Senin, 19 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Sukerti Minta Maaf karena Berbohong Soal Penculikan Anaknya

Rabu, 07 Nov 2018 20:44 | editor : I Putu Suyatra

Sukerti Minta Maaf karena Berbohong Soal Penculikan Anaknya

PENGAKUAN : Sukerti (tengah) diapit Kapolsek Sukawati AKP Suryadi (kiri) dan Kanit Reskrim Iptu Gusti Ngurah Jayawinangun (kanan). (SCREENSHOT)

BALI EXPRESS, GIANYAR - Setelah membuat heboh dengan pengakuan percobaan penculikan anak hingga ramai di media, Ni Wayan Sukerti, 36, ibu muda asal Nusa Penida, dan tinggal di Gang Walet, Batubulan Kangin, Gianyar, ini akhirnya mengklarifikasi pengakuannya. Melalui video yang dikeluarkan Polres Gianyar, Sukerti mengaku berbohong mengenai percobaan penculikan anaknya. Dia juga turut meminta maaf kepada masyarakat, khususnya masyarakat Batubulan Kangin.

Pada video yang dirilis Kasat Reskrim Gianyar, awalnya tampak Sukerti yang diapit Kapolsek Sukawati dan Kanit Reskrim Polsek Sukawati. Dalam video itu Sukerti dengan panjang lebar mengakui kebohongan yang dia buat, sekaligus meminta maaf kepada masyarakat.

"Om Suastiastu," ucap Sukerti mengawali statemennya.

"Nama saya Ni Wayan Sukerti, hari ini saya mau mengklarifikasi kasus penculikan anak. Bahwa semua keterangan saya tidak benar. Saya berbohong, tujuan saya untuk menakuti anak saya untuk tidak keluar sendirian. Saya minta maaf kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Batubulan Kangin, bahwa berita penculikan anak saya tidak benar," sambungnya seperti dalam video.

Setelah statemen Sukerti, masih dalam video tersebut, Kanit Reskrim Iptu Gusti Ngurah Jayawinangun seizin Kapolsek Sukawati menyampaikan klarifikasi dan hasil penyelidikan yang dilakukan. "Saya menyampaikan mengklarifikasi terkait proses penyelidikan yang viral di media massa tentang kasus penculikan anak. Seperti yang saya sampaikan, proses penyelidikan sudah berlangsung dan hasil penyelidikan, bahwa semua keterangan ibu ini (Ni Wayan Sukerti) sebagai korban yang anaknya diculik tidak benar. Semua berita tersebut tidak benar," ucapnya.

"Jadi sesuai penyelidikan, motif keterangan ibu ini untuk menakuti anaknya, untuk tidak keluar rumah sendirian. Itu proses penyelidikan," sambungnya.

Dengan pengakuan kebohongan Sukerti itu, Kapolsek Sukawati AKP Suryadi masih dalam video tersebut menghimbau masyarakat untuk tidak takut masalah berita tentang penculikan anak. "Jadi saya menghimbau ke masyarakat untuk tidak takut masalah berita penculikan anak. Jadi itu hoax dan tidak benar. Jadi masyarakat tidak usah takut dan resah," pesannya. 

(bx/wid/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia