Senin, 19 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Features
Putu Suartawan si Manusia Cabai

Makan Cabai seperti Kacang Rebus, Ingin Jadi Bintang Iklan

Rabu, 07 Nov 2018 20:23 | editor : I Putu Suyatra

Makan Cabai seperti Kacang Rebus, Ingin Jadi Bintang Iklan

MANUSIA CABAI: Putu Suartawan saat beraksi memakan cabai dan melulurkannya di wajahnya. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SERIRIT - Semua orang tahu kalau cabai itu pedas. Bikin perih dan panas jika kulit terkena airnya. Sulit dimakan terpisah kalau bukan untuk bumbu makanan. Namun bagaimana kalau cabai berwarna merah segar dimakan dalam jumlah banyak lalu dilulurkan ke wajah dan seluruh tubuh. Hal itulah yang dilakukan oleh Putu Suartawan, 43. Tak pelak, ia pun dijuluki Manusia Cabai asal Ularan.

Pria berbadan gempal ini dengan cekatan menyambangi koran ini saat tengah memarkir kendaraan. Saat dijelaskan terkait maksud menemuinya, Suartawan langsung mempersilahkan koran ini duduk untuk mengobrol.

Ya, dialah Si Manusia Cabai asal Dusun Yadnya Kerti, Desa Ularan, Kecamatan Seririt, Buleleng. Pria yang kesehariannya berprofesi sebagai security di Kantor Bendungan Titab-Ularan, ini memang dikenal lewat aksinya yang doyan memakan cabai dan melulurkannya di wajah serta tubuh.

Pertanyaan yang pertama dilontarkan koran ini tentu saja, apakah ada kekuatan tenaga dalam yang tersimpan di badannya? Sehingga begitu doyan makan dan melulurkan cabai di wajah. Sungguh sulit dinalar akal sehat.

Lalu dengan lugas Suartawan bercerita awal mula kenapa ia tertarik makan cabai. Ia menuturkan, saat dirinya berusia 8 tahun, sempat diajak ke ladang oleh sang Ibu. Sesampai di ladang dirinya menemukan pohon  cabai. Lalu cabai tersebut ia petik dan kunyah. Begitu seterusnya hingga ditegur sang Ibu.

“Sampai ibu saya marah. Karena terus makan cabai. Apa tidak pedas? Begitu tanya ibu. Saya jawab tidak, rasanya enak manis. Tetapi ibu saya khawatir kalau nanti saya sakit perut. Tapi tidak pernah sakit setelah makan cabai itu,” tuturnya , Senin siang (5/11).

Lalu kebiasaan makan cabai pun berlanjut. Setiap makan, Suartawan bisa melahap 25 biji cabai yang ia jadikan sebagai lalapan. Bahkan, ia merasa kurang afdol jika makan tanpa cabai. Kebiasaan itu pun terus ia jalani hingga menikah dan dikaruniai empat orang anak. Kendati sering makan cabai, namun perutnya pun tetap sehat tanpa mengalami masalah pencernaan.

Atas aksinya yang kerap melahap cabai itulah ia dijuluki Manusia Cabai. Buntutnya, ia pun mulai diiundang saat event peringatan HUT RI di tingkat kecamatan hingga kabupaten. Bahkan saat parade atau pawai, ia sering unjuk gigi memakan cabai hingga 3,5 kilogram dan melulurkan di wajah serta badannya. Warga pun dibuat terheran-heran atas aksinya.

Kepada Bali Express (Jawa Pos Group), Suartawan mengaku sudah banyak pula media massa baik cetak maupun elektronik yang mengulas kebolehannya saat memakan cabai. Tak pelak, membuatnya kian tenar. Bahkan, pada Oktober lalu, Suartawan sempat diundang oleh Dedy Corbuzier untuk tampil di acara Hitam Putih.

Kesempatan itupun tak ia sia-siakan. Suartawan berangkat ke Jakarta bersama sang istri Ni Ketut Citrawati. “Saat diundang ke Hitam Putih di sana saya diminta memakan cabai. Selain itu dioleskan ke badan. Memang Dedy Corbuzier sangat heran. Dia nanya apa tidak panas? Saya jawab  tidak, biasa saja,” tuturnya.

Selain diundang di acara Hitam Putih, Suartawan juga sempat menghadiri undangan di Program Pagi-Pagi Happy di Trans, yang dipandu Bily Syahputra. Di sana Suartawan pun diminta demo terkait kebolehannya memakan cabai hingga 3 kilogram.

“Sempat diadu dengan orang lain. Mereka baru makan 10 biji saja sudah tidak kuat. Makanya saya siap diadu dengan siapa saja di Indonesia atau bahkan dari luar negeri boleh. Dengan syarat saat lomba makan cabai jangan minum air agar perut tidak keburu penuh,” jelasnya.

Koran inipun masih penasaran dan ingin melihat langsung bagaimana dia bisa menikmati setiap biji cabai segar yang merah merona itu. Tanpa basa-basi, Suartawan pun menyanggupi permintaan koran ini agar memakan cabe yang sudah dibawa sebelumnya.

“Sekarang lihat ya. Bagaimana saya memakan cabai-cabai ini. Jika mau, boleh ikut, ayok makan sama-sama. Saya tantang,” ucapnya ke koran ini sembari tertawa.

Suartawan pun nampak lahap mengambil cabe seperti memakan kacang rebus. Tangannya tak henti-henti memisahkan cabai dari tangkainya. Lalu memasukkan ke dalam mulutnya. “Lihat, saya sudah telan,” ujarnya sambil mengambil cabai lagi.

“Sekarang akan saya oleskan,” lanjutnya. Kemudian cabai yang dikunyahnya itu dia muntahkan di tangannya lalu dioleskan di wajahnya. Sulit dipercaya. Jika rata-rata manusia biasa pada umumnya merasa kepanasan dan perih saat terkena cabe, namun tidak terjadi pada Suartawan.

Lalu apa harapan kedepan di balik julukan Si Manusia Cabai yang sudah didapatkan? Dengan sigap Suartawan menjawab pertanyaan koran ini. Menurutnya, dulu dia sempat bercita-cita diundang di acara Hitam Putih. Dan cita-citanya pun terwujud.

Namun sekarang dirinya memiliki cita-cita lain, yakni ingin bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan menjadi bintang iklan di televisi. “Saya ingin bertemu Pak Jokowi kalau bisa beratraksi di depan beliau apalagi saat kampanye biar diundang lah. Selain itu saya mau jadi bintang iklan. Seperti iklan Sambal Pedas, atau iklan Mie Pedas, pokoknya biar pedas-pedas deh,” imbuhnya.

Mengapa ingin menjadi bintang iklan? “Ya biar ada tambahan penghasilan, sekarang hidup saya pas-pasan. Anak empat kondisi serba susah, siapa tahu ada yang ngontrak jadi bintang iklan,” harapnya.

Satu lagi, agar julukan sebagai Manusia Cabai benar-benar melekat, Suartawan pun berharap bisa masuk Museum Rekor Indonesia (Muri) dan dikukuhkan sebagai manusia cabai. Cita-citanya ini pun beralasan. Mengingat saat ini belum ada manusia cabai yang muncul menandinginya dalam urusan makan dan melulurkan cabai di badan.

Sebab, kalau di-googling di internet, memang saat ini julukan Manusia Cabai hanya tertuju pada satu nama yakni Suartawan. “Ya semoga ada yang mensponsori sehingga bisa masuk Muri. Tentu itu cita-cita besar,” tutupnya. 

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia