Pariwisata

Senin, 22 Oct 2018 10:19 | editor : I Putu Suyatra

Rai Mantra Tekankan Ekonomi Kreatif Penggerak Sektor Pariwisata

PEMBICARA : Walikota Rai Mantra menjadi pembicara dalam sesi Talkshow dan Launching Kota Kreatif Pariwisata. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Indonesia Creatif Cities Network (ICCN) menggelar event tahunan bertajuk Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) sebagai event pertemuan kota-kota kreatif di Indonesia yang di gelar di Sahid Hotel dan Jwalk Yogyakarta dari tanggal 15-20 Oktober. Tak ketinggalan, Denpasar yang merupakan kota kreatif berwawasan budaya ini juga turut andil pada ajang yang mempertemukan  170 delegasi kabupaten/kota kreatif di Indonesia ini.

Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra mendapatkan kehormatan menjadi pembicara dalam sesi Talkshow dan Launching Kota Kreatif Pariwisata. Orang nomor satu di Kota Denpasar ini satu panggung bersama deretan pembicara seperti Paulus Mintarga dari Rempah Rumah Karya, Prof. Dr. Widodo Muktiyo Wakil Rektor 4 UNS, dan para pelaku pariwisata. "Pariwisata menjadi suatu kunci dalam pengembangan ekonomi kreatif," ujar Rai Mantra.

Dalam pariwisata kreatif, Pemkot Denpasar mengkemasnya tak jauh dari visi misi yang diemban selama ini. Bagaimana kebahagiaan masyarakat lewat pemberdayaan yang nantinya diharapkan masyarakat dapat kreatif.

Rai Mantra juga menjelaskan bahwa hal ini juga telah didukung dengan kebijakan dan implementasi reformasi birokrasi yang ada. Seperti peningkatan pelayanan publik dengan memberikan kemudahan kepada anak-anak muda serta insan kreatif dalam mengurus izin usaha. Cukup di tingkat kecamatan para insan kretif ini dapat melakukan penguruan izin usaha secara gratis.

Di samping itu juga memberikan peningkatan produk kreatif yang ada. Seperti mewajibkan hotel-hotel yang ada untuk menampilkan menu tradisional Bali. “Daya dukung smart city juga tak terlepas dari penguatan pariwisata kreatif. Denpasar smart city tampil dengan akses kemudahan kepada masyarakat. Baik itu dalam tatanan Denpasar Smart City,” paparnya.  

Rai Mantra memberikan contoh bagaimana sebuah pemberdayaan masyarakat yang dapat dilakukan berkelanjutan dan memberikan dampak pada kesejahteraan masyarakat. Salah satunya penataan Tukad Bindu, Kesiman yang memberikan sebuah pendekatan pemberdayaan masyarakat. Langkah ini telah mampu memberikan nilai tambah kepada masyarakat setempat serta menjadikan Tukad Bindu sebagai salah satu destinasi wisata baru Denpasar dan menjadi juara kebersihan sungai tingkat nasional.

“Festival-festival yang ada juga sebuah langkah penguatan dalam pencapaian pariwisata kreatif lewat pengembangan ekonomi kreatif yang juga perlu mendapat dukungan melalui kebijakan pemerintah, hingga pemberdayaan masyarakat,” harapnya.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia