Rabu, 21 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Balinese
Pura Manik Batu yang Sempat “Hilang” (2)

Awalnya Lumpuh, setelah Melukat di Sini, Bisa Berjalan

Senin, 05 Nov 2018 20:09 | editor : I Putu Suyatra

Awalnya Lumpuh, setelah Melukat di Sini, Bisa Berjalan

TIRTA: Jero Mangku Istri Ni Nyoman Rapen menunjukkan sumber Tirta Sudamala di Pura Manik Batu, Subak Kerdung, Pemogan, Denpasar, Minggu (4/11). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Pura Manik Batu di kawasan Subak Kerdung, Pedungan, Denpasar, yang dikatakan sempat hilang dan muncul kembali pada tahun 2006 juga diyakini tempat penyembuhan berbagai macam penyakit. Mulai dari yang sakit bertahun-tahun tidak bisa jalan sampai gangguan psikologi bisa sembuh setelah malukat di pura tersebut. Hal itu diungkapkan oleh Jero Mangku Istri Ni Nyoman Rapen, di Denpasar Minggu (4/11).

Masyarakat yang datang bertujuan untuk berobat ke pura ini, biasanya mendapatkan petunjuk dari mimpi. Atau pawisik yang lain. Pada akhirnya akan ada orang yang menujukkan atau mengantar ke Pura Manik Batu untuk malukat.

"Rata-rata orang yang datang ke sini untuk nunas tamba atau malukat. Mereka mengaku diarahkan dari mimpi. Selain itu ada yang menujukkan agar mereka ke sini untuk melakukan panglukatan, entah kerabat atau orang baru dikenalnya secara tidak sengaja," tandasnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group).

Jero Mangku Rapen menjelaskan, berbagai macam orang yang sakit telah sembuh pasca nunas tamba di sana.

Diceritakan, sekitar dua tahun lalu, ada orang yang lumpuh dan tidak bisa berjalan, ketika malukat di sana perlahan dikatakan bisa berjalan normal. Begitu juga dengan orang tua yang memiliki anak dengan gangguan psikologisnya, dicoba diajak malukat di sana perlahan juga bisa kembali normal. Dalam artian penyakit medis dan non medis dapat disembuhkan melalui malukat di pura itu.

"Kalau malukat di sini cukup membawa pejati, bungkak nyuh gadang jika nunas tamba, dan bungkak nyuh gading untuk malukat. Prosesnya itu ada dari nista mandala sampai utamaning mandala pura," terangnya.

Berawal dari nista mandala, Mangku Rapen memaparkan untuk menghaturkan canang terlebih dahulu di Beji Pura yang ada di sebelah timur pura. Di sana ada palinggih dan patung Dewi Maruti. Setelah menghaturkan canang dilanjutkan malukat dengan bungkak yang dibawa. Tujuannya sebagai pembersih secara niskala sebelum masuk ke madya mandala, dan utamaning mandala pura.

Selesai malukat di sana, menuju ke madya mandala yang terdapat Palinggih Dewi Kwam Im hanya menghaturkan canang dan  mohon izin juga sesuai dengan tujuan kedatangan ke sana. 

Setelah itu baru menuju utamaning mandala pura yang langsung berhadapan dengan padmasana pura. Di sana banten pejati dihaturkan oleh Jero Mangku, sedangkan palinggih yang ada di sampingnya terdiri atas Pasimpangan Ratu Niang Sakti, Gedong, dan Patirtan Sudamala hanya menghaturkan canang.

"Pemedek cukup sembahyang di depan padmasana saja. Karena di sana akan dilukat kembali atau diberikan tamba dengan tirta sudamala yang ditunas dari klebutan ini," tandasnya.

Selaku pengayah, yakni Jero Mangku Rapen hanya bisa  menjembati sebatas menghaturkan sesajen dan membantu ngelukat saja. Sedangkan yang memberikan kesembuhan dikatakan sasuhunan yang bersthana di Pura Manik Batu tersebut. Selain dengan doa, sesuatu permohonan untuk kesembuhan di sana ia harapkan diimbangi dengan ketulusan. Lantaran keduanya itu sangat mempengaruhi sesuatu hal tercapainya permohonan seseorang.

"Saya hanya bisa bantu saja selaku pengayah, kalau yang menyembuhkan itu tergantung dari orangnya sendiri dan kehendak Tuhan atau sasuhunan yang malinggih di sini," imbuhnya.

Ia menambahkan untuk hari malukat atau malukat tidak ada batasan hari dan waktu. Kapan saja datang dan pukul berapa datang ke sana dikatakan bisa melakukan malukat dan matamba tersebut. Sedangkan piodalan di sana bertepatan dengan hari ditemukannya kembali pura itu, yakni Wraspati Umanis Dunggulan yang tepatnya Kamis setiap Manis Galungan enam bulan sekali. (bersambung)

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia