Rabu, 21 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Remaja 18 Tahun Aniaya Tukang Bakso hingga Tewas Gara-gara Senggolan

Kamis, 08 Nov 2018 09:33 | editor : I Putu Suyatra

Remaja 18 Tahun Aniaya Tukang Bakso hingga Tewas Gara-gara Senggolan

EMOSI SESAAT: NH saat mengikuti rekonstruksi penganiayaan terhadap tukang bakso bernama Sanusi di Mapolres Buleleng, Rabu (7/11) siang. (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Proses rekonstruksi kasus penganiayaan terhadap tukang bakso bernama Sanusi akhirnya digelar di Mapolres Buleleng, Rabu (7/11). Sebelumnya rekonstruksi sempat tertunda lantaran saksi berhalangan hadir. Rekonstruksi yang dijalani tersangka NH, 16, digelar dalam 18 adegan.

Pantauan di lokasi rekonstruksi dimulai sejak pukul 10.00 pagi. Peran korban Sanusi digantikan oleh anggota Reskrim Polres Buleleng, Aiptu Ketut Wiladika. Saat tersangka NH menjalani proses rekonstruksi, ia didampingi oleh pengacaranya, Gede Suryadilaga. 

Rekonstruksi di awal saat-saat korban Sanusi mendatangi Mushola Al Uhuwah yang ada di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada. Sanusi datang dengan mengendarai sepeda motor berisikan gerobak bakso. Setibanya di depan musala, tanpa sengaja korban Sanusi menabrak kaki pelaku NH dengan motornya. Pertengkaran pun tak bisa dihindarkan.

Pada adegan keempat, korban Sanusi sempat menampar pipi kanan pelaku NH. Puas menampar NH, korban selanjutnya masuk ke dalam musala dengan maksud ingin salat. Rupanya pelaku NH tak terima ditampar korban.

Saat korban Sanusi masuk itulah, pelaku NH  mengambil sebilah batu kali yang ada tepat di depan musala. Kemudian, NH mencari korban Sanusi ke dalam musala.

Di dalam musala, korban Sanusi sempat mengucapkan kalimat "mau apa kamu?" kepada pelaku NH. Namun pelaku tidak menjawab, dan langsung memukul dahi korban Sanusi dengan sebilah batu yang sudah dia bawa dari luar.

Dalam adegan itu, saat korban Sanusi tengah membalikkan badannya karena kesakitan, pelaku NH kembali menganiaya korban Sanusi dengan melemparkan batu terebut kebagian belakang kepalanya. Akibatnya, korban Sanusi pun tersimpuh di lantai musala.

Pada adegan ke 11, dua orang saksi bernama Imam Buchori dan Neti Kurniasih mendegar adanya bunyi keributan. Pasangan suami istri ini langsung mendatangi Mushola untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Setibanya di musala, Imam Buchori melihat korban Sanusi telah terkapar bersimbah darah di lantai musala. Sedangkan pelaku NH berdiri di dekatnya. 

Melihat korban Sanusi bersimbah darah, saksi Imam Buchori pun bergegas meminta bantuan kepada warga. Sanusi sempat dilarikan oleh warga ke Puskemas terdekat, sebelum akhirnya dirujuk ke RS Kertha Usada Singaraja. 

KBO Reskrim Polres Buleleng Dewa Putu Sudiasa pun memastikan bahwa tersangka melakukan aksi itu karena emosi. “Terungkap motifnya karena emosi sesaat lantaran kakinya disenggol dengan sepeda motor oleh korban. Makanya sekarang kami lakukan rekonstruksi, supaya ada bayangan dan gambaran nyata terhadap kasus yang terjadi,” kata Sudiasa.

Atas hasil rekonstruksi itu, kuasa hukum tersangka, Gede Suryadilaga mengaku pihaknya akan fokus pada fakta-fakta yang muncul di persidangan. “Kalau rekonstruksi ini merupakan proses dari penyidikan. Masalah pembuktian, itu nanti di persidangan. Kita lihat di persidangan nanti seperti apa,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, seorang pedagang bakso bernama Sanusi, menjadi korban penganiayaan di Desa Pegayaman pada Rabu (8/8). Sanusi diduga dipukul menggunakan batu oleh NH pada bagian kepalanya.

Akibatnya korban mengalami pendarahan hebat. Korban sempat dirawat di RSU Kerta Usadha Singaraja. Setelah dirawat selama 3 hari, korban pun menghembuskan napas terakhir pada Minggu (12/8) akibat cedera kepala berat.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia