Rabu, 21 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Politik

Santri dan Jurnalis Deklrasi Lawan Berita Hoax

Kamis, 25 Oct 2018 20:23 | editor : I Putu Suyatra

Santri dan Jurnalis Deklrasi Lawan Berita Hoax

DEKLARASI: Kalangan santri dan jurnalis melakukan deklarasi menolak berita hoax untuk pembangunan ekonomi berkelanjutan di Jakarta, Kamis (25/10). (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, JAKARTA - Santri, jurnalis dan pengajar pondok pesantren Mendeklarasikan Anti Berita Hoax Untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan pada acara Diskusi bertema "Peran Publikasi Media : Antara Berita Hoax dan Capaian Kebijakan Ekonomi Pemerintah Indonesia" yabg diselenggarakan di bilangan Kemang Jakarta Selatan ,Kamis (25/10) yang dihadiri kalangan santri dan jurnalis serta pengusaha dari komunitas alumni pesantren.

Lukman Rimadi selaku pembicara pertama diskusi mengatakan bahwa santri juga harus berperan melawan berita hoax yang kian marak di tengah prestasi pemerintah membangun pondasi ekonomi bsngsa.

“Saat ini santri harus gotong royong dalam melawan berita hoax dengan prestasi yang dimiliki pemerintah, sehingga masyarakat dapat mengetahui infromasi yang benar,” ujar Lukman.

Lebih lanjut, Erdy Nasrul yang merupakan pembicara kedua diskusi mengatakan bahwa masyarakat terutama santri harus bisa memilih mana berita hoax dan mana yang bukan.

“cara memilih berita hoax dengan yang tidak yaitu dengan tabayyun (konfirmasi) secara mandiri dsn jangan terpancing untuk langsung menyebarkan,” kata Erdy.

Hafyz Marshal Selaku Perwakilan Komunitas Jurnalis Pesantren dan pemimpin redaksi kataindonesia.com menambahkan bahwa kinerja pemerintah saat ini patut diapresiasi oleh kalangan santri seluruh Indonesia.

“Banyak pesantren-pesantren yang terletak di pedesaan sudah merasakan hasil dari kebijakan pemerintah, contohnya akses menuju pesantren yang semakin baik seperti perbaikan jalan di pedesaan yang gencar dilakukan pemerintah,” kata Hafyz selaku panitia acara.

Acara diskusi tersebut juga mendapat respon positif dari Fadly Huseen, pengajar di salah satu Pondok Pesantren di daerah Jakarta Selatan yang hadir pada diskusi dengan mengatakan bahwa akan menginformasikan dan mensosialisasikan kepada kalangan santri di berbagai pesantren tentang cara menangkal berita hoax.

“Dengan hadirnya saya di acara diskusi ini, saya akan memberi pendidikan kepada santri dimulai dari pondok pesantren srndiri tentang cara bagaimana menangkal berita hoax,” ungkap Fadly.

Diharapkan dengan terselenggaranya diskusi ini dapat memunculkan semangat bagi kalangan santri agar dapat berperan besar menangkal berita hoax dengan prestasi yang dilakukan pemerintah saat ini. Forum juga mensepakati

Menggerakan santri agar bergotongrotong memproduksi dan menyebarkan konten-konten positip yang menumbuhkan optimisme bangsa.

Diharapkan setiap santri menjadi kantor beriita dari konten konten positip tentang leunggulan bangsa.

(bx/adi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia