Kamis, 13 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Politik

Mantan Wakil Gubernur Bali Diperiksa Bawaslu Buleleng

27 November 2018, 11: 44: 46 WIB | editor : I Putu Suyatra

Mantan Wakil Gubernur Bali Diperiksa Bawaslu Buleleng

KETERANGAN: I Ketut Sudikerta saat memberikan klarifikasi kepada Bawaslu Kabupaten Buleleng atas dugaan pelanggaran kampanye di Pura Dalem Bebetin yang dilakukan Caleg DPRD Bali Ketut Suparjo. (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Buleleng memanggil sejumlah saksi Senin (26/11) siang kemarin. Mereka dimintai keterangannya terkait dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan Caleg DPRD Bali Dapil Buleleng, Made Suparjo. Pasalnya, Caleg Partai Nasdem asal Desa Bebetin, Kecamatan Kubutambahan ini diduga melakukan kampanye di Pura Dalem Bebetin Sabtu (17/11) lalu.

Para saksi yang dipanggil untuk digali keterangannya diantaranya Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Bali, Ketut Sudikerta. Selain itu Bawaslu juga memanggil pelapor, Gede Suardana untuk dimintai keterangannya. Proses klarifikasi ini disaksikan Ketua Bawaslu Bali, Ni Ketut Ariyani.

Ditemui seusai pemeriksaan, Ketut Sudikerta menjelaskan, kronologi dugaan pelanggaran kampanye yang dihadirinya pada Sabtu pekan lalu. Kala itu ia mengklaim memang diundang oleh I Gede Suparmen salah satu anggota DPRD Buleleng asal Desa Bebetin untuk bersembahyang di Pura Dalem Bebetin. Dalam kesempatan itu, terlapor Made Suparjo juga turut hadir.

“Saya memang diundang ke Bebetin untuk melaksanakan persembahyangan bersama. Yang mengundang Pak Parmen (Suparmen, Red) melalui telepon. Saya meskipun selesai menjabat (Wakil Gubernur, Red), rata-rata dalam sehari mendapat undangan antara 4-6 kegiatan. Bahkan kalau hari Purnama bisa tembus 10 undangan,” ujar Sudikerta kepada awak media.

Disinggung terkait potongan video kegiatan di Pura Dalem Bebetin, yang diunggah di akun facebook @Tommy Sudikerta, mantan Wakil Gubernur Bali periode 2013-2018 ini berkilah. Ia menyebut dirinya tak pernah mengunggah video yang menjadi sumber masalah tersebut.

“Saya ga pernah ngupload (video, Red). Itu akun @Tommy Sudikerta digunakan pada saat Pilgub. Udah selesai. Sekarang akun saya @Ketut Sudikerta. Kemungkinan di hack akun saya. Karena nomor telpon saya sudah hilang,” bebernya.

Hanya saja, dalam persembahyangan tersebut, Sudikerta berkilah tidak pernah ada ajakan atau mengajak masyarakat untuk memilih salah satu caleg yang akan berlaga di Pileg tahun 2019 mendatang.

“Saya diundang untuk sembahyang bersama masyarakat dan pemangku. Tidak ada ajakan untuk memilih. Saya diundang sebagai Ketut Sudikerta, bukan atas nama Partai Golkar. Memang dalam rangka reses Pak Suparmen, tapi itu dilakukan di jaba sisi. Sedangkan kami sembahyang di Jaba Tengah,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua Bawaslu Buleleng, Putu Sugi Ardana memastikan, dalam kasus ini, pihaknya akan memeriksa enam orang. Diantaranya saksi Ketut Sudikerta, pelapor Gede Suardana, Perbekel Bebetin, dua orang Kepala Dusun, dan terlapor Made Suparjo.

“Si pelapor (Gede Suardana, Red) menduga ada kegiatan kampanye dengan menggunakan tempat suci Pura Dalem Desa Bebetin yang diduga dilakukan oleh terlapor Made Suparjo,” jelasnya.

Terkait penanganan tindak pidana, Sugi berharap agar Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) bersinergi sesuai dengan Peraturan Bawaslu nomor 9 tahun 2018. “ Jadi kami secara bersama-sama, setelah pleno, kami bertemu dan petunjuk dari Sentra Gakkumdu itu dilaksanakan oleh Bawaslu Kabupaten,” bebernya.

Seperti diketahui Made Suparjo, Caleg DPRD Provinsi Bali yang maju melalui Dapil Buleleng dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Bali pada Rabu (21/11) siang. Caleg dari Partai Nasdem ini dilaporkan oleh warga bernama Gede Suardana atas dugaan melaksanakan kampanye di tempat suci, pada Sabtu (17/11) sekira pukul 20.54 Wita malam.

Dalam laporan bernomor 01/LP/PL/Prov/17.00/2018 tersebut, Suardana membeberkan analisis dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan oleh Suparjo di Pura Dalem, Desa Bebetin, Kecamatan Kubutambahan. Dugaan tersebut menyeruak setelah dirinya mempelajari sebuah video yang diunggah oleh Ketut Sudikerta yang kini menjabat sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Bali di akun facebooknya.

Kala itu, Suparjo memang menghadiri acara reses yang dilakukan salah satu anggota DPRD Buleleng, Gede Suparmen yang juga dihadiri oleh Ketut Sudikerta. Nah saat itulah Suparjo mendapat kesempatan untuk berbicara di depan masayarakat Bebetin yang hadir.

“Saya pelajari video tersebut, saya dengarkan berkali-kali, dalam orasinya Berbahasa Bali Saudara I Made Suparjo, Caleg DPRD Provinsi Bali, Dapil Buleleng, Partai Nasdem  asal Desa Bebetin pemahaman saya adalah adanya pengarahan untuk memilih calon legislatif asal Bebetin,” tulis pria asal Dusun Kaja Kangin, Desa Kubutambahan dalam laporan singkat kejadian.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia