Sabtu, 15 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Features

Warung Be Genyol Men Astri; Jualan di Dapur, Buka Sampai Pagi

21 November 2018, 21: 05: 42 WIB | editor : I Putu Suyatra

Warung Be Genyol Men Astri; Jualan di Dapur, Buka Sampai Pagi

BE GENYOL MEN ASTRI: Men Astri melayani pembeli di Warung Be Genyol Men Astri, Banjar Abian Kapas Tengah, Gang 3, Nomor 3, Jalan Nusa Indah, Denpasar, Rabu (21/11). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Lapar tengah malam? Bagi Anda yang ada di kawasan Denpasar tak perlu pusing. Karena ada warung makan yang unik dan buka hingga pagi. Namanya Be Genyol Men Astri. Lokasinya di Banjar Abian Kapas Tengah, Gang 3, Nomor  3, Jalan Nusa Indah, Denpasar.

Jika belum pernah ke warung Be Genyol Men Astri, pasti akan kebingungan. Sebab lokasinya masuk ke dalam gang sempit di Jalan Nusa Indah, Denpasar.  Meski begitu, ini selalu ramai meski bukanya hanya pada malam hingga pagi. Maklum, warung ini sudah punya banyak pelanggan yang tersebar dari mulut ke mulut.

Warung ini tidak punya tempat khusus. Sebab, pemiliknya langsung berjualan di dapurnya sendiri. Sedangkan tempat makannya di teras rumah Men Astri sendiri.

Men Astri sebenarnya memiliki nama asli Ni Ketut Sumarni. Warungnya dikenal dengan Be Genyol Men Astri karena anaknya yang bernama Astri. Sehingga ia dikenal Men Astri oleh pembeli.

Terdapat dua menu yang disiapkannya kepada para pemburu kuliner malam.  Pertama adalah menu Be Genyol yang menjadi ciri khasnya dengan bahan pokonya daging babi. Sedangkan menu kedua ada menu nasi ayam. Hal itu dikatakan sebagai alternatif jika ada pembeli  yang tidak makan daging babi.

Setiap hari, Men Astri selalu buka mulai dari pukul 19.00 sampai pukul 05.00.  Sedangkan pembeli yang datang langsung bisa menikmati di sana dengan duduk lesehan di teras rumahnya. Bahkan dalam pekarangannya itu bisa nampung sekitar 50 hingga 60 orang, baik lesehan ataupun bisa duduk di kursi yang telah ia siapkan. 

Lanjutnya, sekali berjualan sekitar 200 sampai 300 porsi bisa habis. Sedangkan satu porsi ia beri harga Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu. "Palingan yang mesan ada yang Rp 15 sampai Rp 20 ribu saja, tergantung maunya pembeli sendiri. Yang membedakan hanyalah banyak nasinya saja," ungkap Men Astri. 

Ia mengaku dalam mempersiapkannya dibantu oleh tiga orang anak dan suaminya. Selain itu dalam satu hari dia memasak beras sebanyak 20 kilogram yang dijadikan nasi. Selain kuliner malam, Men Astri juga sering menerima pesanan berupa nasi  kotak kebanyakan dari mahasiswa yang melaksanakan seminar dan kegiatan lainnya.

Men Astri mengaku berjualan di rumahnya sejak 4 tahun lalu. Sebelumnya ia hanya berjualan nasi jinggo pada malam hari sambil berjualan bumbu masakan di Pasar Ketapian, Denpasar. "Ada pembeli nasi jinggo saat itu usul agar saya jualan di rumah saja. Pasti banyak yang datang. Makanya saya coba dan hasilnya memang benar banyak yang datang," terang dia. 

Dalam satu malam bisa-bisa ratusan pelanggannya datang ke sana dan memenuhi teras rumahnya. Pembeli yang sudah pernah ke sana akan memberitahukan kepada rekannya yang lain. Sehingga meski masuk gang sempit, Be Genyol Men Astri dikenal karena dari mulut ke mulut. 

Salah satu pembeli, I Wayan Sunartawan mengaku sudah sering makan malam di sana. Berawal dari ajakan temannya bahwa ada nasi be genyol buka sampai pagi. Hal itu membuatnya penasaran dan ingin mencoba kuliner malam tersebut. 

"Saya makan di sini sudah empat kali kalau tidak salah. Berawal ajakan dari teman. Saya kira tidak ada tempat makan di gang kecil ini, tetapi tempatnya cukup unik pedagangnya langsung berjualan dari dapur dan kita makan di teras rumahnya," tandas pria asal Denpasar Timur itu. 

(bx/ade/bay/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia