Senin, 19 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Kejari Periksa 24 Saksi Kasus yang Seret Anggota DPRD Klungkung

Rabu, 07 Nov 2018 20:07 | editor : I Putu Suyatra

Kejari Periksa 24 Saksi Kasus yang Seret Anggota DPRD Klungkung

Gita Gunawan (DOK. BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SEMARAPURA - Setelah  menetapkan tiga tersangka kasus proyek biogas di Nusa Penida, Klungkung, penyidik  Kejari Klungkung yang menangani kasus tersebut terus melakukan pendalaman. Ada 24 saksi diperiksa di kantor Kejari Klungkung, Rabu (7/11). Semua saksi itu sudah sempat diperiksa kasus itu belum ada tersangka.

Dari sekian saksi tersebut, salah satunya Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klungkung I Putu Widiada, yang saat proyek berjalan adalah Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa dan Keluarga Berencana Kabupaten Klungkung, sekaligus kuasa pengguna anggaran (KPA).

Kepala Seksi Intel Kejari Klungkung, I Gusti Ngurah Anom Sukawinata membenarkan pemanggilan saksi itu.  Katanya, semua saksi yang sempat diperiksan sebelum ada tersangka akan dipanggil ulang. Informasi ada sekitar 70 saksi dalam kasus itu. “Kalau tidak hari ini (Rabu, Red) bisa saja hari berikutnya diperiksa,”  jelas Anom Sukawinata.

Tak hanya saksi itu, tidak menutup kemungkinan ada saksi tambahan di luar itu. “Tergantung  penyidiknya, kalau perlu tambahan saksi, ya ditambah,” jelasnya.

Meskipun tak membeber materi pemeriksaan, Anom Sukawinata menjelaskan bahwa materinya hampir sama dengan saat pemeriksaan sebelumnya. “Sekarang sudah ada tersangka, apakah keterangannya masih sama dengan sebelumnya atau ada tambahan lagi,” ungkapnya.

Seperti diketahui, proyek biogas yang merugikan negara Rp 890 juta menyeret tiga tersangka, yakni Anggota DPRD Klungkung, I Gede Gita Gunawan dan istrinya Thiarta Ningsih, serta Kepala Bidang Pengkajian dan Pengembangan Dinas Pariwisata Klungkung Made Catur Adnyana, yang saat itu sebagai pejabat pembuat komiten (PPK) pada Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa dan Keluarga Berencana Kabupaten Klungkung. Dalam waktu dekat, tersangka bakal diperiksa.

Sementara itu, terkait posisi status Gita Gunawan sebagai tersangka sekaligus anggota dewan,  Ketua KPU Klungkung mengatakan anggota Fraksi Golkar itu masih bisa diganti. Partai Golkar masih memungkinkan mengajukan proses Pengantian Antar Waktu (PAW). Itu karena sisa masa jabatan Gita Gunawan sebagai anggota dewan masih lebih dari enam bulan. “Kalau jabatan tersisa kurang dari enam bulan, baru tidak bisa PAW,” terang Kariada.

Terkait hal itu, tergantung keputusan Golkar. “Kewenangan ada di Golkar,” imbuhnya. Data perolehan suara hasil Pileg 2014, Gita Gunawan yang merupakan daerah pemilihan (dapil) Nusa Penida meraih 2.129 suara. Di bawah Gita Gunawan ada I Ketut Rai dengan 379 suara. Posisi berikutnya ada I Made Adi Laksana, memperoleh 105 suara.

Terkait posisi Gita Gunawan sebagai caleg pada Pileg 2019, Kariada menegaskan politikus asal Desa Batukandik, itu tidak bisa diganti. Dia tetap sebagai calon. Karena kasusnya belum berkekuatan hukum tetap. Ketika nanti setelah pencoblosan dia terpilih, baru akan diambil keputusan berdasarkan putusan pengadilan. Kalau dinyatakan bersalah, dan hasil pileg dia memperoleh suara terbanyak, maka bisa PAW.  

Belum ada konfirmasi dari Golkar Klungkung terkait hal itu, koran ini sempat menghubungi Ketua DPD II Golkar Klungkung I Made Ariandi, namun tak direspons. 

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia