Senin, 19 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Indonesia Pimpin Aksi Penanggulangan Zoonosis Global

Selasa, 06 Nov 2018 10:21 | editor : I Putu Suyatra

Indonesia Pimpin Aksi Penanggulangan Zoonosis Global

ZOONOSIS: Pameran Penanggulangan Zoonosis di BNDCC Nusa Dua kemarin. (AYU AFRIA UE/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmen untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran penyakit zoonosis secara global. Indonesia sendiri menjadi tuan rumah Pertemuan Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis yang diikuti oleh 15 negara yang tergabung dalam Zoonotic Diseases Action Package (ZDAP) pada Senin (5/11) hingga Kamis (8/11) di BNDCC Nusa Dua, Bali.

Pencapaian pengendalian penyakit zoonosis (infeksi yang ditularkan di antara hewan vertebrata dan manusia atau sebaliknya) di Indonesia dalam aksi implementasi ini menjadi salah satu hal penting.

Dalam rencana aksi tersebut beberapa hal penting disetujui bersama. Termasuk dukungan masing - masing negara anggota ZDAP untuk melanjutkan penanganan penyakit zoonosis, pertukaran informasi, peningkatan kapasitas, serta komitmen jangka panjang penanganan tanggap darurat zoonosis.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK, Sigit Priohutomo mengatakan bahwa sudah banyak upaya yang telah dilakukan Indonesia untuk meningkatkan kapasitas sumber daya di bidang kesehatan terpadu dalam menanggulangi ancaman kesehatan global, khususnya zoonosis. Salah satunya dengan menginisiasi kerjasama lintas sektor.

“Tiga kunci keberhasilan pengurangan risiko pandemi adalah koordinasi, advokasi, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan,” tegasnya pada Senin (5/11).

Kerja sama lintas sektor dalam pencegahan dan pengendalian zoonosis ini juga diwujudkan melalui kerjasama program Emerging - Pandemic Threats (EPT-2) dengan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID). Kerjasama ini turut melibatkan Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah daerah, serta organisasi internasional seperti WHO dan FAO.

Sejalan dengan hal tersebut Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian I Ketut Diarmika memaparkan, upaya pengendalian zoonosis merupakan prioritas utama dalam kesehatan hewan. Karena dapat meminimalisasi ancaman pada kesehatan masyarakat dan meningkatkan ekonomi industri peternakan.

"Untuk itu, diperlukan peningkatan kapasitas sumber daya kesehatan hewan dalam deteksi, pencegahan, dan respons terhadap penyakit hewan, terutama zoonosis,” ungkapnya.

Kesehatan hewan sangat berperan penting terhadap terciptanya kesehatan global. Terlebih karena hewan adalah salah satu sumber pangan, lanjutnya. Terkait penanggulangan zoonosis yang bersumber dari satwa liar disampaikan oleh Wiratno, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pihaknya berkomitmen menanggulangi zoonosis dengan membentuk gugus tugas One Health yang anggotanya terdiri dari lintas sektor untuk pengendalian zoonosis bersumber satwa liar.

“Pembangunan Sistem Informasi Pelaporan Kesehatan Satwa Liar (SEHATSATLI) merupakan salah satu upaya deteksi dini penyakit pada satwa liar di ex-situ yang berpotensi menular pada hewan domestik dan manusia,” jelasnya.  

 

Turun, Kasus Flu Burung pada Manusia

DI tengah keberhasilan Indonesia dalam mengendalikan ancaman pandemi, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK, Sigit Priohutomo kembali mengingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan oleh lintas sektor. Hal ini guna mencegah pandemik di masa depan. Untuk diketahui, pandemi merupakan suatu penyakit yang diprediksi akan menjadi wabah.

Hal ini mengingat sumber daya alam Indonesia termasuk keanekaragaman hayati yang ada, corak sosial ekonomi masyarakat maka Indonesia tetap menempatkan pencegahan zoonosis dan Penyakit Infeksi Baru (PIB) sebagai prioritas upaya pengendalian.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono mengatakan telah ada sistem kewaspadaan dini dan respon yang terintegrasi untuk mengatasi ancaman pandemi pada manusia.

“Salah satu keberhasilan dalam pengendalian zoonosis ialah dengan menurunnya angka kasus pada flu burung pada manusia, sejalan dengan menurunnya kasus pada hewan melalui kerjasama antara petugas lapangan dari sektor kesehatan masyarakat dan kesehatan hewan,” ungkapnya.

Sementara itu Konsulat Jenderal Amerika Serikat, Mark McGover mengapresiasi Indonesia yang telah berhasil mengembangkan integrasi dan koordinasi lintas sektoral untuk mendeteksi, mencegah dan menanggulangi ancaman pandemi. Ia menegaskan diperlukan komitmen lebih lanjut, guna memastikan sistem yang telah ada dapat terus berjalan dengan baik. Pemerintah Amerika Serikat sebagai negara sahabat siap mendukung Indonesia untuk terus meningkatkan kapasitas dalam mencegah dan mengendalikan zoonosis.

“Untuk memastikan sistem yang telah dikembangkan tersebut berfungsi dengan baik, penting untuk mengenali peran dari setiap kementerian dan lembaga terkait, dan mendukung mereka dalam menjalankan tugas penting untuk mendukung keamanan kesehatan global ini,” ungkapnya.

(bx/afi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia