Senin, 19 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Hujan Deras, Dua Banjar Dilanda Tanah Longsor

Selasa, 06 Nov 2018 12:22 | editor : I Putu Suyatra

Hujan Deras, Dua Banjar Dilanda Tanah Longsor

LONGSOR : Warga bersama petugas membersihkan puing longsor akibat hujan deras yang terjadi Minggu (4/11) sore. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, NEGARA - Terjadi bencana tanah longsor di dua titik di Kabupaten Jembrana akibat hujan deras Minggu (4/11). Yakni di Banjar Kaleran, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo dan Banjar Baler Setra, Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tanah longsor  tersebut.

Hal itu berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana, Senin (5/11) kemarin. Dari informasi yang diperoleh Bali Express (Jawa Pos Group), tanah longsor yang terjadi di Banjar Kaleran, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo melanda sederan dan tembok pekarangan rumah setinggi 2 meter dan panjang 6 meter milik I Wayan Paglet,80. Bahkan material longsoran juga menimpa areal merajan keluarga yang sehari-hari bekerja sebagai petani kebun ini hingga mengakibatkan pelinggih kemulan taksu dihalaman depan pekarangn rumahnya tersebut hancur akibat tertimpa tembok pekarangan yang berada di sebelahnya.

Sementara musibah longsor yang terjadi di Banjar Baler Setra, Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan menimpa tebing setinggi empat meter di pinggir jalan desa setempat. Tingginya tebing mengakibatkan material longsor memenuhi pekarangan pekarangan rumah Gusti Kade Wedia,82.

Kendati tidak menyebabkan keruskan bangunan yang berarti, namun timbunan material tanah bercampur kerikil memenuhi pekarangan rumah yang posisinya diketahui memang berada lebih rendah dengan jalan desa setempat. Tebing tanah di pinggir jalan didepan rumah tersebut diketahui juga tiba-tiba ambruk.saat hujan pada Minggu sore lalu.

Dikonfrimasi Senin (5/11) kemari, Perbekel Medewi, I Komang Suartika membenarkan kejadian tanah longsor yang terjadi di wilayahnya tersebut. Diakuinya sejumlah titik disekitar wilayah Desa Medewi yang kondisinya berbukit memang memiliki potensi tanah longsor. Bahkan menurutnya tanah longsor sering terjadi saat hujan deras setelah musim kemarau. Pasca tanah longsor yang menimbun pekarangan rumah warganya itu, pihaknya bersama warga dan juga personil BPBD melakukan gotong-royong pembersihan material longsoran. “Kami bantu membersihkan timbunan materialnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Jembrana, I Ketut Eko Susila AP dikonfrimasi Senin kemarin membenarkan adanya dua titik yang terkena dampak hujan deras yang terjadi pada Minggu sore tersebut yakni satu titik di Kecamatan Mendoyo dan satu titik di Kecamatan Pekutatan. Menurutnya, kuat dugaan longsor akibat cuaca esktrem yang terjadi dimana, tanah retak setelah musim kering bergerak setelah terkena guyuran air hujan. Pihaknya dijelaskan Eko, telah menerjunkan personil  ke masing-masing lokasi longsor. “Kami sudah turunkan personil kelokasi untuk membantu pembersihan material longsoran,“ tandasnya.

(bx/tor/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia