Senin, 19 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Kasus Pungli Perumahan Belum Pelimpahan Tahap II

Jumat, 26 Oct 2018 07:22 | editor : I Putu Suyatra

Kasus Pungli Perumahan Belum Pelimpahan Tahap II

Ilustrasi (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Kasus pungutan liar (pungli) di Jalan masuk ke Perumahan Jalan Mina Utama Suwung Batan Kendal, Denpasar Selatan oleh Kejari Denpasar sudah dinyatakan P 21, lengkap. Tetapi kasus dengan dua tersangka, Hartono, 45 dan I Gusti Arya Dirawan, 67 belum pelimpahan tahap II.

Lamanya pelimpahan tahap II tersebut diduga sarat kepentingan dan intervensi sejumlah pihak. Agar kasus dugaan pungli tersebut tidak maju ke persidangan. Terlebih kasus ini menjerat Hartono, yang notabene mantan boss judi dingdong.

Sumber Bali Express di lapangan mengungkapkan, kasus pungli ini sudah dinyatakan P21 Kejaksaan sejak 2 minggu lalu. Namun entah mengapa, kejaksaan sendiri belum meminta penyidik kepolisian untuk segera melaksanakan pelimpahan tahap II.

 “Diduga ada yang berupaya mengintervensi kejaksaan agar kasus ini tidak dilimpahkan tahap II dari kepolisian,” ujar sumber yang tidak mau disebut namanya pada Kamis (25/10).

Sumber menambahkan, saat ini proses penyidikan di kepolisian sudah tidak ada masalah lagi. Bahkan, penyidik kepolisian sudah siap melimpahkan tahap II dan tinggal menunggu pihak kejaksaan.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Arta Ariawan membenarkan kasus pungli dengan tersangka Hartono dan I Gusti Arya Dirawan tinggal menunggu tahap II dari kejaksaan. Yakni pelimpahan barang bukti dan tersangka.
Sebelumnya, kasus pungli ini sudah dinyatakan lengkap oleh kejaksaan alias P21. “Sudah P21, tinggal menunggu tahap II,” ujarnya.

Terkait lamanya pelimpahan tahap II ke Kejaksaan, mantan Kapolsek Kuta Utara itu enggan menjawabnya. Namun pihaknya mengatakan, sebelumnya kasus ini sempat P19. “Ya sebelumnya sempat P19,” ujarnya.

Saat itu pasca penangkapan di Warung Mina Renon di Jalan Tukad Gangga nomor 1, Denpasar Selatan, Minggu (5/8) sekitar pukul 21.00 lalu, kedua tersangka dinilai koorperatif diperiksa. Sehingga penyidik tidak menahan kedua tersangka dan dikenakan wajib lapor.

 “Tersangka selama proses sidik koorperatif, sehingga dikenakan wajib lapor,” katanya.

Arta pun mengakui, sejauh ini tidak ada masalah atau kendala penyidik Satreskrim Polresta Denpasar dalam pelimpahan tahap II tersebut, karena pihaknya masih menunggu koordinasi dari kejaksaan. “Jadi, di penyidik tidak ada masalah,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, setelah melakukan gelar perkara, penyidik Satreskrim Polresta Denpasar akhirnya menetapkan Hartono asal Bengkalis dan I Gusti Arya Dirawan sebagai pelaku pungli dan pemerasan.

Dalam praktek pungli tersebut, keduanya mengatasnamakan Ketua Kelompok Warga dan memungut uang kompensasi jalan masuk ke perumahan di Jalan Mina Utama Suwung Batan Kendal, tepatnya di Jalan Bypass Ngurah Rai Denpasar Selatan hingga puluhan juta.

Polisi mengerebek kedua tersangka saat bertransaksi dengan seorang warga di Warung Mina Renon di Jalan Tukad Gangga nomor 1, Denpasar Selatan, Minggu (5/8) sekitar pukul 21.00. Dalam OTT tersebut, polisi menemukan barang bukti uang tunai diduga hasil pungli sebesar Rp 100 juta, BG serta kuitansi.

(bx/afi/yes/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia