Senin, 19 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Features

Tegalan dan Sungai Disulap Jadi Tempat Selfie di Tanah Pegat

Rabu, 31 Oct 2018 20:47 | editor : I Putu Suyatra

Tegalan dan Sungai Disulap Jadi Tempat Selfie di Tanah Pegat

UNIK : Bagian dari Taman Tanah Pegat, Tukad Yeh Empas jadi tempat selfie, Rabu (31/10). (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, TABANAN - Siapa bilang tegalan (kebun, Red) dan sungai tidak bisa dijadikan objek wisata? Apalagi belakangan ini masyarakat semakin haus akan wisata yang menawarkan wisata alam di tengah-tengah kota yang semakin padat. Begitulah areal tegalan seluas 12 are yang disulap menjadi objek selfie di Desa Gubug, Kecamatan Tabanan ini.

Berlokasi di Banjar Tanah Pegat, Desa Gubug, Kecamatan Tabanan, areal tegalan seluas 12 are milik I Gusti Putu Susila telah dibangun wisata bernama Taman Tanah Pegat. Di Taman tersebut terdapat beberapa obyek selfie. Menariknya lagi Tukad Yeh Empas yang dulunya kumuh kini mulai dikenal masyarakat dengan bebatuan dicat dengan berbagai warna.

Dari pantauan di lapangan, taman tersebut masih terus ditata, dimana belasan buruh masih melakukan penataan di kawasan obyek wisata. Taman Tanah Pegat ini akan menyediakan tempat selfie dengan berbagai latar. Mulai dari rumah pohon, bunga matahari, ayunan extrem, permainan air hingga menyediakan fasilitas restaurant.

Kendatipun belum rampung, sudah ada beberapa wisatawan yang mulai menikmati obyek baru tersebut. Terlebih karena lokasinya masih alami sehingga cuaca menjadi tidak panas di siang hari.  Apalagi sudah disediakan restaurant yang akan menyajikan menu khas kakul. Mulai dari sop kakul, sate kakul dan belut mebejek. Ditambah pula makanan dan minuman kekinian yang siap memanjakan lidah pengunjung.

Penggagas Taman Tanah Pegat, I Gusti Putu Susila, 48, menuturkan, awal mula tegalan tersebut disulap jadi tempat wisata hanya bermodal iseng. Dimana sejatinya, ia berencana membuat tegalan tersebut menjadi lokasi bermain flying fox, hanya saja karena memiliki resiko tinggi kegiatan tersebut diurungkan, padahal rekanan dari Malang sudah memasang tali. “Tetapi saya berpikir, resikonya besar sekali sehingga saya batalkan," ujarnya saat ditemui Rabu (31/10).

Meskipun rencana itu ia batalkan, namun ia memutuskan untuk membuat tempat selfi yang masih mengedepankan panorama kehijauan. Terbukti berbagai pohon yang ada di tegalan tersebut tidak ada yang ditebang. "Jadi sekarang kami masih menata tempat selfi mengingat kegemaran masyarakat sekarang adalah selfi ditempat unik," paparnya.

Menurutnya, Taman Tanah Pegat ini juga bisa dijadikan tempat rekreasi keluarga. Selain tidak jauh dari perkotaan, ia sengaja mengkonsep layaknya taman sehingga mulai dari anak-anak, anak muda dan orang tua bisa menikmati. Sehingga masyarakat juga tidak perlu jauh-jauh mencari tempat untuk berekreasi. Disamping itu, juga disediakan permainan air layaknya permainan arum jeram di Sungai Yeh Empas yang berada dibawah tegalan miliknya. "Dulu sungai ini dijadikan tempat mancing dan kondisinya banyak sampah. Sekarang kami cat batu-batunya. Jadi bisa juga tempat selfi dan sarana bermain air," sambungnya.

Dirinya pun menyebutkan pembuatan Taman Tanah Pegat ini sudah diangka 60 persen dari dua bulan pengerjaan. Dan terus disempurnakan mengingat pertengahan November 2018 mendatang mulai dibuka secara resmi. Pihaknya juga terus melakukan penataan dapur restourant agar kuliner khas sop kakul, sate kakul, dan belut mebejek segera bisa dihidangkan. “Kami sengaja memilih makanan tradisional supaya mencirikan wisata desa yang masih alami," lanjut Susila.

Sementara terkait dengan tiket masuk, Susila mengakui masih akan memungut karcis masuk Rp 5.000 sampai 10.000 untuk sepuasnya. Dan kedepannya pihaknya akan terus menyempurnakan objek tersebut, karena disamping membantu dalam menambah potensi desa dan membuka lapangan pekerjaan. "Karena saat ini karyawan kami rekrut masyarakat yang ada di Banjar Tanah Pegat," tukasnya.

Dirinya pun menambahkan, mengingat luas lahan hanya 12 are, kedepan pihaknya akan memperlebar kawasan ke arah timur seluas 25 are yang masih merupakan tanah miliknya. Meskipun ada sungai ia berencana membuat jembatan. "Rencana ini dilakukan bertahap, mudah-mudahan tidak ada halangan,” pungkasnya. 

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia