Rabu, 21 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Features

Baru Satu Jam Diterima Kerja, Gasak Motor dan Perabotan Bosnya

Sabtu, 27 Oct 2018 13:25 | editor : I Putu Suyatra

Baru Satu Jam Diterima Kerja, Gasak Motor dan Perabotan Bosnya

DENGAR KESAKSIAN: Terdakwa kasus pencurian, Amri Rahman, saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Denpasar. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Amri Rahman,32, benar-benar tidak mengenang budi orang. Bagaimana tidak. Sudah diterima bekerja justru berulah. Dia mencuri barang-barang milik bosnya. Dari motor sampai dengan perabotan.

Entah apa yang ada di benak Amri Rahman ketika mendengar I Made Sumandya bersaksi di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar kemarin (26/10). Ya, Sumandya adalah orang yang berbaik hati memberi pekerjaan. Tapi justru dikhianati Amri. Akibat ulahnya sendiri, jadilah kini Amri Rahman sebagai terdakwa . Dia didakwa melakukan pencurian dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun sesuai ketentuan Pasal 362 KUHP.

Dalam sidangnya yang berlanjut kemarin dia kembali menjalani sidang. Di bawah pimpinan Hakim I Gde Ginarsa, sidang mengagendakan pemeriksaan saksi-saksi. Termasuk I Made Sumandya. Bos batako yang jadi korban pencurian.

Pada sidang itu, Sumandya masih belum lupa dengan perbuatan yang dilakukan Amri Rahman. Dia begitu kecewa. Padahal baru saja dia mengenal, sudah berani memberikan pekerjaan kepada terdakwa. “Saya awalnya kasihan saja sama terdakwa,” kata pria berbadan tambun itu, mengawali keterangannya dalam persidangan.

Karena itulah, dia kemudian menerima terdakwa bekerja. Sehingga, terdakwa memberikannya tugas di gudang tempat pencetakan batako miliknya. “Eh, tahu-tahunya dia ambil motor saya,” imbuhnya.


Dia pun bercerita kalau pertemuan dengan terdakwa terjadi pada 10 Januari 2018 pagi di Banjar Tengah, Desa Blahkiuh, Abiansemal, Badung. Waktu itu sekitar pukul 10.00, terdakwa datang ingin mencari pekerjaan. Karena iba, korban pun menerimanya bekerja.

Tapi siapa sangka, satu jam kemudian, terdakwa mengaku pergi. Dan kepergiannya itu dibarengi dengan hilangnya sepeda motor miliknya. Itu dia ketahui saat melihat gudangnya sepi.

Dan yang membuat korban tambah kesal, perabotan di dapur pun turut disikat terdakwa. Dari tabung gas tiga kilogram sampai dengan penanak nasi elektrik.

“Sampai Magic Com saya juga diambilnya,” ketus korban.

Sesuai dakwaan, awal pencurian terjadi setelah terdakwa melihat dapur dalam keadaan sepi tidak terkunci. Dalam aksinya itu, terdakwa mengambil satu tabung gas ukuran tiga kilogram, satu mesin penanak nasi elektrik, serta sepeda motor Honda C70 hitam metalik milik korban.

Dalam pelariannya, terdakwa menjual tabung gas seharga Rp 75 ribu. Sedangkan mesin penanak nasi dia jual dengan Rp 80 ribu. Itupun kepada orang yang tidak dikenal. Sementara sepeda motor yang dia bawa kabur ditinggalkan di Banjar Pengaji, Desa Melinggih, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar.

(bx/hai/bay/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia