Rabu, 21 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Kolom

Respons Cepat Penangan Bencana Masa Kini

Oleh: Rizal Saifulah*

Sabtu, 03 Nov 2018 08:00 | editor : I Putu Suyatra

Respons Cepat Penangan Bencana Masa Kini

Ilustrasi (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

KITA patut berduka atas beberapa bencana yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini. Meskipun demikian dalam beberapa tahun ini, penanggulangan bencana yang dilakukan pemerintah semakin baik dibandingkan tahun pemerintahan yang lalu.

Dalam tiga tahun ini, pemerintahan Presiden Jokowi telah membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di 34 provinsi dan 479 kabupaten/kota. Hal itu kemudian diikuti dengan capaian lain, seperti fasilitasi penyusunan kajian dan peta resiko bencana di 111 kabupaten/kota, tersusunnya rencana kontigensi pada 11 lokasi dan uji lapangan.

Berikutnya, juga ada fasilitas pembentukan Desa Tangguh Bencana pada 208 Desa di Indonesia, penguatan sumber daya penanggulangan bencana di daerah melalui bantuan logistik dan peralatan 34 provinsi.

Kemudian, juga diikuti dengan pembentukan dan pemberian bantuan peralatan pusat pengendalian dan operasi di 104 lokasi, yakni 22 BPPD provinsi dan 82 kabupaten/kota serta instalasi sistem peringatan dini multiancaman bencana di 30 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Dengan beberapa capaian itu, terdapat penurunan Indeks Resiko Bencana Indonesia (IRBI) dalam beberapa tahun terakhir. IRBI pada 2016 mencapai 146,9, dan berangsur menuru dibandingkan dua tahun sebelumnya yang secara berurutan berada pada posisi 156,3 dan 151,6. Adapun, indeks resiko bencana di 136 kabupaten/kota pada tahun lalu sebesar 159,2.

Kesiapsiagaan pemerintah saat ini dalam penanggulangan bencana terlihat dari penanganan beberapa bencana, seperti ketika terjadi gempa bumi skala besar di Lombok. Serta gempa dan tsunami yang menghantam di Donggala, Palu. Presiden Jokowi dengan cepat memberikan instruksi untuk melakukan penanganan yang maksimal. Instruksi Presiden sudah diteken dan bantuan mulai dicairkan.

Kemudian, Presiden Jokowi juga memperingatkan bahwa dana bantuan harus sampai ke tangan korban, tak boleh ada yang menahan, dipotong, atau dikorupsi. Bila itu terjadi, Presiden tak main-main untuk menghukum dengan sangat tegas. Tidak hanya memberikan perintah, presiden juga langsung bolak-balik meninjau langsung serta mengunjungi masyarakat untuk memberikan hiburan.

Dan jelas nyata terbukti hasilnya, baik itu di Lombok maupun di Donggala berangsur-angsur membaik. Ekonomi di kedua daerah tersebut mulai bergeliat seraya menata yang ada. 

Namun sayang, kepedulian pemerintah saat ini dan gerak cepat Jokowi dalam penanggulangan bencana ini, disikapi sebaliknya oleh sekelompok orang yang menamakan dirinya oposisi. Oposisi menyampaikan pada media bahwa sikap tanggap pemerintahan hanyalah pencitraan pada tahun politik saat ini.

Tentu saja melihat capaian penanggulangan bencana yang dilakulan oleh pemerintah serta tindakan cepat Presiden dalam menangguangi bencana bukanlah suatu pencitraan semata. Bencana terjadi diwaktu yang tidak bisa ditentukan hanya saja saat ini adalah tahun terakhir pemerintah memimpin. Sehingga isu-isu selalu digunakan untuk menyerang presiden saat ini.

Dibandingkan dengan pemerintahan yang lalu, saat terjadi gampa dan tsunami di Aceh, justru Wapres JK dengan lincahnya JK turun ke lapangan, sehingga kala itu muncul istilah “the real president” karena dia lebih cepat bergerak ketimbang presidennnya.

Bahkan disaat akhir pemerintahan lalu, disaat terjadinya berbagai bencana. Bahkan  terjadinya bencana banjir yang melanda Jakarta dan beberapa daerah lainya, membuat banyak masyarakat mengungsi dan berbagai ditribusi logistik menjadi terhambat sehingga berakibat pada macetnya pergerakan ekonomi. Sementara, presiden saat itu justru melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Bali ditengah banjir yang mengepung. Tentunya hal ini menuai banyak kritik bahwa presiden kurang peka terhadap apa yang sedang terjadi.

 
Jelas tidak sebanding apabila membandingkan dengan pemerintahan yang lalu. Pemerintah yang lalu saat terjadi tsunami hanya fokus pada penanganan satu musibah saja, bahkan diakhir pemerintahanya saat beberapa bencana terjadi, pemerintah saat itu tidak peka. Jelas berbeda dengan pemerintahan saat ini. Pemerintah saat ini benar-benar teruji, mengurusi gempa NTB, mengurus gempa/tsunami Palu-Donggala, mengurus jatuhnya pesawat Lion. Dan semua bencana ditangani oleh Jokowi dengan cepat dan tanggap hingga mengeluarkan Inpres. Untuk itu mari kita berikan apresiasi kepada pemerintah saat ini, daripada mengkritik dan tidak memberikan solusi lebih baik sejenak kita tundukkan kepala kita untuk mendoakan saudara-saudara kita yang tertimpa bencana saat ini. (*)

*) Pemerhati Sosial Politik

(bx/bay/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia