Rabu, 21 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Bisnis

CAS Ditarget Rampung Desember

Kamis, 25 Oct 2018 16:08 | editor : I Putu Suyatra

CAS Ditarget Rampung Desember

BAWANG: Penanaman bawang di beberapa lahan petani milik warga untuk persiapan mengisi Controlled Atmosphere Storage (CAS), Rabu (24/10). (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, MANGUPURA - Controlled Atmosphere Storage (CAS) yang dibangun oleh Pemkab Badung di kawasan Pasar Petang ditarget rampung Desember mendatang. Berkenaan dengan itu, Dinas Pertanian dan Pangan setempat mulai melangsungkan proyek penanaman komoditas di beberapa lahan petani milik warga yang diajak kerjasama. Hasilnya akan digunakan untuk mengisi pendingin raksasa tersebut.

Salah satu komoditas yang ditanam adalah bawang. Lahan yang disasar seluas 5 hektare, dengan lima calon petani/calon lokasi (CP/CL) di Kecamatan Mengwi dan dua di Kecamatan Abiansemal. “Untuk tahap awal dilakukan penanaman bawang saja. Ini baru kita lakukan di beberapa petani yang kami ajak kerja sama,” ujar Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung, I Putu Oka Swadiana, Rabu (24/10).

Oka Swadiana melanjutkan, petani yang diajak bekerja sama hanya bertuga menanam dan merawat. Mengenai bibit dan pembiayaan lainnya akan ditanggung pemerintah. Pun hasilnya akan langsung dibeli. “Bibit sudah disiapkan, petani hanya menanam saja. Sudah panen juga akan dibeli sama pemerintah,” jelasnya.

Sebelumnya, program yang digagas Bupati Giri Prasta tersebut berangkat dari fluktuasi harga sejumlah komoditas pertanian karena persediaan yang tidak menentu. Dua komoditi utama tersebut adalah cabai dan bawang. Saat musim panen, harganya anjlook, sedangkan saat musim paceklik, harganya melonjak drastis.

Dengan demikian, Pemkab Badung merencanakan pengembangan tanaman cabai, bawang, dan nanas. Cabai dikembangkan 60 hektare, bawang lima hektare, sedangkan nanas dua hektar. Selain untuk memenuhi kebutuhan pasar, sebagain hasil cabai dan bawang juga dialokasikan untuk memenuhi CAS. “Ini untuk membantu petani, khususnya cabai dan bawang. Sebab dua hasil petani ini yang sangat fluktuatif harganya di saat panen. Terkadang harganya turun jauh dan terkadang pula meroket tinggi. Dengan demikian, saat harga rendah membantu petani," akunya.

Sejumlah petani juga telah digandeng berikut lahannya untuk mewujudkan program tersebut. Berdasar data, 60 hektare cabai terdiri atas 50 hektare cabai rawit dan 10 hektare cabai besar. Adapun sasarannya, yakni 17 Calon Petani, Calon Lokasi (CP/CL). Mereka tersebar di Kecamatan Mengwi, 11 CP/CL di Kecamatan Abiansemal, dan 9 CP/CL di Kecamatan Petang. Sedangkan nanas madu dua hektare, dengan tiga CP/CL di Kecamatan Petang. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp 2 miliar.

(bx/adi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia