Senin, 19 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Polisi akan Panggil Bendesa Sanur Kaja Soal Pungutan di Pantai

Rabu, 07 Nov 2018 12:21 | editor : I Putu Suyatra

Polisi akan Panggil Bendesa Sanur Kaja Soal Pungutan di Pantai

BARANG BUKTI: Beberapa barang bukti yang diamankan polisi dari pintu masuk Pantai Matahari Terbit, Sanur Kaja, Denpasar. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Dit Reskrimum Polda Bali sudah ancang - ancang memanggil Bendesa Adat Desa Sanur Kaja terkait dugaan keterlibatan kasus pungli di lokasi pintu masuk Pantai Matahari Terbit Jalan Matahari Terbit, Desa Sanur Kaja Denpasar Selatan, Denpasar. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol Andi Fairan kepada koran ini Rabu (7/11). Sebelumnya, polisi mengamankan sebelas orang yang melakukan pungutan di sana.

Menurut Andi, sebelas orang yang diamankan tersebut bukanlah pelaku utama kasus pungli ini. Mereka hanya sebagai operator lapang dan diduga ada dalangnya. "Jadi informasi sebelas orang ditahan itu salah ya. Mereka nggak kami tahan hanya wajib lapor. Karena kami masih mendalami dimana melakukan pungli, siapa yang menyuruh," ungkapnya.

Pasalnya selain tidak adanya MOU dengan PD Parkir Kota Denpasar, kesebelas orang ini kompak mengakui bahwa dana pungli tersebut disetor ke Desa Adat. Inilah yang ditegaskan akan ditelusuri oleh jajarannya. Apakah aliran dana tersebut sudah sesuai dengan unsur - unsur yang berlaku atau aturan daerah.

Meskipun belum disampaikan secara pasti kapan Bendesa Adat ini akan dipanggil, namun rencana itu sudah di depan mata. Dengan tegas Andi mengatakan bahwa atas tindakan ini banyak masyarakat yang mengeluh kepadanya. Sehingga tak segan - segan menyeret ke meja hijau apabila memang memenuhi unsur pidana. "Memang, ini yang masih kami dalami. Jika melanggarnya perdata nanti kami limpahkan ke Sat Pol PP. Tapi kalau pidana kami proses. Kan sebelumnya juga ada kasus yang sama dan sudah kami proses," ungkapnya.

Dugaan pungli ini di antaranya menarik karcis masuk kendaraan roda dua sebesar Rp 2 ribu, kendaraan roda empat sebesar Rp 5 ribu, kendaraan untuk bus pariwisata sebesar Rp 20 ribu, kendaraan Elf untuk pariwisata sebesar Rp 10 ribu, kendaraan bawa barang jenis pick up sebesar Rp 20 ribu, kendaraan truck engkel sebesar Rp 40 ribu, kendaraan truck besar Rp 50 ribu dan kendaraan sepeda motor membawa barang dikenakan Rp 5 ribu.

Sebelumnya sebelas orang yang disebut sebagai oknum pecalang dilakukan OTT di Pantai Matahari Terbit, Desa Sanur diamankan oleh Tim Resmob Dit Reskrimum pada Kamis (1/11) pukul 10.30. Kesebelas orang tersebut diamankan saat melakukan pungutan. Di antaranya I Wayan Wita Aditya Pratama, Bagus Nyoman Geaga, I Wayan Aditya Wirya, I Ketut Sudiarta, I Made Rusiatim, I Nyoman Punia, I Nyoman Sadia, I Wayan Suarta, I Ketut Suarsa, I Made Arnawa, dan I Ketut Warta. Petugas juga mengamankan beberapa barang bukti sejumlah uang hasil pungutan Rp 25 juta juga diamankan.

Beberapa barang bukti yang diamankan diantaranya satu bendel tiket untuk kendaraan roda empat isi 100 lembar sisa 36 lembar, tiket roda dua satu bendel isi 100 lembar sisa 9 lembar, uang saat diamankan sejumlah Rp 1 juta, dan uang hasil pungutan selama bulan Oktober 2018 sejumlah Rp 34 juta serta buku catatan pembukuan gaji yang pungut tiket masuk.

(bx/afi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia