Senin, 19 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Hujan Angin, Rumah Warga di Desa Tegal Badeng Barat Roboh

Rabu, 07 Nov 2018 20:37 | editor : I Putu Suyatra

Hujan Angin, Rumah Warga di Desa Tegal Badeng Barat Roboh

RATA DENGAN TANAH: Petugas dari BPBD Kabupaten Jembrana, Rabu (7/11) bersama-sama warga membersihkan puing-puing rumah Siti Kasma, 65, yang roboh diterjang hujan angin. (GDE RIANTORY/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, NEGARA - Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada Selasa dinihari (6/11) mengakibatkan satu rumah warga roboh rata dengan tanah. Peristiwa tersebut menimpa Siti Kasma, 65 yang tinggal di Banjar Teluk Limo,  Desa Tegal Badeng Barat, Kecamatan Negara.

Ditemui di rumahnya, Rabu (7/11), Siti Kasma hanya bisa pasrah melihat rumah gedeknya rata dengan tanah. Didampingi Perbekel Tegal Badeng Barat, I Made Sudiana, Siti Kasma mengatakan saat itu sekitar pukul 02.30 wita terjadi hujan deras disertai angin kencang. Ia saat itu sedang tertidur sementara cucunya yang bernama Mohamad Hairul Yani, 14 yang bersekolah di MTS Darussalam sudah bangun dan berniat akan salat tahajut.  Saat Hairul mengambil air wudhu mendengar suara getaran kayu di atap rumah dan curiga rumah akan roboh. Seketika cucunya tersebut cepat-cepat menarik dirinya bersama-sama menyelamatkan diri keluar rumah.

"Awalnya saya menolak dan mengatakan biar sudah mati juga ndak apa-apa karena sudah pasrah. Tapi cucu saya ngotot terus menarik saya keluar dan saat sampai di luar, rumah kemudian roboh," ujarnya.

Mengetahui rumahnya rata dengan tanah, Siti Kasma hanya bisa bengong, pakaian serta perabotan basah karena hujan termasuk baju sekolah Hairul juga basah. Kondisi rumahnya yang berukuran 6 x 9 meter tersebut sebelum roboh dijelaskan Siti terbuta dari bedek dan beberapa bagian sudah dalam keadaan lapuk karena dibangun puluhan tahun lalu. Dengan kondisi sekarang, untuk sementara Siti Kasma bersama cucunya mengungsi ke rumah anaknya yang juga terbuat dari bedek. Dengan pekerjaan yang hanya jadi buruh di pabrik ini, Siti Kasma hanya bisa pasrah dengan keadaannya dan berharap segera mendapat bantuan rumah.

Sementara pagi itu di lokasi rumah Siti Kasma, petugas dari BPBD Jembrana dan pihak Desa melakukan kerja bakti membersihkan puing-puing rumah yang roboh sekaligus juga menyerahkan bantuan sembako dan terpal. Perbekel Tegal Badeng Barat, I Made Sudiana saat dikonfirmasi mengatakan Siti Kasma masuk ke dalam penerima dana PKH dan mendapat raskin/rastra. Pihaknya dijelaskan Sudiana akan segera rapat membahas mengenai bantuan bedah rumah untuk Siti dan dianggarkan dari dana desa. "Hari ini kami rapat," jelasnya.

Selain di Tegal Badeng Barat, musibah juga terjadi di Desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo. Sebanyak enam rumah warga dilaporkan mengalami rusak pada bagian atapnya karena dihantam angin puting beliung yang terjadi Rabu (7/11) dinihari yakni rumah milik I Wayan Soma,60 dengan kerugian Rp 10 juta, rumah Suparman, 35 dengan kerugian Rp 1 juta, rumah Ni Wayan Susun,65 dengan kerugian Rp 1 juta, rumah Jumaidi,50 dengan kerugian Rp 1 juta, rumah Misdari,54 dengan kerugian Rp 1 juta dan rumah Saiful,40 dengan kerugian Rp 1 juta. Kesemuanya berada di Banjar Tunjung, Desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana.

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Ketut Eko Susila Artha Permana saat dikonfirmasi kemarin membenarkan kejadian tersebut, namun tidak ada korban jiwa hanya atap rumah warga yang rusak. Pihaknya berharap agar masyarakat waspada dampak hujan angin, longsor dan banjir di musim hujan ini. "Ada satu rusak berat yang lainnya rusak ringan," pungkasnya. 

(bx/tor/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia