Senin, 19 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Balinese

Merajan Kelian Adat Banjar Munggal Berisi Colek Pamor

Jumat, 09 Nov 2018 12:28 | editor : I Putu Suyatra

Merajan Kelian Adat Banjar Munggal Berisi Colek Pamor

COLEK PAMOR: Kelian Adat Banjar Munggal I Komang Gede Renteg menunjukkan colek pamor yang ada di merajannya, Kamis (8/11). (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, TABANAN - Setelah terjadi di wilayah Buleleng dan Karangasem, fenomena colek pamor kini ditemukan di wilayah Tabanan, tepatnya di Banjar Munggal, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan. Tanda dari kapur sirih berwarna putih ini ditemukan di merajan atau sanggah milik Kelian Adat Banjar Munggal, Kamis (8/11) kemarin.

Kepala Bali Express (Jawa Pos Group), Kelian Adat Banjar Munggal, I Komang Gede Renteg menuturkan bahwa fenomena itu diketahui bermula ketika ia datang ke Pura Dalem Wisesa di Banjar Tengah, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan sekitar pukul 07.00 Wita untuk mengecek proyek renovasi Pura. Ia bersama sejumlah warga dan Jero Mangku setempat pun dikagetkan dengan adanya tanda colek pamor di Gedong Petapakan. “Setelah ada seperti itu saya berfikir untuk mengecek di merajan saya di rumah, sehingga saya langsung pulang,” ujarnya.

Sesampainya di rumah sekitar pukul 08.00 Wita, pria akrab disapa Pak Rema ini pun langsung menuju merajannya. Dan benar saja, ia menemukan tanda colek pamor pada Apit Surang merajannya. Ia kemudian mengecek satu per satu pelinggih, dan ternyata dari 12 pelinggih yang ada di Merajan Ageng yang diempon oleh 5 KK itu seluruhnya terdapat colek pamor. “Cuma posisi colekan pamornya berbeda, ada yang di belakang, di depan, disamping. Dan yang paling terlihat memang di Apit Surang itu,” imbuhnya.

Sebelum peristiwa itu terjadi, Pak Rema pun mengaku tidak memiliki firasat apa pun, bahkan pada malam sebelum fenomena itu ditemukan ia sekeluarga tidur dengan nyenyak. Sehingga ia menanggapi temuan fenomena tersebut dengan positif. “Saya yakin ini peringatan agar kita selalu Eling, ingat kepada Sang Pencipta, mudah-mudahan rahayu, apalagi sekarang banyak bencana dan musibah,” tegasnya.

Dan menurut informasi yang ia dengar, colek pamor juga ditemukan dibeberapa merajan milik tetangganya, sehingga ia pun berharap hal tersebut merupakan pertanda positif.

Sementara itu, Perbekel Desa Kukuh I Made Sugianto yang turun langsung untuk melihat fenomena tersebut mengatakan fenomena tersebut bisa terbilang aneh tetapi fakta. Sehingga pihaknya ingin agar masyarakat tidak gaduh dan menyikapinya dengan positif. “Jangan dibuat ruet, pertebal keyakinan kepada Tuhan, karena fenomena colek pamor ini bisa saja membawa berkah,” tegasnya.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia