Senin, 19 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Pelamar CPNS Berkompeten di Badung Hanya Sepertiga dari Kebutuhan

Kamis, 08 Nov 2018 08:52 | editor : I Putu Suyatra

Pelamar CPNS Berkompeten di Badung Hanya Sepertiga dari Kebutuhan

Ilustrasi (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, MANGUPURA - Para pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Badung tahun 2018 telah mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD)  yang digelar Senin (5/11) dan Selasa (6/11) di Makodam IX Udayana, Denpasar. Dari 3.082 pelamar, diperkirakan hanya 100 orang yang memenuhi passing grade. Padahal tersedia ada 301 formasi. Dengan demikian, Panitia Seleksi Daerah (Panselda) menunggu petunjuk lebih lanjut dari pemerintah pusat.

Berdasarkan Pemenpan Nomor 37 tahun 2018, passing grade untuk formasi umum, yakni nilai TWK minimal 75, TIU 80, dan TKP minimal 14. Selanjutnya formasi khusus cumlaude yang berbeda hanya pada nilai TIU, yakni minimal 85, pada formasi khusus disabilitas minimal 70, formasi khusus putra/putri Papua dan Papua Barat dengan nilai TIU minimal 60, tenaga guru dan tenaga medis/paramedis dari eks tenaga honorer kategori-II dengan nilai TIU minimal 60. Sementara itu, untuk jabatan dokter spesialis, instruktur penerbang, nilainya passing gradenya sama dengan formasi umum, sedangkan untuk petugas ukur, rescuer, anak buah kapal, pengamat gunung api, penjaga mercu suar, pelatih/pawang hewan, dan penjaga tahanan nilainya passing grade TIU minimal 70.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Badung I Gede Wijaya, Rabu (7/11), menjelaskan, pengumuman hasil seleksi masih menunggu jadwal dari pusat. Sejauh ini pihaknya belum mendapat informasi pasti kapan pengumuman CPNS akan dilakukan. "Belum berani kami katakan lolos dan tidak lolos. Nanti kan diumumkan,” ungkapnya.

Namun demikian, kata dia, peserta bisa menilai diri sendiri jika mengacu pada passing grade. Pasalnya, nilai yang diperoleh peserta langsung dapat diketahui yang bersangkutan usai mengerjakan soal. Sayangnya, berdasar perhitungan pihaknya, diperkirakan pelamar yang memenuhi passing grade hanya sekitar 100 orang. "Dari seluruh peserta tes yang memenuhi passing grade sangat sedikit, kurang lebih 100 orang," ungkapnya.

Wijaya mengatakan, sebetulnya target yang lolos pada SKD ini tiga kali lipat jumlah formasi. Ternyata, yang memenuhi passing grade justru sepertiga formasi. Padahal setelah SKD akan ada Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). "Kalau itu ditetapkan kan otomatis kami kekurangan, karena formasi kami ada 301. Belum lagi nanti ada SKB. Nah, gimana itu nanti," bebernya.

Bila dibandingkan dengan hasil tes di beberapa daerah yang lain, Wijaya melihat kondisi Badung serupa. Untuk itu, pihaknya dalam waktu dekat mengaku akan berkonsultasi ke pemerintah pusat guna memastikan apakah standar kelulusan memakai passing grade murni atau bisa cara lain. "Kami akan koordinasikan ke pusat, BKN dan MenPAN. Apakah gimana nanti. Karena hampir semua daerah mengalami begitu (sedikit memenuhi passing grade, red).  Nanti kita sama-sama akan tanyakan ke pusat,” terangnya.

Meski begitu, Wijaya menegaskan, sejauh ini, pihaknya tidak pernah menyebut pelamar itu lolos ataupun tidak sebelum pengumuman resmi dirilis. “Yang jelas kami dari panitia belum ada membuat pengumuman,” tegasnya.

Berkenaan dengan itu, mantan Kabag Humas dan Protokol Setda Badung ini meminta para pelamar agar menunggu pengumuman resmi. “Pengumuman kita menunggu jadwal. Kapan? Apakah ada kebijakan baru lagi, pengumuman seperti apa nanti, kita tunggu saja,” tegasnya.

(bx/adi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia