Sabtu, 15 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Bali Under The Moon

DJ Suzanne; Pendidikan Tetap Utama, Nge-DJ tetap Jalan

18 November 2018, 11: 21: 20 WIB | editor : I Putu Suyatra

DJ Suzanne; Pendidikan Tetap Utama, Nge-DJ tetap Jalan

PENTING: Baginya dua – duanya penting, karir dan pendidikan. Namun DJ Suzanne mengaku pendidikan yang utama. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, KUTA - Fenomena hadirnya para kawula muda yang berasal dari kalangan apa saja, baik dari kalangan pengusaha, penyanyi, artis, bahkan hingga mahasiswi pun ikut kecantol merambah peran sebagai peramu musik Elektronic Dance Music (EDM) alias DJ sedang marak.   

Seperti yang tengah dilakoni oleh salah satu talent muda cantik dan berbakat asal pulau Bali yaitu Elceri Susanti atau yang lebih dikenal oleh kalangan party people Bali dengan sebutan female DJ Suzanne. Dara cantik kelahiran Singaraja, 20 Januari 1992 ini pun sudah merasakan euforia suasana ingar-bingar keceriaan malam dari panggung ke panggung sejak tahun 2011 silam. Pengalaman panjang pun sudah cukup banyak ia rasakan. Bahkan hingga kini, Suzanne masih tetap eksis menikmati tampil unjuk gigi menghibur party goers Bali di beberapa venue ternama. Saat diwawancarai koran Bali Express (Jawa Pos Group), wanita yang selalu bersikap ramah ini mengaku jika ketertarikannya dengan dunia DJ dikarenakan cita-cita serta niat sejak kecil ingin tampil bermusik.

“Ya bisa dikatakan juga, kalau musik adalah hobi aku. Dan karena sudah menghasilkan, kenapa tidak aku tekuni juga,” tutur Suzanne dengan sedikit tersenyum.


Lebih dari itu Suzanne menilai, jika profesi nge-DJ ini memiliki beragam ilmu yang didapat yang tentu mampu membina diri untuk lebih mandiri dengan lingkungan. Baik itu sosial ataupun individu masing-masing orang.

“Bagi aku nge-dj itu sebuah passion dan memang cita-cita aku sejak kecil. Dan merupakan kesempatan karir yang sangat bagus dalam bermusik. Nge-dj itu ngga cuma ilmu musik aja yang didapat. Tapi juga ilmu-ilmu yang lain seperti entertain, cara bersosialisasi yang baik dan tentu ilmu dalam marketing diri sendiri. Bagaimana cara menyampaikan sesuatu dengan klien serta mengerti apa yang klien mau,” jelas Suzanne.

Selain itu di dunia DJ juga, khusus peran seorang female DJ ini merupakan pekerjaan yang menghibur. Apalagi tak bisa dipungkiri, perkembangan peminat musik saat ini kian banyak bahkan hampir semuanya cekatan dalam setiap perkembangan musik trendi. Maka dari itu, tugas seorang female DJ tidak hanya paham bagaimana cara memainkan controller DJ (alat DJ) saja, akan tetapi juga haru terus belajat mengenal perkembangan musik EDM.


“pekerjaan ini (sebagai female DJ, red) memang sangat menyanangkan. Walau sebenarnya susah-susah gampang dan tak semudah membalikan telapak tangan. Tidak terkait dengan bentuk materi saja yang kita dapatkan, akan tetapi semakin hari kita bisa banyak bertemu orang-orang baru. Nah, disaat itu kita harus balajar banyak tentang apa saja dari dunia musik dan lain-lain,” katanya.

Meski demikian, sosok penyuka genre musik Deep House, Hip-hop, dan Trap ini tidak memungkiri juga betapa pentingnya pendidikan. Di umurnya yang masih muda, menginjak usia 26 tahun, Suzanne masih tetap fokus dan menjalankan pendidikan di tingkat yang lebih tinggi. Untuk diketahui, Suzanne sendiri merupakan alumnus mahasiswi Teknik Universitas Diponegoro, semarang. Keseriusannya untuk terus belajar pun ia buktikan ketika melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Udayana dengan mengambil konsentrasi studi Management Pemasaran. “Sekarang ini saya sudah semester tiga,” lanjutnya.


Dengan kesibukan serta jadwal yang padat antara dua profesinya sebagai DJ dan Mahasisi S2 ini, Suzanne mengaku akan tetap konsisten dan berupaya untuk terus menjalankannya. Baginya kedua jalan tersebut merupakan prioritas yang sama-sama pentingnya. “Ya S2-nya masih, masih nge-DJ juga. Pastinya kedua hal ini tetap  saya jalani. Mungkin nanti ilmu dari S2-nya bisa digunakan untuk buka usaha ya. Rencananya sih mau usaha F&B dulu mungkin. Seperti jajanan kecil atau minuman ringan,” tuturnya.

Suzanne juga meyakini, jika peran seorang female DJ dengan latar belakang pendidikan yang baik, tentu akan merubah stigma atau anggapan negatif sebagian orang.

“Karena antara pendidikan dan profesi DJ ini sama-sama bergengsi buat aku. Jadi kesannya sangat elegan juga kalau setiap female DJ mengutamakan pendidikan,” tutupnya.

(bx/vir/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia