Senin, 19 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Masih Baru, Gedung BCC Bocor, Peranti Bernilai Miliaran Basah

Kamis, 08 Nov 2018 09:04 | editor : I Putu Suyatra

Masih Baru, Gedung BCC Bocor, Peranti Bernilai Miliaran Basah

HUJAN DERAS: Plafon jebol di gedung BCC kemarin. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, MANGUPURA - Tak hanya masyarakat yang pusing memasuki musim penghujan ini. Pemkab Badung pun merasakan hal yang sama. Pasalnya,  gedung Badung Command Center (BCC) mengalami kebocoran hingga membuat plafon jebol. Celakanya, sejumlah alat elektronik yang ada di dalamnya terkena air. Salah satunya adalah Hyperflex, alat penyimpan data dari server Command Center seharga Rp 1,5 miliar.

Di samping Hyperflex, yang dibeli  dari luar negeri, lima server seharga ratusan juta juga ijut menjadi korban. Padahal 16 November mendatang rencananya BCC yang merupakan salah satu implementasi program smart city di-launching. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Badung, I Wayan Weda Dharmaja, Rabu (7/11) belum berani memastikan kondisi alat tersebut. "Kami tidak berani memastikan apakah ini rusak atau tidak. Yang jelas tadi kena air hujan. Kami berlum berani mencoba,” ungkapnya di sela melakukan pengecekan secara langsung di lokasi.

Weda Dharmaja menjelaskan, Hyperflex tersebut berfungsi untuk menyimpan semua data. Bahkan jika server-server rusak Hyperflex ini juga bisa menyimpan data server dari aplikasi smart city. Karena teraliri listrik, pihaknya harus ekstra hati-hati saat memindahkannya. "Kami sangat berhati-hati mengambil server-server ini karena ada listrik dengan tegangan tinggi. Kami harus memastikan listrik benar-benar mati,” terangnya.

Pejabat asal Desa Sembung, Mengwi tersebut pun belum berani memastikan seandainya alat tersebut ternyata rusak nantinya. Pasalnya, di satu sisi alat tersebut masih milik rekanan karena belum terpasang. Sementara di sisi lain, alat tersebut terkena air karena gedung yang bocor. “Saya masih belum tahu bagaimana nantinya,” akunya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung, Ida Bagus Surya Suamba menjelaskan penyebab plafon jebol adalah kotoran yang menutup lubang talang air. Alhasil air sempat meluap. "Plafon jebol karena airnya pada talang meluap. Jadi saat kami periksa semua inlet tersumbat, sehingga air meluap dan banjir,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, gedung anyar tersebut masih masa pemeliharaan hingga Januari 2020. Pihaknya pun telah melakukan perbaikan secepat mungkin. “Sudah langsung kami perbaiki. Kami juga lakukan evaluasi penanganan agar kejadian ini tidak terulang kembali,” jelasnya.

(bx/adi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia