Sabtu, 15 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Enjoy Bali

Kebun Bunga Matahari Berubah Jadi Destinasi Swafoto Favorit

21 November 2018, 12: 40: 39 WIB | editor : I Putu Suyatra

Kebun Bunga Matahari Berubah Jadi Destinasi Swafoto Favorit

KEBUN: Kebun Bunga Matahari di Banjar Batan Nyuh, Desa Batan Nyuh, Marga, Tabanan, kini jadi tempat favorit wisatawan yang gemar swafoto. (KUSUMA YONI/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, TABANAN - Kebun Bunga Matahari di Banjar Batan Nyuh,  Desa Batan Nyuh, Marga,  Tabanan,  berubah menjadi destinasi wisata swafoto wisatawan lokal maupun asing. Perubahan dadakan ini tak terlepas dari postingan di media sosial.  Seperti apa keseruan bergaya di antara pohon bunga Matahari?

Mencari Kebun Bunga Matahari ini,  tidak terlalu sulit.  Jika wisatawan dari Denpasar, susuri  jalur utama Denpasar-Singaraja.  Setelah sampai di pertigaan Blayu, tepatnya di SPBU Blayu, belok kiri dan ikuti terus jalan tersebut hingga betemu perempatan.


Dari perempatan kemudian  belok kanan dan ikuti arah menuju Desa Batan Nyuh. Nah, setelah sampai di Desa Batan Nyuh,  ada petunjuk arah menuju lokasi Kebun Bunga Matahari.
Agung Sri,  wisatawan asal Denpasar, mengaku sangat  tertarik datang ke Kebun Bunga Matahari milik Wayn Dika ini.  "Saya sengaja datang ke Kebun Bunga Matahari ini,  karena melihat postingan di media sosial terlihat sangat cantik dengan warna kuningnya yang cerah," jelasnya kepada Bali Express ( Jawa Pos Group) pekan kemarin.  Meskipun Kebun Bunga Matahari ini merupakan milik pribadi,  namun diakui Agung Sri,  pengelolaannya  sangat bagus,  sehingga layak untuk dikunjungi.  Fasilitas yang adapun cukup bagus,  mulai dari toilet hingga kebersihan kebun yang selalu terjaga.


Untuk melakukan aktivitas foto maupun swafoto di areal Kebun Bunga Matahari ini, lanjut Agung Sri, pengunjung harus mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh pengelola.  Aktivitas foto boleh dilakukan tanpa merusak pohon bunga. 


Dalam kesempatan yang sama, pemilik Kebun Bunga Matahari, Wayan Dika, mengakui  kunjungan ke kebun bunganya  tidak pernah sepi.  "Per hari,  kunjungan bisa mencapai 200 orang,  rata-rata yang datang adalah wisatawan lokal dari kalangan anak muda," jelasnya. 


Sebelum ramai dikunjungi,  Kebun Bunga Matahari ini memang merupakan areal perkebunan bunga miliknya. Lahan ini dikelola oleh kelompok Tani Sapta Bayu Kencana yang beranggotakan  delapan orang, yang semuanya menanam bunga hias dan bunga potong. 
Hasil perkebunan ini, lanjutnya,   untuk memenuhi kebutuhan bunga potong pemilik toko bunga di Tabanan maupun di Denpasar dan Badung. Di kebun bunga ini ada sekitar delapan jenis bunga hias yang ditanam. Sebagian bunga hias ini juga digunakan sebagai pelengkap dari spot utama, Kebun Bunga Matahari.


Untuk menikmati keseruan selfie diantara Kebun Bunga Matahari yang mulai viral sejak  September lalu ini,  wisatawan tidak dikenakan retribusi khusus. "Kami belum menetapkan berapa nilai retribusi,  namun bagi pengunjung kami kenakan donasi Rp 5 ribu per orang," terangnya.


Jika ingin memetik bunga matahari, maka akan dikenakan biaya Rp 5  ribu sampai dengan Rp 20 ribu, sesuai dengan ukuran bunga yang dipotong.  Begitu juga dengan jenis bunga yang lain,  wisatawan bisa membeli bunga yang diinginkan.


Saat ini,  destinasi ini diakui Dika masih sebatas Kebun Bunga Matahari saja.   Pihaknya berencana akan melakukan pengembangan kebun bunga, dari awalnya 10 are menjadi 35 are. 
Selain itu,  untuk jenis bunga yang ditanam akan ditambah. Di samping akan melengkapinya  dengan beberapa wahana selfie,  sehingga spot foto menjadi lebih beragam. “Rencana saya akan menanam beberapa varian bunga Matahari,  jadi ada warna lain selain kuning, dan akan menjadi satu-satunya di Indonesia,” ungkapnya.

(bx/gek/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia