Senin, 19 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Bali

15.756 Warga Gianyar Belum Terekam E-KTP, Ini Langkah Disdukcapil

Senin, 05 Nov 2018 09:15 | editor : I Putu Suyatra

15.756 Warga Gianyar Belum Terekam E-KTP, Ini Langkah Disdukcapil

ANTUSIAS: Warga mengikuti perekaman E-KTP di Pasar Umum Gianyar yang digelar Disdukcapil pada Sabtu (3/11) dan Minggu (4/11) kemarin. (HUMAS PEMKAB GIANYAR FOR BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, GIANYAR – Tercatat 15.756 orang warga Kabupaten Gianyar belum terekam E-KTP. Untuk menuntaskan warga tercecer itu Disdukcapil melaksanakan Sijebol (sistem jemput bola) dengan menyasar pasar dan mall di daerah itu .Dilakukan Sabtu (3/11) dan Minggu (4/11) kemarin di Pasar Umum Gianyar. Hasilnya dua hari tersebut, terdapat 36 warga yang melakukan perekaman, dan 16 warga yang melakukan pencetakan ulang karena adanya perubahan data.

Kabid PIAK dan Pemanfaatan Data Disdukcapil Gianyar, Ni Ketut Wirati saat ditemui Bali Express (Jawa Pos Group) di Pasar Umum Gianyar menjelaskan, program perekaman data hingga mendatangi pasar-pasar dan mall, tak lain karena masih banyak masyarakat yang belum melakukan perekaman data. Berdasarkan data agregat semester pertama tahun 2018/DKB di Disdukcapil Gianyar, dari Januari 2017 hingga akhir September 2018, penduduk yang wajib KTP 384.596 jiwa. Dari total jumlah penduduk 498,357 jiwa. 

“Namun yang sudah melakukan perekaman E-KTP baru 368.840 jiwa, dan yang belum melakukan perekaman sebanyak 15.756 jiwa,” ucapnya.

Ditambahkan, dengan pelayanan langsung ke lokasi-lokasi yang merupakan program Sijebol Disdukcapil, telah sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat untuk percepatan validasi data. Sebab apabila sampai akhir Desember tahun ini masyarakat belum merekam, maka datanya akan dinonaktifkan sementara.

“Jika datanya sampai di nonaktifkan, masyarakat tentu akan kesulitan melakukan aktivitas yang memerlukan administrasi kependudukan,” sambungnya.

Lebih lanjut dia memaparkan, perekaman di pasar-pasar umum ini telah melalui beberapa pertimbangan. Seperti masih banyaknya pedagang yang belum melakukan perekaman, karena kesibukan mereka di pasar. Hingga adanya warga yang enggan datang ke Kantor Disdukcapil, lantaran tidak bisa baca tulis. Atas dasar itu, program ini dilaksanakan, disamping juga dengan tetap melakukan sosialisasi ke desa-desa, dan melakukan perekaman di masing-masing wilayah.

“Dengan sistem langsung ke lokasi ini, kami berusaha membantu warga yang kesulitan melakukan perekaman, sekaligus sosialisasi pada pengunjung pasar tentang pentingnya melakukan perekaman E-KTP,” jelas Wirati.

Untuk jadwal perekaman di pasar-pasar umum, setelah di Pasar Gianyar yang dilangsungkan pada 3-4 November mulai pukul 06.30. Untuk Pasar Blahbatuh dijadwalkan dilangsungkan pada 10-11 November. Menyusul Pasar Umum Sukawati pada 17-18 November, Pasar Umum Ubud pada 24-25 November, dan Pasar Umum Tegallalang pada 1-2 Desember. Lalu Pasar Umum Tampaksiring pada 8- 9 Desember, dan di Pasar Umum Payangan pada 15- 16 Desember. Selain di pasar, pada 22-23 Desember juga dilakukan perekaman langsung di mall Hardys Gianyar, serta 30-31 Desember di Terminal Batubulan dan Car Free Day.

“Untuk di Pasar Gianyar, hasil dari Sijebol ini, ada 36 warga yang melakukan perekaman. Hari pertama (Sabtu) ada 22 warga melakukan perekaman, dan 2 orang cetak E-KTP, karena rusak dan perbaikan data golongan darah. Sedangkan di hari kedua (kemarin, red) ada 14 orang warga melakukan perekaman, dan 14 orang melakukan permohonan cetak karena perubahan data,” pungkasnya.

Dalam kesempatan kemarin, dirinya juga turut mensosialisasikan mengenai masa berlaku E-KTP yang tertera tahun 2017. Dimana seperti penegasannya, meski tertera angka 2017, tapi kalau sudah E-KTP, maka itu berlaku seumur hidup.

(bx/wid/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia