Rabu, 21 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Balinese
Pura Manik Batu yang Sempat “Hilang” (1)

Kini Diyakini sebagai Tempat Mohon Perlancar Tes CPNS

Minggu, 04 Nov 2018 20:52 | editor : I Putu Suyatra

Kini Diyakini sebagai Tempat Mohon Perlancar Tes CPNS

PURA: Suasana Pura Manik Batu di tengah persawahan kawasan Subak Kerdung, Pemogan, Denpasar Minggu (4/11). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Keberadaan Pura Manik Batu di kawasan Subak Kerdung, Pedungan, Denpasar, ini memang jarang diketahui masyarakat umum. Pasalnya pura yang pertama kali dibangun 1874, itu sempat “hilang” puluhan tahun. Dan pada 2006 lalu muncul lagi. Uniknya, pura ini banyak didatangi mereka yang akan mengikuti tes CPNS.

Pura Manik Batu juga disebut dengan Pura Ulun Suwi. Saat ini, pura ini juga diyakini sebagai tempat menyampaikan doa dan memohon memperlancar menjawab soal ketika mengikuti tes calon pegawai negeri sipil (CPNS). Hal itu diungkapkan oleh Pemangku Pura, Jero Mangku Nyoman Dauh saat Bali Express (Jawa Pos Group), Minggu (4/11).

Pura itu juga sebagai Pura Swagina lantaran pura fungsional. Namun tepatnya sebagai pura subak berstananya Dewi Sri. Tetapi ia juga mengatakan dapat juga dikategorikan sebagai pura umum, sesuai terdapat beberapa manivestasi yang bersthana di sana.

“Selain tempat bersthanannya Dewi Sri, di sini juga ada palinggih Dewa Tri Murti yaitu Brahma, Wisnu, dan Siwa. Begitu juga dengan sakti-Nya mulai dari Dewi Saraswati, Pasimpangan Ida Ratu Dalem Nusa dan Dewi Kwan Im,”  jelasnya.

Tak jarang pemedek yang datang ke sana mereka yang akan mengikuti tes CPNS, atau abdi negara lainnya. Meski tidak semuanya dikatakan berhasil, dapat atau tidaknya Jero Mangku Nyoman Dauh menjelaskan sesuai ketulusan orangnya sendiri. Sedangkan yang berhasil dikatakan pasti akan datang kembali dengan menghaturkan sesajen sesuai apa yang dijanjikan saat ia datang pertama kali ke sana.

Sejak ditemukan pura tersebut, dikatakan telah terbukti bahwa sebagian besar yang akan seleksi menjadi abdi negara lulus. “Biasanya mereka yang pertama datang ke sini untuk mohon kelancaran tes ataupun seleksi palingan hanya membawa banten pejati saja. Begitu juga dengan diketahuinya pura ini sebagain besar dari informasi mulut ke mulut,” ungkap dia.

Menurutnya, pura ini awalnya ditemukan dengan penemuan sebuah pondasi padmasana. Tepatnya di areal persawahan milik Jero Mangku Dauh sendiri. Saat itu, 4 Mei 2006 atau bertepatan dengan Umanis Galungan. Kebetulan ia berkeinginan membersihkan badan jalan dekat areal sawahnya untuk ditanami kacang tanah.

Ia menuturkan berencana mencari aliran air dari sungai yang ada di dekat lokasi dengan mencangkul gundukan  tanah. Saat itulah secara tidak sengaja ia menemukan bebatuan yang berbentuk segi empat mirip benda sejarah. Sehingga membuat warga yang lewat dan di sekitarnya mengabadikan. Selain itu ada salah satu rekannya mengalami kerauhan dan mengatakan benda itu merupakan pondasi dari sthana Dewi Sri di sana.

“Makanya sekarang dibangun pura yang diberi nama Pura Manik Batu, Pura yang berarti tempat pemujaan, manik mengandung kata bibit atau benih diartikan luas dalam kehidupan, dan batu yang bermakna keluar atau muncul. Dapat disimpulkan bahwa pura yang munculnya sumber dari kehidupan,” tegasnya.

Pada tempat yang sama, Pekaseh Subak Kerdung, I Wayan Tama menjelaskan sesuai cerita leluhurnya bahwa di lokasi pura itu memang sudah pernah didirikan Pura Ulun Suwi. Karena tidak diurus sehingga rusak dan hilang tertanam tanah.

“Kalau dulu pura kan hanya berupa batu saja atau diisi pohon  sebagai tandanya. Karena itu pada tahun 1874 pembuatan pertama kali menurut cerita lelingsir kami di sini. Kemudian sekarang muncul lagi pada tahun 2006 yang lalu,” ungkapnya.

Hilangnya keberadaan pura sekian tahun itu menurutnya kemungkinan dari zaman penjajahan sehingga krama yang ada tidak bisa mengurus pura. Mengingat lokasinya juga yang ada di tengah persawahan dan perbatasan wilayah desa. Sedangkan pada masa tersebut masih rawan serangan yang tidak diduga-duga dari penjajah,

Tama menerangkan mencari lokasi Pura Manik Batu memang sedikit membingungkan. Dari Jalan Raya Pulau Bungin, Pemogan, Denpasar masuk ke Gang IX. Lalu lurus ke selatan mengikuti gang tersebut agar sampai tembus di persawahan. Kurang lebih masuk sekitar 1 kilometer akan menemukan areal persawahan yang ada plang berisikan tulisan kawasan Subak Kerdung. Nah, hanya mengikuti jalan berbahan semen sekitar 500 meter saja, akan sampai di jaba pura Batu Manik Batu tersebut. (bersambung)

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia