Sabtu, 15 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Sportainment
PSM vs Bali United, 4-0

Main Terbuka, Bali United Jadi Keranjang Gol PSM Makassar

25 November 2018, 20: 43: 48 WIB | editor : I Putu Suyatra

Main Terbuka, Bali United Jadi Keranjang Gol PSM Makassar

DUEL: Defender Bali United, Mahamadou N'Diaye duel dengan salah satu pemain PSM Makassar di Stadion Andi Matalatta, Makassar, Minggu (25/11). (BALI UNITED FOR BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, MAKASSAR - Setelah dipermalukan Persebaya dengan sekor telak, 2-5 di Stadion Kapten DIpta, pekan lalu, kini Bali United kembali mengalami kekalahan besar. Kali ini tim besutan Widodo C Putro ini menjadi keranjang gol PSM Makassar setelah tumbang 4-0 di Stadion Andi Matalatta, Makassar, Minggu (25/11).

Hasil itu sekaligus mengantarkan PSM memuncaki klasemen sementara dengan 57 poin. Sementara Bali United, masih tersendat di peringkat ke-6 dengan mengantongi 45 poin.

Bali United sebenarnya mampu menciptakan peluang di awal babak pertama. Pada menit ke-3 lewat sundulan Mahamadou N'Diaye yang memanfaatkan umpan tendangan bebas Gede Sukadana. Namun sayang, masih belum menemui sasaran.

Sementara dari kubu tim tuan rumah, sang arsitek tim, yaitu Robert Rene Alberts menurunkan Marc Klok dan Rizky Pellu menjadi andalan di lini tengah Juku Eja, guna mengatur serangan dan memberikan suplai bola kepada Allesandro F, Wiljan Pluim, serta Zulham Zamrun di lini depan.

Dan tak sia-sia, PSM Makassar berhasil membuka keunggulan pada menit ke-9 lewat gol Zulham setelah memanfaatkan umpan Pluim. Skor 1-0 untuk tuan rumah PSM Makassar.Tertinggal satu gol membuat para pemain Bali United bermain lebih menyerang. Melvin Platje mendapat peluang emas pada menit 23. Menerima umpan Spasojevic, Platje yang lepas dari kawalan pemain PSM melepaskan tendangan kaki kanan, namun masih mampu diamankan kiper PSM, Hilman Syah. Keadaan pun berbalik. Giliran tuan rumah PSM Makassar yang mendapat hadiah penalti pada menit ke-37, setelah gelandang PSM Makassar asal Belanda, Marc Klok dijatuhkan kiper Bali United, Wawan Hendrawan di area kotak penalti. Klok yang maju sebagai eksekutor sukses membobol gawang Wawan Hendrawan. Skor pun  2-0 bertahan hingga turun minum.
Pada babak kedua, tim tuan rumah terlihat tampil makin percaya diri. Sejumlah serangan terus digempur PSM makassar. Sandro mendapat peluang pada menit ke-49, tetapi sepakannya bisa dipatahkan oleh Wawan Hendrawan.  Tiga menit berselang peluang juga didapat oleh Wiljan Pluim melalui tendangan bebas, tetapi bola masih sedikit melambung di atas mistar gawang.  Memasuki meni ke-72, tendangan bebas kembali didapat PSM Makassar, namun bola masih melambung jauh dari sasaran. Dua menit berselang PSM melepaskan dua tendangan salto, namun masih berada dalam tangkapan Wawan Hendrawan.

Sedangkan Bali United yang menurunkan penyerang Timnas U-19, Hanis Saghara untuk menemani Melvin Platje dan Ilja Spasojevic di lini depan ini terus melakukan skema penyerangan. Namun sayang, Tiga kali peluang tendangan on target dari Malvin Platje pun masih bisa diatasi kiper PSM Makasar, Hilman Syah.
Hingga pada menit ke-84, PSM Makassar kembali berhasil melebarkan keunggulan menjadi 3-0. Kali ini Ferdinand Sinaga yang baru masuk, membobol gawang Wawan Hendrawan, memanfaatkan umpan dari Rizky Pellu.  Usai mencetak gol ketiga, PSM Makassar masih mampu menambah satu gol lagi di menit ke-90. Lagi-lagi Ferdinand Sinaga mampu membobol gawang Bali United dan membawa PSM unggul jauh 4-0.  Skor 4-0 pun menjadi akhir pertandingan tersebut.

Usai pertandingan, widodo C.Putro mengungkapkan terimakasih kepada para pemain Bali United yang sudah berjuang. Ia mengku, pertandingan kali ini sangat luar biasa, karena PSM Makassar bisa memanfaatkan pola permainan serang Bali United.

“Pertandingan tadi memang sangat luar biasa. Selamat untuk PSM yang bisa memenangkan pertandingan tadi. Tentu juga terimakasih atas kerja keras pemain Bali United. Dan itulah sepakbola, dimana kita tampil menyerang dan risikonya memang beberapa gol bisa bersarang di tempat kita,” tutur Widodo.

Terkait performa Bali United, khususnya setelah Nick Van Der Velden harus keluar karena cedera di babak pertama, pelatih asal Cilacap ini mengatakan bahwa pola penyerangan terlihat sedikit kendur. Skema pola permainan terbuka yang diterapkan babak kedua pun tidak berjalan maksimal.

“Tadi Nick memang sudah cedera, jadi penugasan untuk Pluim sedikit kendor. Ya, karena kita sudah ketinggalan dan prinsip bagi kami demi mengejar kemenangan, makanya tadi kita main terbuka di babak kedua. Tapi itulah PSM, mereka lebih unggul,” imbuh Widodo.


Sementara itu, Widodo juga tidak memungkiri, Jika kehilangan beberapa pemain andalan yang tidak di boyong ke Makassar, seperti Stefano Lilipaly, Irfan Bachdim, Ricky Fajrin dan lain-lain, sangat berpengaruh pada permainan Bali United. Pada lini depan, kendalanya adalah kurangnya konfirmasi antar pemain. Dan pada lini belakang, lanjut Widodo, tidak adanya beberapa pemain yang notabene pemain inti, tidak diturunkan. Sehingga terjadi sedikit kelonggaran yang bisa dimanfaatkan tim lawan untuk membobol gawang Bali United.

“Kami berusaha untuk bisa tetap menampilkan beberapa pemain pengganti. Berpengaruh sih memang berpengaruh, tapi tidak terlalu signifikan. Kita kan punya 32 pemain yang juga harus mendapat kesempatan bermain. Makanya tadi, beberapa pemain muda kita turunkan. mungkin karena kurang konfirmasi saja. Karena tadi juga kita lihat ada beberapa peluang, hanya saja tidak terjadi gol,”jelasnya.

Ketika ditanya apa target Bali United di sisa dua laga pertandingan yang tersisa, Widodo dengan tegas mengatakan jika timnya terus mengejar kemenangan demi memperbaiki peringkat. “Seperti sebelum lawan PSM Makassar, kami ingin memperbaiki peringkat. Tapi kami terus berusaha untuk itu, dan inilah motifasi kami yaitu sifat untuk terus berusaha dan memperbaiki peringkat,” tutupnya. 

(bx/vir/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia