Rabu, 21 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Miyabi Kecewa Diajak Foto Bareng, Imigrasi Menyangkal

Jumat, 09 Nov 2018 09:25 | editor : I Putu Suyatra

Miyabi Kecewa Diajak Foto Bareng, Imigrasi Menyangkal

BERI KETERANGAN: Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kum dan HAM Bali, Agoto PP Simamora dan jajaran Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar saat memberikan penjelasan mengenai alasan diperiksanya Maria Ozawa. (CHAIRUL AMRI SIMABUR/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR – Pemeriksaan keimigrasian terhadap mantan bintang film dewasa, Maria Ozawa, berujung blunder. Pasalnya, pemeriksaan yang dilakukan pihak Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar terkesan mencari-cari. Apalagi, perempuan yang tenar dengan nama Miyabi itu sempat mengutarakan kekecewaannya. Lantaran di akhir pemeriksaan dia diminta untuk berfoto bareng petugas Imigrasi.

Menanggapi hal itu, kemarin pihak Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar angkat bicara. Mereka menyangkal kegiatan pemeriksaan yang dilakukan terhadap perempuan blasteran Jepang Kanada itu mengada-ada.

"Kami menolak bahwa Imigrasi mengarang cerita untuk berfoto selfie dengan bintang tamu tersebut. Bahwa operasi intelijen dan penindakan ini didasari oleh fakta-fakta dan data yang kami terima dan dianalisa," tegas Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Hukum dan HAM Bali, Agoto PP Simamora, kemarin sore (8/11).

Agoto lantas membeberkan apa yang menjadi sebab jajarannya melakukan pemeriksaan. Sebab sejak awal, pihaknya sudah menerima informasi di media sosial tentang adanya selebaran kegiatan ulang tahun Barbie Nova dengan bintang tamu Miyabi.

Informasi awal itu kemudian ditindaklanjuti dengan pemantauan kegiatan itu. Kemudian, pihaknya mendapatkan tiga selebaran yang berisi nama kegiatan sekaligus harga tiket yang mencapai puluhan juta rupiah.   

"Operasi intelejen ini dilakukan berdasarkan informasi yang kami peroleh sejak tiga minggu sebelumnya. Dan kami pantau terus-menerus," tegasnya seraya menunjukan foto-foto selebaran pesta dengan nama kegiatan Tropical Boat Party, Barbie Nouva With Maria Ozawa. 

Dari situlah, pemantauan kian diintensifkan dengan mengirimkan petugas untuk melakukan penyamaran dengan membeli tiket yang disebarkan pihak panitia acara.

"Kami menghubungi langsung nomor yang tercantum pada RSVP dan janji bertemu untuk pembayaran di Bilangan, Seminyak. Pada tanggal November 6 tim bertemu dengan seorang wanita bernama Barbie Nouva untuk membeli tiket seharga Rp1,5 juta untuk empat orang," katanya sambil menunjukan bukti pembayaran dan nota tanda terima yang ditandangi Barbie Nouva. 

Sementara terkait adanya stafnya yang meminta foto bersama Maria Ozawa, Agoto juga menyangkalnya. Dia menyebutkan, petugas yang foto bersama dengan Miyabi itu merupakan bagian dari paket yang disediakan panitia. "Anggota tim menanyakan untuk apa uang ini? Nouva Berbei menjawab untuk makan malam dan satu botol minuman alkohol dan diberikan kesempatan untuk berfoto bersama dengan Maria Ozawa. Jadi bukan selfie. Ini merupakan paket dari pada kegiatan tersebut," tegasnya lagi.

Namun saat didesak terkait beberapa oknum petugas yang berebut foto bareng dengan Maria Ozawa usai pemeriksaan pada Rabu dini hari (7/11), Agoto lagi-lagi menyangkalnya. Dia mengatakan yakin kalau jajarannya tidak melakukan hal itu karena sudah menyangkut kode etik. "Kami akan menindak petugas seandai informasi itu benar. Jangan asal katanya," tukasnya.

Dan terkait mengapa Maria Ozawa akhirnya dibolehkan melanjutkan perjalanan, Agoto menyebutkan dari hasil pemeriksaan memang tidak ditemukan adanya pelanggaran.

"Kami telah mendapat konfirmasi dari yang bersangkutan. Bahwa dia tidak mengetahui ulang tahun temannya yang disebut Barbie Nouva itu mengambil uang tiket. Tidak ada niat yang bersangkutan untuk komersialisme pesta ulang tahun. Sehingga kami dapat menyakini yang bersangkutan mengunakan visa kunjungan wisata. Memiliki tiket kembali. Dan tidak ada indikasi melakukan pelanggaran pidana," pungkasnya.

(bx/hai/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia